Manado, Barta1.com – Dalam Renungan Kristen pada Selasa 30 Januari 2024 dengan judul: Ciuman Munafik Demi Pencitraan yang diambil dari bacaan Alkitab 2 Samuel 15:4-6.
Kampanye hitam dengan menyebarkan hoax dan fitnah, mengawali gerakan Absalom merebut kekuasaan dari raja Daud, ayah kandungnya. Dia menjelekkan raja dan jajarannya dengan fitnah bahwa raja tidak adil dan dia memberatkan perkara rakyat, yang seharusnya menang. Rakyat didoktrin agar membenci raja Daud, yang memang tidak tahu dengan ambisi puteranya itu.
Setelah meyakinkan bahwa raja Daud tidak adil dan tidak baik, kemudian dia masuk dengan kampanye hitam bahwa dirinyalah yang pantas jadi raja menggantikan Daud. Dia meyakinkan rakyat bahwa jika dia yang menjadi raja, maka akan ada keadilan dan kebaikan bagi bangsa itu. Itulah janji palsunya untuk merebut hati rakyat agar mereka berpaling mendukung dia menjadi raja dan mengkhianati ayahnya.
Tidak hanya itu, ketika orang-orang lewat menuju istana raja mengurus perkara mereka dan sujud menyembah Dia sebagai putera raja, maka dia mengulurkan tangannya, memegang orang itu dan mengangkatnya. Dipegang dan kemudian dirangkul dan diciumnya orang itu. Dia lakukan semuanya itu sebagai pencitraan bahwa dia adalah orang yang rendah hati, baik hati dan peduli kepada mereka. Jadi dia mau membuat pencitraan liciknya agar orang-orang bersimpati kepadanya.
Hal itu dilakukannya berulang-ulang, setiap hari dimulai dari pagi hari. Dengan demikian, semakin banyak orang yang bertemu dengannya dan mendapatkan doktrin jahat dari Absalom. Semua merupakan bagian skenario yang dia buat agar ketika dia berhasil merebut atau mengkudeta raja Daud, semua orang mendukung dan mengakuinya sebagai raja Israel yang sah. Sebab kelak merekalah yang dimanfaatkannya untuk melegitimasi kudeta yang dia lakukan. Yakni dengan meminta mereka bersorak dan menyerukan dia sebagai raja yang baru menggantikan Daud, yang akan dimulainya di Hebron.
Sesungguhnya semua yang dilakukan Absalom hanya bagian dari siasat jahatnya untuk mewujudkan ambisinya merebut kekuasaan. Maka dia menghalalkan segala cara. Dia melakukan apa saja yang penting dapat menyingkirkan ayahnya sebagai raja dan dia mendudukinya. Karena itu dia mengatur rapi semua rencana jahatnya dengan membuat pencitraan, sambil menyebarkan kampanye hitam tentang ayahya.Tetapi, dia ingin agar kelak kalau dia menjadi raja, tidak ada hambatan atau halangan terutama berkaitan dengan dukungan dari rakyat. Maka dia membangun kesan dan citra sebagai calon pemimpin yang baik, adil dan berlaku benar kepada semua rakyatnya.
Dia berusaha mengambil hati rakyat dengan berbagai cara, termasuk dengan ciuman Yudas yang penuh kepalsuan dan kemunafikan. Dia rela merendah hanya sebagai bagian tipu muslihatnya agar rakyat simpati dan percaya padanya serta mendukung dia menjadi raja. Semua orang tanpa kecuali dipeluk dan diciumnya setelah sebelumnya telah menghina dan merendahkan raja yang dianggapnya tak mampu menyelesaikan berbagai persoalan atau perkara yang terjadi di tengah masyarakat. Terutama dalam kaitan keadilan dalam memutuskan perkara mereka. Dia mengatakan bahwa hanya dialah yang bisa menyelesaikan setiap persoalan rakyat dengan adil dan benar. Sedangkan raja Daud, tidak dianggapnya.
Absalom melakukan kejahatan terencana dan terstruktur kepada ayahnya, demi ambisi menduduki tahta Daud. Dia pura-pura mengasihi dan peduli kepada rakyat, padahal semua hanya modus untuk mencari dukungan masyarakat. Padahal hatinya tidak tulus. Dia memgasihi orang lain, tapi ayahnya sendiri dibenci, dikhianati dan dimusuhinya. Demi ambisi merebut kekuasaan, dia rela memfitnah, menghina dan mendongkel jabatan orangtua sendiri. Dia seorang anak yang kejam yang tega menghancurkan orangtuanya sendiri demi keserakahan dan kerakusan akan jabatan dan kehormatan sebagai seorang raja.
Absalom mengulurkan tangan, mencium dan memeluk orang lain demi menjatuhkan ayahya tanpa belas kasihan. Dia mencuri dan mengambil hati orang lain tapi kehilangan hati dan kasihnya terhadap keluarga sendiri.
Demikian firman Tuhan hari ini: Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya. Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel, (ay 4-6).
Semua orangtua sangat bangga jika anaknya jadi pemimpin. Tapi tidak dengan cara kudeta atau mengancurkan orang lain, apalagi kepada ayah sendiri. Ambisi, keserakahan dan ketamakan adalah jalan tol menuju kehancuran diri.
Apapun keinginan dan cita-cita kita, bawalah kepada Tuhan dan gapailah dengan cara yang baik, benar dan bermartabat. Tuhan pasti berkenan mengaruniakan yang terbaik bagi kita, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post