Manado, Barta1.com – Indonesia Internasional Students Mobility Awards For Vocational Students (IISMAVO) merupakan salah satu program merdeka belajar merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa Vokasi untuk belajar maupun magang di luar negeri 1 semester.
Tujuannya guna meningkatkan kemampuan, kepemimpinan, keterampilan membangun relasi, dan mengembangkan pemikiran analitis. Kolaborasi dan industri menjadi fokus dari program ini, agar mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman kerja, berwawasan industri bisnis. Dan pemerintah Indonesia telah mengirimkan 410 mahasiswa, di mana 42 diantaranya menimbah ilmu di Conventry University.
Politenik Negari Manado mendapatkan kesempatan itu juga yang diwakili Meikel Tatuu mahasiswa Jurusan Akuntansi Keuangan yang belajar di Coventry University dengan mengambil skema B. “Saya memiliki kesempatan bisa belajar dengan mahasiswa Internasional dan mengikuti kegiatan kunjungan industri,” ungkapnya kepada Barta1.com, Minggu (20/11/2022).
Menurut Meikel, ia memilih mata kuliah 4.0 yang mempelajari pemanfaatan teknologi bagi dunia bisnis, mulai dari internet of things, big data alanytics, artificial intelligence dan marchine learning, 3D printing, dan cloud computing.
“Selama pembelajaran memiliki dua sesi. Di mana, setiap hari Senin mahasiswa menghadiri kelas untuk mendengarkan materi kuliah. Sedangkan hari Selasa, menghadiri seminar kemudian berdiskusi dan mempresentasikan implementasi teknologi dalam sebuah bisnis sesuai dengan materi yang telah disampaikan di hari Senin,” jelasnya.
Selanjutnya, ada mata kuliah Business Writing Skills yang mempelajari strategi untuk menyusun surat dan dokumen, komunikasi efektif, kemampuan mendengar, mencatat, menulis report, dan presentasi yang efektif.
“Saya juga belajar tentang ekonomi sirkular yang berfokus terhadap pengurangan limbah. Begitupun, dengan kegiatan industrial visit dari skema B, yang merupakan kunjungan industri manufaktur dan mengobservasi kegiatan produk di dalamnya,” terangnya, sembari menyebut banyak materi yang benar-benar baru.
Ia menambahkan, apa yang didapatkan sesuai dengan tujuan dari MBKM. “Di sini mahasiswa diberikan kebebasan untuk belajar hal baru di luar program studinya,” cetusnya.
“Ada seorang pemandu yang sering menjelaskan mengenai latar belakang sebuah perusahaan, kegiatan operasionalnya, inovasi dan strategi yang diciptakan pasar perusahaan. Saya sudah mengunjungi Morgan Motor Company, Jaguar Land Rover dan Brompton. Selain ketiga industri itu, perusahaan lainnya, adalah Mini Cooper, Manchester City, JCB Tractor dan Triumph Motorcycles,” imbuhnya.
Dalam setiap kunjungan industri, Meikel mengakui mereka didampingi oleh Prof. Benny Tjahjono, Professor Of Sustainabiliy and Supply Chain Society (CBis).
Bukan saja Meikel, ada juga dosen dari Politenik Negeri Manado, Dr. Rilya Rumbayan, ST MEng. Juga, mengikuti program Vocational Universities Leaders: Internship Programme yang berfokus pada penguatan tata kelola perguruan tinggi di Coventry University.
Dosen program studi kontruksi bangunan gedung di Politenik Negeri Manado ini menerima pelatihan terkait pengelolaan, baik itu mengelola perguruan tinggi dengan menciptakan inovasi guna mengatasi setiap masalah yang ada. Kemudian, menentukan target yang ingin dicapai, membuat roadmap dan mencari solusi dari masalah tersebut.
“Kami belajar bukan seputar birokrasi dan administrasi saja, melainkan juga bagaiman mengubah mindset para pemegang jabatan kampus sebagai langkah awal menuju perubahan,” kata Rumbayan sambil tersenyum.
Ia menuturkan, bahwa dirinya sama seperti mahasiswa IISMAVO lainnya, selama kegiatan di sini para dosen sangat terbantu Prof Benny Tjahjono, yang menyiapkan segala hal, seperti akomodasi, jadwal kegiatan, serta memandu setiap dosen dalam mengenal kota Coventry.
Semua pihak berharap dosen maupun mahasiswa yang mengikuti perkuliahan di Coventry University bisa memberikan pemahaman baru, inovasi dan strategi bagi mahasiswa dan tenaga pendidiknya, terkhusus di Politeknik Negeri Manado.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post