• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Desember 11, 2025
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi
Nurdin Popa saat menunjukkan jejak sujud, testa, 2 lutut, dan bekas dudukan Tuanku Imam Bonjol saat zikir kepada anak-anak (Foto: meikel/barta)

Nurdin Popa saat menunjukkan jejak sujud, testa, 2 lutut, dan bekas dudukan Tuanku Imam Bonjol saat zikir kepada anak-anak (Foto: meikel/barta)

Siswa-siswi Dinding Manado Belajar Sejarah Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol

by Meikel Eki Pontolondo
4 Desember 2023
in Edukasi, Sejarah
0
0
SHARES
280
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Minahasa, Barta1.com – Sri Monalisa Tangkudung (12) terlihat bahagia mendengarkan penjelasan  tentang Tuanku Imam Bonjol yang disampaikan langsung oleh Nurdin Popa (62), yang merupakan  keturunan ke 5 dari pengawal pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Barat ini.  Bahkan Sri seperti anak-anak Dinding lainnya, mengangkat  tangan untuk bertanya seputar sepak terjang dari pahlawan bernama lengkap Muhammad Shahab ini.

Suara air mengalir pagi itu  makin menghiasi penjelasan Nurdin kepada anak – anak, para mentor dan pengurus Dinding Manado. Sambil melantai di  Musholah Imam Bonjol, Desa Lotta Pineleng, Minahasa, Sulut, Sabtu (2/12/2023). Nurdin menceritakan bahwa Tuanku Imam Bonjol sangat sulit untuk dibunuh oleh kolonial Belanda pada zaman penjajahan.

“Namun dengan kepintaran Belanda saat itu, mereka membuat sayembara di Perkampungan Bonjol, dimana ketika Tuanku Imam Bonjol tidak menyerahkan diri  maka kampung Bonjol akan dibantai beserta keluarga-keluarganya. Maka dari itu, Imam Bonjol keluar  dari hutan dan kemudian  ditangkap. Setelah ditangkap, Belanda mencari lokasi agar bisa membuangnya. Jika saat itu ia dibuang ke Jawa, Gorontalo, atau Makasar pasti akan mendapatkan dukungan dan  membuat pemberontakan di sana. Dan akhirnya tahun 1841 Belanda memilih  suatu tempat di daerah yang paling terpencil, yaitu Desa Lotta, Kabupaten Minahasa,” ungkapnya.

Menurut Nurdin, ulama besar Minangkabau itu dibuang bersama pengawal setianya Apolos Minggu di desa yang tidak adanya agama islam. Dan sengaja diasingkan di sini agar tidak bisa melakukan perlawanan. “Tapi dengan hadirnya Tuanku Imam Bonjol akhirnya ada islam di sini. Di samping beliau dakwah, Apolos Minggu pengawalnya itu menikah dengan gadis Minahasa bernama Mency Parengkuan,  dimana nenek saya itu dari agama kristen masuk islam. Maka dari situ, kerukunan umat beragama di sini sangat baik,” tuturnya.

“Pada zaman Tuanku  Imam Bonjol akhirnya banyak muslim di Desa Lotta ini, tapi setelah beliau meninggal pada 6 November 1864,  kampung ini terkena penyakit malaria. Jadi sebagian penduduk di sini pindah kesatu tempat dan membuat satu perkampungan dengan  nama  Pineleng, yang artinya kampung pilihan setelah penyakit wabah itu,” ucapnya.

Saat ini, kata Nurdin, umat muslim di Desa Lotta sebanyak 60 kepala Keluarga (KK) dan sampai saat ini hidup rukun dan damai. Kembali ke cerita  saat diasingkan,  dimana Masjid dan Musholah saat  itu tidak ada dan Tuanku Imam Bonjol memilih satu tempat untuk dijadikan tempat sholat, yaitu salah batu yang keberadannya di Sungai Desa Lotta ini.

“Batu yang dijadikan tempat sholat itu tadinya berada di tengah sungai ini, namun  tanggal 13 Februari 2006 selesai sholat maghrib terjadi banjir besar.  Jadi batu ini dibawah banjir dan menghantam bangunan pabrik miras sampai hancur. Setelah kejadian itu, kami mencoba memindahkan batu itu  menggunakan 2 takel namun tidak  bisa diangkat, kemudian memanggil para orang tua untuk membacakan doa  dan alhamdulillah dengan satu takel bisa dipindahkan batunya,” kata Nurdin sambil tersenyum.

Dia menambahkan  bahwa pada batu itu ada bekas Tuanku Imam Bonjol  saat sujud, testanya, 2 lututnya, dan bekas ia duduk saat zikir.

Setelah mendengar sejarah Tuanku Imam Bonjol, Sekretaris Komunitas Dinding Manado Hengkie Paulus Tondatuon, meresponnya dengan mengucapkan terimakasih kepada penjaga sekaligus perawat makam Tuanku Imam Bonjol, yakni Nurdin Popa, atas pengetahuan yang sudah diberikan kepada puluhan anak-anak binaan Komunitas Dinding Manado, sekiranya pengetahuan ini menjadi bekal berharga bagi anak-anak ke depannya. Dia juga mendoakan Nurdin bersama keluarga agar selalu diberikan kesehatan dan keberkahan.

Terpantau Barta1.com, puluhan anak-anak juga melihat batu yang menjadi tempat sholat Tuanku Imam Bonjol bahkan mendoakan saat mengunjungi makamnya. (*)

 

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Dinding ManadoNurdin PopaPahlawan Tuanku Imam Bonjol
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Gambar ilustrasi. (Barta1 AI)

NGO Lingkungan Minta Caleg Peduli pada Krisis Iklim

Discussion about this post

Berita Terkini

  • BUNGA VIOLET DAN RENUNGAN SENJAKALA 11 Desember 2025
  • Raksasa Linsaha dan Onding, Cerita Rakyat Dari Makalehi 11 Desember 2025
  • Menguak Legenda Kuno Ibu Mitologis Orang-orang Sangihe Talaud 11 Desember 2025
  • Kinerja Strategis Gubernur Yulius Selvanus Tersandera Lemahnya Publikasi dari Instansi Teknis 10 Desember 2025
  • Demi Kelistrikan Sumatra, PLN Targetkan Perbaikan Transmisi Aceh-Sumut Rampung 10 Hari 10 Desember 2025

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In