Talaud, Barta1.com – PT. Bersinar Terang Logistik selaku pengelola Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Salibabu diminta untuk segera ‘angkat kaki’, Sabtu (11/11/2023).
Antusias nelayan untuk menjual ikan hasil tangkapan ke SKPT di Pulau Salibabu mulai berubah menjadi rasa kesal.
Saat ditemui, beberapa nelayan mengatakan, sudah 2 tahun terakhir, bangunan megah yang dibangun di Desa Dalum ini tidak lagi beroperasi dan hal ini berdampak pada hasil penjualan ikan.
Ronal Mangaro, ketua kelompok nelayan Arodaa meminta agar pemerintah dan dinas terkait segera mengevaluasi kinerja pihak pengelola SKPT Salibabu.
“Kinerja PT. Bersinar Terang Logistik segera di evaluasi. SKPT harus dioperasikan. Atau ganti saja pengelolanya,” ungkap Mangaro dengan nada tegas.
Senada dengan itu, Wilson Niomba salah satu nelayan menerangkan, selama SKPT tidak beroperasi, pendapatan para nelayan mengalami kemerosotan karena harus menjual ikan hasil tangkapan ke Manado menggunakan kapal penumpang.
“Kalau mau jual di Manado menggunakan kapal penumpang, masih mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk bayar Bagasi dan pengiriman di kapal. Kalau jual di SKPT, tidak mengeluarkan biaya seperti itu,” jelasnya.
Terpisah, Fitri Maimuna Sofian, pengelola SKPT Salibabu menerangkan, kendala utama yang menyebabkan SKPT Salibabu tidak beroperasi adalah ketersediaan stok ikan hasil tangkapan nelayan yang kurang.
“Dari sisi bisnis, memang di salibabu banya nelayan tetapi mencari ikan tidak serentak. Kalau saya bilang tidak menentu. Terkadang 1 minggu mencari ikan dan 1 minggu tidak mencari ikan,” kata Fitri.
Soal mesin dan sarana lainnya, kata Fitri, tidak ada masalah karena semua berada dalam kondisi baik.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post