Talaud, Barta1.com – Mendaki Gunung akan mengubah hidupmu 360 derajat. Demikian kata para pendaki saat berdiskusi seputar pendakian di Puncak Piapi.
Selain bisa merasakan keindahan langka di puncak gunung, mendaki gunung juga bisa melatih fisik dan mental. Tak hanya itu saja, sadarkah kamu bahwa mendaki gunung juga mengajarkan kita tentang filosofi hidup.
Gunung Piapi menyuguhkan pemandangan yang indah dan menawan. Meskipun membutuhkan tenaga extra menuju puncak dengan medannya yang ekstrim, tetapi para pendaki tetap menikmatinya. Rasa lelah pendaki terbayar dengan pesona alam sekitarnya.
Berada di ketinggian 864 meter dari permukaan laut, puncak Piapi kokoh layaknya menara pengintai dengan sudut pandang 360 derajat.
Tanah di gunung Piapi, pesisir timur laut Pulau, agak berbeda dari bagian lain Pulau karena terdiri dari batuan ultrabasa.
Di sini pohon-pohonnya kerdil dan lapisan bawahnya tidak berkembang baik, kecuali di bagian-bagian yang agak datar dan lebih basah.
Jenis-jenis yang ditemukan di sini antara lain Hutan Pandanus sp, Barringtonia sp, dan anggota dari Famili Euphorbiaceae dan Guttiferae.

* Sensasi Bermalam di Basecamp Tanah Merah.
Bermalam di basecamp diselimuti sejuknya udara gunung Piapi paling pas untuk melepas penat setelah seminggu beraktivitas.
Sensasi semilir angin turut mengiringi malam. Tidak hanya perasaan dingin udara, tetapi angin ini membuat sejuk pikiran saya.
Untuk menuju puncak Piapi, biasanya para pendaki rehat sejenak atau bermalam dengan mendirikan tenda di depan punggung gunung.
Jalur pendakian menuju puncak didominasi oleh trek bebatuan, ukuran jalan yang sempit dan tanjakan panjang. Tak heran jika pendaki harus bermalam di basecam untuk mengumpulkan tenaga.
Kabut tipis turun perlahan berpadu dengan hangatnya panas api unggun di tengah lingkaran sekelompok pendaki. Tak sedikit para pendaki yang merasa gantung ketika hanya 1 malam saja berada di atas tanah merah yang dipagari oleh santigi gunung.

* Sunrise Selepas Sunset
Tiap puncak gunung memiliki keindahan masing-masing. Berbeda dengan puncak gunung lainnya, Piapi memamerkan 2 keajaiban sang surya. Ibarat pertunjukan sulap, Sunset di sisi barat berganti Sunrise di ufuk timur.
Untuk tracking dari basecamp, kita membutuhkan waktu 2-3 jam untuk mencapai puncak .Jelang pukul lima, langit mulai menyembulkan gurat merahnya. Fajar sedang dalam perjalanan.
Kehidupan mulai menjalar perlahan. Beragam warna tenda terlihat semakin pekat di mata. Memiliki semburat yang berbeda, mentari perlahan-lahan keluar diantara sela-sela awan yang menutup sebagian muka bumi, perlahan membias ke langit.
Hamparan padang rumput yang luas akan memanjakan mata kita. Lelah setelah trekking panjang terasa hilang begitu dihadapkan dengan pemandangan Surya Kencana yang cantik.
Mentari sore memantul ke lautan, jingga yang menawan. Siluet alang – Alang menari di balik pepohan mengiringi irama dayung nelayan dan langkah petani pulang ke rumah.
“Atap Negeri Porodisa, fenomena sunrise dan sunsetnya memiliki cerita masing-masing.
Di puncak gunung kita bisa mengerti banyak hal termasuk bagaimana cara kita menemukan filosofi hidup,” ungkap Fesly Ambat, saat berada di Puncak Piapi.

* Mengintip Samudra Awan
Mendengar istilah samudera awan, banyak yang bertanya, adakah di Kepulauan Talaud?
Dimana fenomena itu bisa dilihat? Jawabnya singkat, di Puncak Piapi.
Sandy Tamila, pemuda yang hobinya menjelajahi alam bebas ini mengungkapkan pengalamannya saat menyaksikan keindahan samudera awan dari puncak Piapi.
“Pendakian pertama saya, ada rasa kecewa karena saat itu cuaca lagi hujan. Saat pendakian berikutnya, rasa penasaran itu terjawab oleh samudera awan di punggung Piapi,” tuturnya sambil memperlihatkan foto dokumentasi pendakian.
Bahkan, hamparan awan yang menggulung itu memiliki daya sihir yang kuat. Dengan ekspresi wajah yang antusias, ia menceritakan, perasaannya yang ingin tiap hari berada di puncak Piapi.
Sensasinya tak bisa diungkapkan lewat kata – kata. Pokoknya harus melihat langsung biar bisa menyaksikan keeksotisannya.
* Segarnya Air Penghilang Penat
Melintasi medan tanah yang terjal menanjak, pendaki dituntut berhati – hati, apalagi jika perjalanan dilakukan pada malam hari.
Gemericik air mengalir terdengar jelas dan keras dari pinggir jalan selama kurang lebih 1 jam perjalanan menuju basecamp. Udaranya segar memulihkan kembali pikiran serta menjernihkan akal yang dikuras. Suara percikan air yang menimpa bebatuan mengeluarkan bunyi merdu menenangkan hati.
Airnya jerni dan rasanya yang segar bisa langsung diminum untuk menghilangkan dahaga. Untuk menghilangkan rasa gerah, pendaki bisa berendam atau berdiri di titik jatuhnya air dari ketinggian batu.
“Sungguh mahakarya yang luar biasa. Alam menuntun dan memberitahu kita bahwa di sinilah tempat kita harus belajar bagaimana cara mensyukuri berkat Tuhan,” ucap Freyke Roberto, salah satu pendaki.
* Memandang Taman Langit
Saat bermalam di Gunung Piapi, kamu bisa menikmati keindahan city light atau taman langit. Mata yang lelah saat menjalani aktifitas selama sepekan akan kembali segar saat menatap langit dengan taburan bintang.
Layaknya magnet, Taman langit di puncak Piapi memiliki daya tarik yang kuat. Memanjakan pasang mata saat malam semakin tenggelam.
Biasanya, di sinilah para pendaki mengabadikan momen sambil menyeruput secangkir kopi. Kilau bintang seakan tak berkedip dan terus menggoda para pengagumnya.
Dari balik daun pohon, bulan memantulkan cahaya sambil berucap salam.
Bahkan beberapa pendaki mengatakan pemandangan taman langit bisa mengubur segala keraguan dan mengatasi ketakutan serta membantu mereka untuk bisa mencapai ketinggian baru.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post