Manado, Barta1.com – Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok mempertanyakan terkait perbaikan sekolah SMA dan SMK ke Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut, di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (11/4/2023).
“Ada SMA dan SMK yang rusak dengan presentase 46 sampai 51%. Dari jumlah anggaran sampai tahun 2022 yang tertata, sudah berapa banyak sekolah yang rusak diperbaiki sampai tuntas ibu, apalagi ibu sudah menjabat lama,” tanya Lombok kepada Kadis Dikda Provinsi Sulut, Grace Punuh.
Ia menambahkan, apa nilai-nilai penambahan dari sekolah-sekolah tersebut sehingga ada penambahan teknologi didalamnya. “Kita sudah memasuki era digitalisasi. Anggaran dan perhatian bapak Gubernur ini sangat luar biasa kepada Dinas Pendidikan. Dan tentunya ini, harus ada nilai tambah pendidikan di Provinsi Sulut. Kemudian outputnya seperti apa ibu,” tanya lagi Lombok ke Punuh.
Pertanyaan Lombok, langsung dijawab Punuh dengan mengatakan, sekolah rusak hingga tahun 2023 sudah diusulkan sebanyak 144 sekolah dengan rehabilitasi fisik. Sedangkan di tahun 2022 ada 151 sekolah. “Untuk target berdasarkan 2020, terkait pencapaian hasil dari siswa itu sudah tidak ujian nasional. Akan tetapi ada, asesmen nasional,” singkatnya.
“Dengan penerapan merdeka belajar. Ujian saat ini, setiap sekolah sudah menggunakan aplikasinya. Beberapa sekolah sudah menggunakan aplikasi Apotek. Dimana setiap siswa tinggal menggunakan HP-nya, atau dibantu dari sekolah dengan menggunakan portaldik.id atau juga Google. Jadi ujian sekolah berbasis online, ini yang sangat diharapakan kedepannya,” jelas Punuh.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post