Talaud, Barta1.com – Kondisi bangunan dan alat kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Miangas sangat memprihatinkan, Rabu (30/08/2023).
Puskesmas Miangas, satu – satunya fasilitas kesehatan masyarakat yang ada di KM.0, ujung utara Indonesia. Letak pulau Miangas yang jauh dipisahkan oleh lautan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi kendala untuk merujuk pasien dari Puskesmas Miangas.
Apalagi dengan kondisi laut yang cenderung kurang bersahabat dan jadwal pelayaran kapal ke Miangas yang kerap tidak pasti, sudah selayaknya memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.
Namun kenyataan di lapangan bertolak belakang. Setelah melakukan investigasi di lapangan, selain jauh dari pemukiman, nampak beberapa bagian bangunan yang sudah rusak seperti WC, atap dan lantai.
“Selain WC, atap sudah bocor. Kalau hujan, air masuk dan mengaliri semua ruangan. Lantainya juga sudah ada yang rusak,” ungkap sumber yang namanya enggan disebut.
Selain itu, Puskesmas Miangas tidak memiliki peralatan yang sangat vital seperti sterilisator alat medis. Kondisi ini diperparah dengan hampir semua alat kesehatan yang ada berada dalam kondisi rusak.
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sudah tidak bisa dipakai menambah jumlah persoalan di Puskesmas Miangas.
Di salah satu sudut bangunan, nampak tanah becek karena genangan air. Hal ini disebabkan oleh aktivitas sehari – hari para pahlawan kemanusiaan yang bertugas di Puskesmas ini.
Karena tidak tersedianya rumah dinas bagi dokter dan perawat, maka mereka menempati ruangan IGD sebagai tempat tinggal.
Di tengah situasi keterbatasan stok obat – obatan untuk pelayan kesehatan kepada masyarakat, ada hal yang menarik yaitu obat kadaluarsa dengan jumlah yang sangat banyak. Beberapa karung dan kardus yang berjejer berisikan obat yang sudah expired termasuk jarum suntik.
Sumber menambahkan, salah satu kendala juga mengenai ketersediaan air bersih. Jangankan untuk kebutuhan sehari – hari bagi tenaga kesehatan, untuk membersihkan peralatan medis, air yang dipakai bersumber dari sumur yang terbilang kotor.
Ia berharap, semoga Puskesmas Miangas mendapat perhatian dari pemerintah agar pelayanan terhadap masyarakat bisa maksimal.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Miangas, dr.Cefrilia Pesik saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di nomor 08134054xxxx tidak memberikan jawaban.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post