Manado,Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) diharapkan untuk terus menjadi salah satu perguruan tinggi yang dapat menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungannya, khususnya di Kota Manado.
Kampus yang keberadaannya dekat dengan tempat pembuangan akhir (TPA) Sumompo, Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, terdorong untuk menjadi bagian dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah.
TPA yang sehari-harinya menjadi tumpukan sampah dari 11 kecamatan di Kota Manado menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota hingga hari ini, sekalipun persoalan kuota sampah, bau dan pengelolaan sampah masih belum memadai.
Dari setiap persoalan yang dilihat, Polimdo mencoba menawarkan solusinya untuk membantu pengelolaan sampah yang ada di TPA Sumompo. Hal ini belum lama disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Polimdo, Dr. Ir. Tineke Saroinsong, SST.,M.Eng.,IPM.
“Perguruan tinggi yang dekat dengan TPA apakah hanya menerima bau dan asap dari hasil kebakaran saja. Sebenarnya kami sudah memiliki ide untuk melakukan pemanfaatan TPA itu, dimana lokasi tersebut dapat dijadikan pembangkit listrik tenaga sampah,” ungkap Tineke kepada Barta1.com belum lama ini.
Kemudian gas metannya itu bisa diambil dan disalurkan kepada masyarakat sekitar, namun sistemnya yang perlu dibuat dengan adanya keselamatan untuk masyarakat. Gas metan jika cara pengelolaannya salah itu akan sangat berbahaya.
“Untuk itu perlu adanya penelitian dan sentuhan teknologi agar pengelolaan sampah bisa aman. Persoalan pengelolaan sampah di TPA Sumompo hingga hari ini belum ada yang bisa melakukannya dengan baik,” tuturnya.
Menurut akademisi Jurusan Teknik Mesin Polimdo ini, ketika Polimdo diberikan kesempatan untuk mengelola TPA Sumompo. Ia berpendepat bahwa para dosen-dosen Polimdo ke depannya mampu membuat terobosan baru dalam pengelolaan sampah di TPA Sumompo.
“Jika nantinya Bapak Walikota Manado mendukung kami berupa izin dan sebagainya, kami akan memulainya,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post