Manado, Barta1.com – Setelah kepergian ayahnya, Valeri Margaretha Kumaunang memutuskan untuk menggantikan posisi ayahnya, sebagai tulang punggung keluarga.
Setelah lulus di Fakultas Ilmu Sosial Politik Unsrat Manado, Jurusan Administrasi Publik di tahun 2019. Kumaunang melangkahkan kakinya ke ibukota, yakni Jakarta. Kota kelahirannya itu, menjadi tumpuan Kumaunang untuk mencari pekerjaan guna membantu kebutuhan keluarga, hingga kebutuhan dirinya sendiri.
“Saya sudah 5 tahun bekerja di Jakarta. Tahun 2019 sampai 2020 saya bekerja di Bank DBS. Kemudian, di tahun 2021 hingga sekarang di PT. Berkat Cahaya Anugerah Mandiri sebagai HR-GA,” ungkap anak pertama dari 4 bersaudara. Anak dari pasangan almarhum Sam Habel Kumaunang dan Sandra Tumuyu kepada Barta1.com, Kamis (13/4/2023).
Selama bekerja, perempuan kelahiran Jakarta, 4 April 1995 itu, mencoba mengatur keuangan atau gajinya. Untuk memenuhi dana yang tak terduga, transportasi, makanan selama sebulan, simpanan pribadi, dan dana untuk keluarga. “Semuanya, itu harus saya sisihkan setiap bulannya, walaupun di sini saya tinggal bersama keluarga,” singkatnya.
“Diwaktu libur dari pekerjaan, guna menambah pendapatan, saya mengisinya dengan berjualan sambel (open PO) dan Eyelash (homeservice),” terangnya sembari mensyukuri pendapatannya perbulan di atas UMR.
Perempuan yang bertempat tinggal di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan ini, menceritakan kehidupan di ibukota tidaklah mudah. Setiap orang harus memiliki mental yang kuat. Banyak yang datang ke Jakarta ingin berhasil, namun persaingan begitu banyak. Sehingga membuat dirinya lebih bersemangat untuk bekerja keras dan memulai karirnya.
“Untuk itu, buat teman-teman yang keluarganya masih lengkap dan masih bergantung sama orang tua. Kalian harus bisa lebih bersyukur dengan keluarga yang lengkap, yang masih bisa minta ini dan itu ke orang tua,” pintanya.
Lebih banyaklah bersyukur, jangan mengeluh dengan keadaan. “Banggakan mama dan papa kalian. Jadilah anak yang berarti,” ucapnya. Sebelumnya, begini kisah perjuangan Valeri Margaretha Kumaunang.
Di sela perjuangan untuk menyelesaikan studinya, tiba-tiba dirinya terpukul mendengar kabar ayahnya mengalami kecelakaan. Sempat kritis, kemudian meninggal di kapal barang KM Muara Kencana Permai Samarinda yang pada saat itu berada di lautan Makassar. Kapal itu dikapteni ayahnya yang bertugas mengantar barang tujuan Samarinda.
Tepat 11 April 2019, dimana ayahnya, Habel Kumaunang dimakamkan. Tetapi dengan waktu yang bersamaan Valeri sapaan akrab rekan-rekannya itu, dituntut untuk menyelesaikan skripsinya sesuai waktu yang ditentukan pihak kampus.
“Dengan hati yang begitu terluka, saya harus pergi ke kampus untuk menyelesaikan skripsi dihari bersamaan dengan pemakaman ayah saya,” ujarnya kepada Barta1.com, Selasa (14/5/2019).
Ia menambahkan 4 April 2019, ketika berulang tahun ke 24 tahun bentuk perayaan tak seindah saat masih ada sang ayah yang selalu memberikan ucapan selamat kepadanya. “Begitu juga ketika esok harinya 5 Februari 2019 harus menghadapi ujian skripsi,” beber Valeri.
Setelah menyelesaikan ujian skripsinya, ia harus segera menyelesaikan revisinya dengan waktu 6 hari dikarenakan yudisium pada 12 Mei 2019 yang sudah dijadwalkan oleh panitia. Sehingga keputusan sempat membayangi pikirannya, cerita Valeri.
Tetapi setiap usaha seseorang, Tuhan tidak pernah melupakan perjuangan anaknya. Tak lupa ia mengucap syukur kepada Tuhan karena telah menolongnya hingga mampu menyelesaikan revisi skripsi dengan waktu yang tepat, hingga mengikuti yudisium 12 Mei 2019.
Ia teringat dengan pesan ayahnya Habel kumaunang yang disampaikan kepadanya. “Valeri kamu harus kuat, kamu anak tertua dan ke depanya menjadi tumpuan keluarga ketika ayah tidak ada lagi. Dan jangan lupa tetap bersyukur dan terus berdoa meminta kekuatan kepada Tuhan,” ucap Valeri meneruskan pesan ayahnya.
Ia bersyukur karena menjadi anak dari Habel Kumaunang, karena sosoknya yang baik dan selalu menomorsatukan anak-anaknya. “Ayah saya tidak pernah berhenti menasehati anak-anaknya. Ayahku panutanku,” tambah Valeri.
Besok, 16 Mei 2019 dia di wisuda. “Ini bentuk penghargaan atas anugerah Tuhan kepada Valeri. Dan semuanya untuk orang tuanya, dimana ada ayah dan ibu tersayang. Ketika mendapatkan surat undangan untuk mengikuti wisuda pada 16 Mei 2019, sekiranya ayah senang melihatnya, semuanya untuk ayah tercinta,” tutupnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post