Manado, Barta1.com – Renungan Kristen pada hari ini Kamis, 22 Februari 2024 diberi judul: Persaudaraan Israel-Yehuda Bisa Putus dengan bacaan Alkitab Zakharia 11:14.
Sejak dibebaskan dari perbudakan di Mesir, bangsa Israel sudah menunjukkan prilaku hidup yang menentang Allah. Sejak baru mau keluar saja, mereka sudah protes kepada Musa. Padahal, berbagai peristiwa ajaib Allah lakukan bagi mereka. Karena Allah sangat mengasihi mereka, lebih dari siapapun dan bangsa manapun di dunia. Mereka diistimewakan sebagai bangsa pilihan, umat kesayangan dan biji mata Allah. Banyak mujizat Allah lakukan untuk mereka.
Tetapi mereka adalah bangsa pemberontak yang perlakuannya banyak melawan Tuhan. Termasuk menolak kepemimpinan langsung dari Tuhan sebagai negara Theokrasi (kepemimpinan langsung dari Tuhan), dan memaksa nabi Samuel untuk meminta kepada Tuhan agar mereka diberikan raja. Allah mengalah. Dia memberikan raja kepada mereka.
Saul, karena perawakannya yang baik, diangkat jadi raja pertama. Tapi dia relatif menjadi “produk gagal.” Karena dia banyak melakukan yang jahat. Maka Allah mengangkat Daud sebagai penggantinya. Allah melihat hati Daud yang baik, meski ada beberapa kekurangannya. Tetapi raja ketiga, Salomo putera Daud yang dikenal raja sangat berhikmat, mengakhiri kekuasaannya dengan pecahnya negeri itu. Itu terjadi menyusul anaknya Rehabeam jadi raja yang menolak nasihat tua-tua. Akhirnya terjadi permusuhan dan pecahnya kerajaan menjadi 2, yakni Israel (Utara) dengan ibukotanya Samaria dan Yehuda (Israel Selatan) dengan ibukotanya Yerusalem.
Sejak saat itu kedua bangsa sering bentrok. Sering terjadi perang saudara di antara keduanya. Hal itu karena mereka sudah meninggalkan Allah dan memberontak kepada Pencipta-Nya. Mereka menyembah berhala dan berbuat jahat. Tetapi Allah memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Tapi gagal. Para pemimpin dan rakyat terutama di kerajaan Israel (Utara) selalu saja berkhianat kepada Allah. Berulangkali Allah mengutus para nabi untuk menegur mereka. Tapi tidak. Termasuk Zakharia.
Zakharia dipakai Allah untuk mengingatkan umat Israel agar bertobat. Para gembala dan domba yang sudah tersesat dalam kejahatan itu harus kembali kepada Allah, agar mereka diselamatkan dan dipulangkan dari pembuangan di negeri yang tidak mengenal Allah. Tetapi karena mereka tegar tengkuk, mereka tetap mengeraskan hatinya. Maka Zakharia mengingatkan mereka bahwa tongkat Ikatan persaudaraan kedua bangsa itu akan dipatahkan, dan kedua bangsa itu akan dihukum. Hal ini dilakukan agar keduanya jera dari dosa dan kembali hidup di jalan Tuhan. Sebab kalau tidak, mereka pasti binasa karena akan dihukum oleh Allah. Karena Allah pasti bertindak sesuai dengan keadilan-Nya yang agung dan mulia.
Demikian firman Tuhan hari ini: “Kemudian aku mematahkan tongkat yang kedua, yaitu “Ikatan”, untuk meniadakan persaudaraan antara Yehuda dan Israel, (ay 14).
Nabi Zakharia mengingatkan bahwa hukuman Tuhan akan berlaku. Jika para gembala dan domba Yehuda dan Israel itu tidak taat pada Gembala Agung, pasti akan dihukum Allah. Mereka akan hancur dan binasa.
Tongkat Ikatan milik Zakharia yang diadakan untuk mengikat persaudaraan antara kedua bangsa bersaudara itu, akan dipatahkan Allah. Allah akan meniadakan hubungan persaudaraan di antara keduanya, yakni Yehuda dan Israel. Mereka akan dihukum berkat Tuhan dengan sendirinya tidak mengalir atas mereka. Mereka harus menanggung akibatnya pelanggaran dan dosa mereka. Tuhan pasti menghukum kedua bangsa itu sesuai pelanggaran dan dosa mereka, diputuskan. Maka mereka akan kehilangan persaudaraan mereka.
Sebaliknya, pilihlah hidup yang diberkati oleh Allah agar hubungan persaudaraan kita dengan sesama tetap terjaga, kita diselamatkan dan diberkati Allah dalam segala hal sekali untuk selamanya. Maka nikmatilah berkat Tuhan pasti melimpah atas kita. Mujizat pasti Tuhan nyatakan atas hidup kita, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post