Talaud, Barta1.com – Dinas kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud terus berupaya dalam mencegah dan percepatan penurunan stunting, Sabtu (19/11/2024).
Melalui petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas, Dinkes Kabupaten Kepulauan Talaud melakukan Aksi 7 yaitu Pengukuran dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr. Kerry D. Monangin, M.E mengatakan, kegiatan 7 yang dilaksanakan sejak tanggal 7 – 22 November 2022 ini bertujuan untuk memvalidasi data pengukuran sebelum di publikasi.
“Hal ini dilakukan karena melihat dalam pengukuran data di bulan oktober belum maksimal karna kekurangan alat ukur Antropometri di setiap Puskesmas. Dan hasil validasi data pengukuran akan di publikasikan di bulan Desember 2022,” ungkapnya.
Monangin menerangkan, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Talaud dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting yaitu Pemberian tablet FE bagi remaja putri, ibu hamil, dan ibu Nifas.

Selain itu dilakukan Pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, Pelatihan petugas Gizi dan kader dalam pengolahan pemanfaatan produk lokal untuk pemberian makanan tambahan, Pemberian Obat Cacing untuk balita diatas 2 tahun, Pemicuan STBM, Pemberian susu dan vitamin bagi balita gizi kurang, Inovasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) memanfaatkan produk lokal, Konseling Ibu hamil mengenai Pemberian Makanan Bagi Ibu hamil dan manfaat Asi Esklusif dan Edukasi Asi Esklusif.
Sementara untuk penyebab Stunting, Monangin menjelaskan, hal ini terjadi karena Praktek pengasuhan yang tidak baik dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang kesehataan gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta sesudah melahirkan, Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care, Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas, Kurangnya akses ke makanan begizi dan Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi yang dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada anak.
Monangin juga membeberkan beberapa kendala yang dialami dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting ialah Kurangnya asupan gizi bagi ibu hamil dan bayi/balita, Kurangnya pengetahuan ibu dalam memberi makanan bergizi bagi bayi/balita, Kebiasaan/budaya memberi makan bayi di bawah 6 bulan, Kehamilan remaja yang meningkat di kabupaten Talaud, Pemberian ASI Esklusif masih sangat kurang, Sanitasi lingkungan kurang baik.
Lanjutnya, segi ekonomi pekerjaan orang tua yang menentukan pendapatan keluarga ikut berdampak pada kesehatan keluarga. Karena minimnya pengetahuan serta latar belakang pendidikan orang tua balita yang kurang memadai menjadi penyebab kurangnya kesadaran orang tua akan bahaya stunting pada anak.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post