Manado,Barta1.com – Komisi IV DPRD Sulut kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulut, Ruang Komisi IV DPRD Sulut, Senin (29/01/2024).
Careig N. Runtu yang saat itu membuka RDP, setelah mendengarkan pemaparan program dari Dispora Provinsi Sulut untuk tahun 2024, langsung ikut menanggapi.
“Dalam kehidupan kita sehari-hari terjadi ketimpangan sosial. Anggaran yang disusun ini tidak profesional, apakah karena beberapa Olahraga ini dipegang oleh orang-orang tertentu, kemudian anggarannya lebih banyak dari cabang Olahraga lainnya. Ini yang tidak profesional,” ungkap Careig.
Sementara itu, kata Careig, yang menjadi catatan sekarang berapa cabang Olahraga yang diakui oleh pemerintah, apakah semua masuk di sini. Mohon dijelaskan.
Kadis Dispora Provinsi Sulut, Marlone M. Sendoh, menjawab apa yang direncanakan ini adalah Olahraga yang akan mengikuti PON (Pekan Olahraga Nasional), dan termasuk di sini ada kurash, Pordasi dan Sambo, mereka salah satu peserta PON.
Penjelesan Marlone, langsung ditanggapi lagi oleh ketua Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Provinsi Sulut itu, terima kasih atas penjelasan pertama bisa diterima. Berarti tidak semua Cabang Olahraga mengikuti PON, tapi apakah ini propersional anggarannya.
“Maka dari itu, apakah ada orang-orang yang memegang Olahraga tertentu, sehingga anggarannya lebih besar dari Cabang Olahraga lainnya. Itu yang kami butuh penjelasannya,” tegas Careig kepada Marlone.

Marlone kembali menjawab, untuk Sambo ini mereka saat pra-PON menghasilkan 4 emas, dan mereka sangat kekurangan perlengkapan Olahraga, sehingga mereka mengajukan permohonan, karena mereka berpotensi untuk mendapatkan medali emas.
“Begitu juga dengan Kurash mereka mengajukan permohonan untuk latihan mandiri dalam rangka persiapan untuk mengikuti PON sebesar 25 juta,” jelasnya.
Sedangkan, Pordasi ini dianggarkan untuk biaya pengangkutan dari Provinsi Aceh ke lokasi kegiatan diperkirakan 100 juta yang akan mereka minta, karena cukup jauh perjalanan dari ibu kota Provinsi Aceh sampai ke tempat pelaksanaan, sehingga ini yang diajukan,” jelasnya.
Anggota Fraksi Golkar ini juga kembali menanggapi penjelasan Marlone, tadi sudah disampaikan yang dianggarkan dalam hibah KONI ini yang mengikuti kejuaraan, dan semua yang ada di sini sudah dianggarkan, apakah termasuk Pertina (Persatuan Tinju Amatir).
“Saya mau tanyakan terkait Cabang Olahraga yang mengikuti Asean Games, bahkan terbanyak yang menyumbang medali adalah cabang Olahraga apa,” tanya Careig.
Jawab Marlone, jika ditingkat nasional itu Muay thai dan tinju.
“Kok, kenapa tidak dianggarkan,” tanya lagi Anggota legislatif dari dapil pemilihan VI Minahasa-Tomohon ini.
Ada Bapak, jawab Marlone, dianggarkan sebesar 24 miliar.
“Ia, di sini kan Pordasi dan sebagainya itu dirincikan anggarannya. Kenapa harus ditanyakan seperti ini, supaya ke depannya juga Pertina dan Cabang Olahraga lainnya bisa mengelolanya sendiri. Jika begini jawabannya, lebih baik kita skors saja rapat pada hari ini, nanti bertemu lagi pada hari senin depan,” ucapnya.
Langsung dijawab Marlone, siap.
Diketahui, anggaran hibah KONI yang disiapkan untuk Cabang Olahraga Sambo sebesar sebesar 200 juta.
Selain Careig N. Runtu yang hadir pada RDP itu, ada Cindy Wurangian, selaku wakil ketua Komisi IV, beserta anggota Sjenny Kalangi, Agustin Kambey, Nori Supit dan Resa Waworuntu. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post