Manado, Barta1.com – Sampah plastik bisa menyebabkan bencana bagi manusia, jika salah menempatkan. Namun, menjadi berkat jika tahu memposisikan. Begitupun dengan Iswanda Cicilian Garing (28), ibu dua anak ini menjadikan botol plastik bekas sebagai penunjang pendidikan dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Iswanda menyebut dirinya menjadikan botol plastik bekas sebagai usahanya sejak tahun 2018, dengan dibantu kedua anaknya Edward Hambali dan Edgard Hambali. “Dengan hasil botol bekas, saya mendapatkan keuntungan sebesar Rp.800.000 hingga Rp.1.000.000 dengan waktu 2 Minggu,” jelasnya ke Barta1.com, Senin (27/06/2022) lalu.
Iswanda Cicilian Garing dan keluarga bertempat tinggal di Kelurahan Kairagi 1, Lingkungan 1 menyebutkan hasil penjualan botol plastik bisa membantu kebutuhan pendidikan anak saya, dan kebutuhan makan sehari-hari.
“Mencari, mengumpulkan, dan memasarkan botol plastik bekas tidak memakan modal yang besar. Kita hanya cukup mengumpulkan botol plastik dari tempat sampah, maupun tempat umum,” ungkapnya.
Anak ke 2 dari 4 bersaudara, dari pasangan sederhana Goan Garing dan Destrintje Makatanging ini mengatakan, dirinya mengumpulkan botol plastik bekas sebanyak 2 karung perharinya, atau berat 5 Kg.
“Jika terkumpul 100 karung dengan berat 400 Kg, maka pihak pengusaha dari tempat pembuangan akhir (TPA) Sumompo akan langsung ke Rumah, dan mengambil botol yang sudah saya packing di karung,” terang perempuan kelahiran Manado, 8 Mei 1994 ini.
“Botol plastik bekas yang sering saya temukan dan jual itu, bermerek Aqua dan Ake. Buat teman-teman jika ada botol plastik bekas jangan dibuang, mohon dikumpulkan saja karena itu bernilai uang,” imbuhnya.
“Jangan malu menjadi pengepul botol plastik, jangan takut kotor selama pekerjaan kita halal,” tutur istri Jovan Hambali sembari menyebut usahanya bagian dari menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post