• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Talaud

Eksotisnya Puncak Piapi, ”Candu” di Atap Negeri Porodisa

by Frets Evan
9 Desember 2022
in Talaud
0
Pendakian Gunung Piapi (Foto Ningsi Maariwuth).

Pendakian Gunung Piapi (Foto Ningsi Maariwuth).

0
SHARES
886
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Talaud, Barta1.com – Mendaki Gunung akan mengubah hidupmu 360 derajat. Demikian kata para pendaki saat berdiskusi seputar pendakian di Puncak Piapi.

Selain bisa merasakan keindahan langka di puncak gunung, mendaki gunung juga bisa melatih fisik dan mental. Tak hanya itu saja, sadarkah kamu bahwa mendaki gunung juga mengajarkan kita tentang filosofi hidup.

Gunung Piapi menyuguhkan pemandangan yang indah dan menawan. Meskipun membutuhkan tenaga extra menuju puncak dengan medannya yang ekstrim, tetapi para pendaki tetap menikmatinya. Rasa lelah pendaki terbayar dengan pesona alam sekitarnya.

Berada di ketinggian 864 meter dari permukaan laut, puncak Piapi kokoh layaknya menara pengintai dengan sudut pandang 360 derajat.

Tanah di gunung Piapi, pesisir timur laut Pulau, agak berbeda dari bagian lain Pulau karena terdiri dari batuan ultrabasa.

Di sini pohon-pohonnya kerdil dan lapisan bawahnya tidak berkembang baik, kecuali di bagian-bagian yang agak datar dan lebih basah.

Jenis-jenis yang ditemukan di sini antara lain Hutan Pandanus sp, Barringtonia sp, dan anggota dari Famili Euphorbiaceae dan Guttiferae.

Pendakian Gunung Piapi (FotoNingsi Maariwuth).
Pendakian Gunung Piapi (Foto Ningsi Maariwuth).

* Sensasi Bermalam di Basecamp Tanah Merah.
Bermalam di basecamp diselimuti sejuknya udara gunung Piapi paling pas untuk melepas penat setelah seminggu beraktivitas.

Sensasi semilir angin  turut mengiringi malam. Tidak hanya perasaan dingin udara, tetapi angin ini membuat sejuk pikiran saya.

Untuk menuju puncak Piapi, biasanya para pendaki  rehat sejenak atau bermalam dengan mendirikan tenda di depan punggung gunung.

Jalur pendakian menuju puncak didominasi oleh trek bebatuan, ukuran jalan yang sempit dan tanjakan panjang. Tak heran jika pendaki harus bermalam di basecam untuk mengumpulkan tenaga.

Kabut tipis turun perlahan berpadu dengan hangatnya panas api unggun di tengah lingkaran sekelompok pendaki. Tak sedikit para pendaki yang merasa gantung ketika hanya 1 malam saja berada di atas tanah merah yang dipagari oleh  santigi gunung.

Pendakian Gunung Piapi (Foto Ningsi Maariwuth).
Pemandangan di sisi timur Gunung Piapi (Foto Ningsi Maariwuth).

* Sunrise Selepas Sunset
Tiap puncak gunung memiliki keindahan masing-masing. Berbeda dengan puncak gunung lainnya, Piapi memamerkan 2 keajaiban sang surya. Ibarat pertunjukan sulap, Sunset di sisi barat berganti Sunrise di ufuk timur.

Untuk tracking dari basecamp, kita membutuhkan waktu 2-3 jam untuk  mencapai puncak .Jelang pukul lima, langit mulai menyembulkan gurat merahnya. Fajar sedang dalam perjalanan.

Kehidupan mulai menjalar perlahan. Beragam warna tenda terlihat semakin pekat di mata. Memiliki semburat yang berbeda, mentari perlahan-lahan keluar diantara sela-sela awan yang menutup sebagian muka bumi, perlahan membias ke langit.

Hamparan padang rumput yang luas akan memanjakan mata kita. Lelah setelah trekking panjang terasa hilang begitu dihadapkan dengan pemandangan Surya Kencana yang cantik.

Mentari sore memantul ke lautan, jingga yang menawan. Siluet alang – Alang menari di balik pepohan mengiringi irama dayung nelayan dan langkah petani pulang ke rumah.

