Tomohon, Barta1.com – Semarak warna-warni bunga kembali menghiasi sudut kota seiring bergulirnya ajang pariwisata kebanggaan Sulawesi Utara, Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026.
Di balik panggung megah dan parade kendaraan hias yang memukau ribuan pasang mata, terdapat kerja senyap namun krusial dari PT PLN (Persero) yang memastikan seluruh kemeriahan tersebut tersaji sempurna tanpa terputus aliran listrik sedetik pun.
Sebagai salah satu agenda wisata berskala internasional yang secara historis konsisten masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, TIFF bukan sekadar pesta bunga biasa.
Festival ini menjadi magnet andalan yang mampu menyedot puluhan ribu wisatawan domestik hingga mancanegara, serta mendongkrak perputaran roda ekonomi dan UMKM lokal secara masif.
Menyadari tingginya skala prioritas dan eksposur global dari acara tersebut, keandalan infrastruktur kelistrikan menjadi fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar bagi kelancaran operasional broadcasting, manajemen lalu lintas pengunjung, hingga tata cahaya panggung.
Mengawal hajatan besar ini, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado bersinergi kuat dengan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tomohon untuk menetapkan status siaga penuh. Sebanyak 20 personel teknis khusus diterjunkan langsung bak pasukan elite ke lapangan. Mereka diberikan mandat untuk mengamankan, memantau secara presisi, serta merespons secepat kilat terhadap segala dinamika kebutuhan kelistrikan selama festival berlangsung.
Demi merealisasikan komitmen layanan kelistrikan zero down time atau tanpa kedip, PLN tak mau mengambil risiko dengan merancang skema proteksi dan backup system berlapis di dua pusat urat nadi acara. Pada area GOR Babe Palar yang kerap menjadi episentrum perkumpulan massa, telah disiagakan satu unit mesin generator set (genset) berkapasitas 200 kVA.
Sementara itu, untuk pengamanan titik sangat krusial di Menara Alfa Omega, pengawalan diperketat melalui kombinasi Uninterruptible Power Supply (UPS) 100 kVA dan genset 200 kVA.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menilai kontribusi jajarannya dalam ajang strategis ini melampaui urusan teknis sekadar menyambung kabel. Menurutnya, pasokan energi yang stabil adalah instrumen utama pendorong daya saing sektor pariwisata sekaligus katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di bumi Nyiur Melambai.
“TIFF 2026 bukan sekadar ajang pariwisata, melainkan etalase potensi Sulawesi Utara di mata dunia. Oleh karena itu, PLN UID Suluttenggo berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkualitas tanpa kedip. Kami telah menginstruksikan seluruh tim di lapangan untuk bersiaga penuh guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sukses,” jelas Usman.
Tingkat kesiapsiagaan tinggi tersebut diimplementasikan melalui standardisasi operasional yang ketat jauh sebelum festival resmi dibuka. PLH Manager PLN UP3 Manado, Mohamad Nurhasan, menuturkan bahwa kesiapan personel maupun ketangguhan armada teknis telah melalui serangkaian uji kelayakan demi menutup sekecil apa pun celah potensi gangguan.
“Kami memastikan seluruh personel dan peralatan pendukung dalam kondisi prima. Backup system telah aktif di lokasi-lokasi utama untuk memitigasi risiko sekecil apa pun. Kami berharap seluruh rangkaian TIFF 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan memberi kesan mendalam bagi para pengunjung,” ujar Nurhasan.
Kerja keras dan pengawalan tanpa kompromi dari tim kelistrikan ini tak ayal menuai apresiasi manis dari pihak penyelenggara pameran. Ketua Panitia TIFF 2026 mengungkapkan kelegaannya atas jaminan keamanan energi yang diberikan demi menjaga reputasi internasional Kota Tomohon.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN UID Suluttenggo, khususnya PLN UP3 Manado dan ULP Tomohon. Kesiapsiagaan personel serta skema listrik cadangan di titik-titik strategis memberikan rasa aman dan tenang bagi panitia. Sinergi ini sangat berarti demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi para peserta, tamu negara, hingga wisatawan yang hadir,” ungkap Ketua Panitia TIFF 2026.
Komitmen pengamanan listrik ini rupanya tidak hanya terpusat pada lokasi acara utama semata. Selama masa siaga berlangsung, unit PLN juga terus melakukan pemantauan beban real-time serta patroli jaringan secara berkala ke sejumlah titik penyuplai. (**)
Editor: Ady Putong

Discussion about this post