Sangihe, Barta1.com – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kominfo, akan mengalihkan Siaran TV Analog ke TV Digital atau yang disebut Analog Swift Off, di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Program ini bertujuan memberikan siaran televisi yang berkualitas tinggi kepada masyarakat secara gratis. Kualitas dalam artian bersh gambarnya, jernih suaranya, dan canggih tekhnologinya. Hal lainnya juga dengan adanya TV digital, masyarakat di wilayah perbatasan tidak ketinggalan informasi.
Dengan keuntungan-keuntungan yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Seperti peningkatan sinyal jaringan telekomunikasi dan internet, menciptakan TV lokal atau TV komunitas di setiap daerahnya yang bertujuan mengangkat kearifan dan budaya lokal sehingga dapat diketahui oleh khalayak ramai.
Terkait Peralihan TV Analog ke TV digital, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih banyak yang belum mengetahuinya. Dan untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, telah melakukan sosialisasi ASO di Kampung Petta Kecamatan Tabukan Utara tanggal 23 Maret 2022.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe Zigfrid Harikatang megatakan, jika Kabupaten Kepulauan Sangihe siap menyambut Program ASO (Analog Swift Off) dari Kemenkominfo RI. Menurut dia direncanakan pihak Bhakti Kominfo akan membangun 10 tower di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Kita siap menyambut program Analog Swift Off atau peralihan TV Analog ke TV Digital. Namun terkait hal tersebut pemerintah daerah berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur. Dimulai dengan pembangunan tower di wilayah yang jaringan atau sinyalnya lemah. Kemudian di daerah pulau-pulau yang sudah ada tower ditingkatkan kapasitas jaringannya,” ujarnya belum lama ini.
“Dari Bhakti Kominfo belum lama ini sudah turun melihat langsung, dan akan ditindaklanjuti ke Pulau Marore setelah lebaran. Selanjutnya pengembangan sumber daya manusia untuk mengelola kegiatan yang akan dilaksanakan, dan nantinya akan diikuti dengan pelatihan-pelatihan. Karena kita akan mengarah ke BUMDes kedepannya,” sambung Harikatang.
Sementara itu Kabid e-Goferment Diskominfo Sangihe Yermias Bukasiang ST menyampaikan kondisi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dimana masih banyak masyarakat mempunyai TV yang belum mendukung siaran TV digital. Sehingga diperlukan alat perubah sinyal atau biasa di sebut Set Top Box (STB).
“Set Top Box (STB) ini semacam modem yang merubah sistem TV analog ke TV digital. Nah kalau TV yang dulu-dulu itu yang TV tabung kan, biasanya itu masih analog. Jadi dengan STB tadi, TV tabung kita bisa beralih ke TV digital. Cara pemasangannya juga gampang kok. Tapi, di Kabupaten Kepulauan Sangihe juga sudah banyak yang memakai TV LED, dan hampir rata-rata TV tersebut sudah mendukung ke TV digital, serta tidak perlu lagi memakai STB,” katanya.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post