“Atap Negeri Porodisa, fenomena sunrise dan sunsetnya memiliki cerita masing-masing.
Di puncak gunung kita bisa mengerti banyak hal termasuk bagaimana cara kita menemukan filosofi hidup,” ungkap Fesly Ambat, saat berada di Puncak Piapi.

Menjemput fajar dengan kibaran bendera Merah - Putih.
Menjemput fajar di Puncak Piapi dengan kibaran bendera Merah – Putih.

* Mengintip Samudra Awan
Mendengar istilah samudera awan, banyak yang bertanya, adakah di Kepulauan Talaud?

Dimana fenomena itu bisa dilihat? Jawabnya singkat, di Puncak Piapi.

Sandy Tamila, pemuda yang hobinya menjelajahi alam bebas ini mengungkapkan pengalamannya saat menyaksikan keindahan samudera awan dari puncak Piapi.

“Pendakian pertama saya, ada rasa kecewa karena saat itu cuaca lagi hujan. Saat pendakian berikutnya, rasa penasaran itu terjawab oleh samudera awan di punggung Piapi,” tuturnya sambil memperlihatkan foto dokumentasi pendakian.

Bahkan, hamparan awan yang menggulung itu memiliki daya sihir yang kuat. Dengan ekspresi wajah yang antusias, ia menceritakan, perasaannya yang ingin tiap hari berada di puncak Piapi.

Sensasinya tak bisa diungkapkan lewat kata – kata. Pokoknya harus melihat langsung biar bisa menyaksikan keeksotisannya.

* Segarnya Air Penghilang Penat
Melintasi medan tanah yang terjal menanjak, pendaki dituntut berhati – hati, apalagi jika perjalanan dilakukan pada malam hari.

Gemericik air mengalir terdengar jelas dan keras dari pinggir jalan selama kurang lebih 1 jam perjalanan menuju basecamp. Udaranya segar memulihkan kembali pikiran serta menjernihkan akal yang dikuras. Suara percikan air yang menimpa bebatuan mengeluarkan bunyi merdu menenangkan hati.

Airnya jerni dan rasanya yang segar bisa langsung diminum untuk menghilangkan dahaga. Untuk menghilangkan rasa gerah, pendaki bisa berendam atau berdiri di titik jatuhnya air dari ketinggian batu.

“Sungguh mahakarya yang luar biasa. Alam menuntun dan memberitahu kita bahwa di sinilah tempat kita harus belajar bagaimana cara mensyukuri berkat Tuhan,” ucap Freyke Roberto, salah satu pendaki.

* Memandang Taman Langit
Saat bermalam di Gunung Piapi, kamu bisa menikmati  keindahan city light atau taman langit. Mata yang lelah saat menjalani aktifitas selama sepekan akan kembali segar saat menatap langit dengan taburan  bintang.

Layaknya magnet,  Taman langit di puncak Piapi memiliki daya tarik yang kuat.  Memanjakan pasang mata  saat malam semakin tenggelam.

Biasanya, di sinilah para pendaki mengabadikan momen sambil menyeruput secangkir kopi. Kilau bintang seakan tak berkedip dan terus menggoda para pengagumnya.

Dari balik daun pohon, bulan memantulkan cahaya sambil  berucap salam.

Bahkan beberapa pendaki mengatakan pemandangan taman langit bisa mengubur segala keraguan dan mengatasi ketakutan serta membantu mereka untuk bisa mencapai ketinggian baru.

Peliput : Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: Alam TalaudEksotisGunung PiapiPendakian PiapiPesona TalaudPuncak Piapi
ADVERTISEMENT
Frets Evan

Frets Evan

Next Post
Agnes Sefaca Hida Bunga. (foto: Meikel/Barta1)

Agnes Sefaca Sulit Melupakan Bumi Nyiur Melambai

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Michael Thungari Serahkan Hewan Kurban di Embuhanga 25 Mei 2026
  • Berkomitmen Terus Melaju ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026 24 Mei 2026
  • Sudah Sebulan Lebih Dikabarkan Keluar Daerah Tanpa Izin, Kades Tule Utara Diduga Kuat Pergi Menambang Emas di Manokwari 24 Mei 2026
  • Adhyaksa FC Home Base di Manado Makin Kencang, Persma Legend Dukung 23 Mei 2026
  • Semangat Konservasi di Pantai Saidan, Artsas Family Edukasi dan Tanam Bibit Mangrove 23 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In