Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen pada hari ini Selasa 19 Maret 2024 diberi judul: Membela Diri Demi Kristus sebagaimana bacaan Alkitab Lukas 22:49.
Ketika melakukan perjamuan malam bersama para murid-Nya, Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka. Saat itu jugalah Yesus mengatakan bahwa waktunya akan segera tiba bahwa Dia akan ditangkap oleh para imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi serta para pengawal Bait Allah dan kemudian mereka membunuh-Nya. Selesai perjamuan dan menyampaikan pengajaran-Nya, Yesus pergi ke taman Getsemani untuk berdoa semalaman bersama beberapa murid-Nya.
Ketika itu, Yudas sudah terpisah dengan Yesus. Dan itulah waktunya yang dimanfaatkan Yudas untuk menjual murah Yesus. Dia pergi bertemu dengan para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua Yahudi yang hendak mencari dan menangkap Yesus. Namun mereka tidak tahu di mana Yesus berada. Maka Yudas menawarkan pengkhianatannya itu dan menjamin bahwa dia tahu di mana Yesus bersama murid-murid-Nya berada. Yakni di taman Getsemani.
Selesai berdoa, Yesus bercakap-cakap dengan para murid-Nya. Sementara Yesus berbicara kepada mereka, tiba-tiba datanglah serombongan orang mendatangi mereka. Rombongan yang mirip gerombolan penyamun atau penjahat. Ironinya, dalam rombongan itu ada si Yudas yang ternyata menjadi penunjuk jalan bagi mereka. Maka sesuai skenario jahatnya, Yudas langsung mendapati Yesus dan menciumnya. Sebab dia telah mengatakan kepada mereka bahwa Orang yang akan diciumnya, Dialah itu. Tangkaplah Dia. Ketika hendak maju menangkap Yesus, sejumlah di antara mereka langsung terjatuh.
Mendapat serangan tiba-tiba oleh gerombolan para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua Yahudi disertai pengawal Bait Allah, murid-murid kaget. Apalagi di dalam gerombolan mereka itu ada si Yudas. Kemudian para pengawal Bait Allah lengkap dengan senjata, yakni pentung dan pedang juga turut serta menyerbu Yesus. Mereka dibuat terkepung oleh para pembenci Yesus ini. Akan tetapi, murid-murid Yesus ternyata tidak gentar sedikitpun dengan mereka meski lengkap dengan segala persenjataannya.
Mereka tidak mau melihat Guru dan Tuhan mereka diperlakukan demikian tidak beradab dan tidak adil, bahkan sewenang-wenang, seenak perut mereka. Mereka siap menghadapi serangan musuh kepada Sang Maha Agung, Yesus Kristus. Karena itu mereka siap membela Yesus. Apalagi ada 2 pedang di tangan mereka. Jadi mereka siap membela Pemimpin yang mereka agungkan dan sangat hormati itu.
Akan tetapi, mereka selalu ingat kepada pesan dan ajaran Yesus tentang kasih. Bahwa musuh sekalipun harus dikasihi. Maka meski mereka memang sedang dongkol, panas dan ingin menyerang ataupun melawan mereka, namun mereka tetap meminta pendapat Yesus. Merekapun menanyakan kepada Yesus tentang keinginan mereka melawan para penyerang itu. Para murid siap membela Yesus apapun risikonya. Sebab mereka sangat menyayangi dan menyanjungi Yesus sebagai Pemimpin, Guru dan Tuhan, sekaligus teladan yang hidup bagi mereka.
Posisi Yesus dan murid-murid memang terdesak karena banyaknya orang menyergap tiba-tiba. Tapi para murid Yesus, terutama Petrus pantang menyerah. Dia terdepan membela Yesus. Itulah sebabnya, para murid yang lain bertanya sekaligus meminta restu kepada Yesus kalau boleh mereka menyerang gerombolan yang mirip penyamun itu. Apalagi mereka membawa pedang dan pentung.
Demikian firman Tuhan hari ini: Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka, “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?” (ay 49).
Sikap para murid yang menawarkan kepada Yesus untuk menyerang gerombolan itu sebenarnya adalah membela atau mempertahankan diri. Bahwa apa yang mereka lakukan itu untuk melindungi diri, terutama Sang Guru yang diperlakukan tidak adil dan semena-mena oleh orang banyak.
Maka, spontan mereka menyatakan siap menyerang para penyerang itu. Apalagi mereka dalam keadaan terancam, sehingga harus mempertahankan diri dari serbuan yang tiba-tiba itu. Tetapi Yesus yang maha bijaksana dan maha baik tahu apa yang harus Dia lakukan dan apa yang harus Dia jawab kepada murid-murid-Nya.
Kita harus melindungi diri kita dari ancaman kekerasan, namun dengan cara yang bijaksana dan berhikmat seperti yang Yesus kehendaki. Tidak emosional dan menyakiti orang lain. Apalagi membalas berbuat jahat kepada musuh. Mintalah hikmat dari Tuhan, seperti para murid yang selalu bertanya kepada Tuhan dalam melakukan apapun. Karena Tuhan tak pernah kehabisan jawaban atas apapun pertanyaan dan doa kita. Dia tahu jalan terbaik bagi kita, ketika kita terdesak dan terhimpit oleh berbagai masalah hidup di dunia.
Datang dan bertanyalah selalu kepada Yesus dalam doa atas apapun yang kita hadapi. Dia pasti menjawab doa kita. Dia pasti menolong, menjaga, melindungi dan memberkati kita, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post