Talaud, Barta1.com – Sejumlah bangunan pemerintah di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, terkesan ‘Horor’.
Bagaimana tidak? Dari hasil pantauan langsung di lapangan, di luar gedung sekolah, sebagian besar gedung yang memiliki fungsi vital berada dalam kondisi rusak parah.
Selama 2 pekan berada di Miangas, ada 8 titik kami kunjungi untuk melihat kondisi terkini bangunan milik pemerintah yang sebelumnya dikabarkan rusak dan tak kunjung diperbaiki.
* Bandara
Keseriusan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan keterisolasian bagi masyakarat di ujung utara Indonesia dibuktikan dengan pembangunan bandara di Pulau Miangas.
Airport Miangas yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (19/10/2016) ini nampak tidak terawat.
Beberapa unit bangunannya nampak rusak. Atapnya bolong, kaca jendela pecah dan rumput liar menjalar di tembok. Di sisi timur, 2 buah kendaraan roda empat yang terparkir dalam kondisi tak bisa jalan.
Saat mengitari sekeliling bandara, terlihat pagar yang roboh dan pembangkit di halaman belakang terminal bandara sudah rusak sejak beberapa tahun yang lalu.
* Gudang Bulog
Bergeser ke area pelabuhan laut Miangas, sejumlah bangunan berdiri dengan beragam kerusakan, Gudang Bulog salah satunya.
Gudang yang dibangun untuk menjaga stabilitas ketersediaan stok beras di Miangas tak lagi digunakan. Sudah tak beratap dan menyisahkan tembok rapuh yang mengundang rasa prihatin.
Menurut keterangan warga setempat, bangunan tersebut sudah lama tidak difungsikan karena rusak dan tak kunjung diperbaiki.
* SPBU Kompak
Di sisi kiri pelabuhan laut Miangas, tahun 2018 silam SPBU Kompak mulai beroperasi dan melayani kebutuhan BBM bagi masyakarat dengan konsumsi rata-rata per bulan mencapai 2 kilo liter untuk Premium dan 4 kilo liter untuk Biosolar.
Saat mendatangi lokasi SPBU Kompak Miangas, hari mulai gelap. Gedung untuk menerima dan melayani masyarakat sudah tidak terpakai. Atap bangunan dan jendelanya rusak parah dan tak ada aliran listrik untuk penerangan. Tangki penampungan BBM yang berjumlah 4 buah, hanya 2 yang bisa digunakan dan 2 lainnya sudah bocor.
Dari informasi yang diperoleh, pelayanan BBM terkadang dilakukan di rumah Kepala Desa setempat, selaku pembina BumDes yang menjadi pengelola SPBU tersebut.
* Rumah Singgah
Sedangkan di sisi kanan, Pemerintah kabupaten Kepulauan Talaud membangun rumah singgah. Sebuah fasilitas yang bisa digunakan oleh para pengunjung, terutama para pejabat yang mengunjungi Pulau Miangas.
Sejak dibangun, bangunan tersebut belum dialiri listrik dan air bersih. Kondisi ini terlihat semakin buruk ketika bangunannya sudah diterlantarkan dan dimakan waktu.

* Rumah Pintar
Rumah pintar merupakan program dari pemerintah yang didukung oleh Bank BRI dalam rangka pembangunan wilayah terluar NKRI. Ada berbagai macam buku bacaan yang dapat digunakan sebagai sarana belajar bagi anak – anak di desa ini.

Selain itu, rumah pintar juga menjadi salah satu sumber jaringan internet karena dilengkapi dengan fasilitas wifi.

Namun hal tersebut tak berlangsung lama setelah rumah pintar ini tak lagi mendapat perhatian. Selain bangunannya sudah repot, beberapa fasilitas berupa piringan jaringan dan AC makin usang.
* Puskesmas
Puskesmas Miangas, salah satu titik yang menjadi tujuan utama saat melakukan investigasi di negeri Palmas.
Letaknya jauh dari pemukiman masyarakat.
Untuk wilayah perbatasan seperti Miangas yang terpisah jauh dari gugusan pulau lainnya, Puskesmas yang ada masih jauh dari kata layak.
Hal ini mulai terlihat saat hendak memasuki area Puskesmas. Warna cat pagar, dinding dan papan nama Puskesmas semakin memudar.
Bangunan dan fasilitas pendukung untuk menunjang serta memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat sangat memprihatinkan.
Atap bangunan yang bocor menambah tugas baru bagi tenaga kesehatan saat hujan tiba. Mereka harus bersiaga dengan peralatan berupa sapu dan kain pel lantai agar air tidak merembes hingga ke seluruh ruangan.
* Pelabuhan Feri
Menjelang akhir tahun 2022, tepatnya bulan Oktober, pesisir Pulau Miangas dihantam ombak. Beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk pelabuhan feri.
Pagar dan tanggul ambruk tak mampu menahan terjangan gelombang laut. Tak hanya itu, gelombang yang melebihi ketinggian dermaga itu membuat lifting ramp jatuh ke dasar laut, serta lantai dermaga hancur.
Hingga saat ini pelabuhan feri tersebut belum diperbaiki. Sementara untuk aktivitas bongkar muat kapal feri dilakukan di pelabuhan kapal penumpang.
* Mercusuar
Mercusuar yang berada di puncak tertinggi Pulau Miangas, menjadi salah satu icon di pulau ini. Menara yang memiliki luas 3,15 km persegi tak lagi terlihat kokoh di tengah terjangan angin kencang dan musim.
Lampu mercusuar sudah beberapa bulan ini tidak lagi menyala dan belum diperbaiki hingga saat ini. Pedahal lampu ini memiliki peran yang sangat penting bagi aktivitas pelayaran, apalagi di malam hari.
Selain itu, panel dinding mercusuar yang terbuat dari bahan AAC ini jatuh ke tanah dan di beberapa sisi masi bergelantungan setelah diterjang angin kencang.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post