Sangihe, Barta1.com — PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna langsung menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kepulauan Sangihe pada Kamis, (11/06/2026).
Bantuan tersebut difokuskan pada tiga kawasan di gugusan pulau terluar, yakni Desa Matutuang, Desa Kawio, dan Desa Marore.
Ketiga wilayah ini mengalami dampak paling signifikan pascagempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo pada 8 Juni 2026 lalu.
Paket bantuan logistik tanggap darurat dari PLN meliputi 192 paket sembako, 384 butir telur, serta 160 paket makanan ringan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan aksi ini merupakan wujud nyata komitmen kemanusiaan korporasi.
“Kami di PLN tidak hanya berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah kepulauan terluar seperti Sangihe yang aksesnya menantang pascabencana,” ungkap Usman.
“Kehadiran PLN di tengah masyarakat terdampak gempa merupakan wujud nyata dari sila kedua dan kelima Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tambah dirinya.
Paralel dengan penyaluran logistik, tim teknis PLN di lapangan juga terus bersiaga 24 jam penuh untuk memulihkan seluruh infrastruktur kelistrikan.
Dalam proses distribusinya, PLN UP3 Tahuna bersinergi secara erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menyebut momentum Hari Lahir Pancasila memotivasi jajaran unitnya untuk menghadirkan manfaat nyata dalam kondisi darurat.
“Melalui bantuan yang kami bawa langsung ke pulau-pulau terluar ini, kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi serta mempercepat proses pemulihan psikologis dan fisik kehidupan mereka,” jelas Dimas.
Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu CC Labesi, turut merespons positif langkah taktis ini.
“Bantuan logistik ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang menjalani masa pemulihan di tenda-tenda darurat,” tuturnya. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post