Manado, Barta1.com — Sekolah tinggi ilmu pariwisata (STIP) Manado tahun 2021 ini telah mendapatkan dana hibah terkait program gerakan nasional revolusi mental (GNRM) dari Kementerian Koordinator Pembangunan manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), yang bekerja sama dengan Forum Rektor Indonesia (FRI). Diketahui, dana hibah diterima setiap perguruan tinggi yang dinilai terbaik dan lulus proposalnya.
“Yang ikut program GNRM Kemenko PMK dengan FRI sebanyak 189 proposal pengusul dari 109 perguruan tinggi Se-Indonesia , dan sebanyak 55 proposal berhasil lulus untuk didanai, salah satunya kami, STIP Manado,” ungkap koordinator program GNRM STIP Manado, Dr Dra Sri Martini MHum kepada Barta1.com, Sabtu (17/07/2021).
Proposal yang lulus berjudul ‘Pelatihan wirausaha untuk menciptakan bisnis startup bagi pemuda putus sekolah di Desa Laikit Kecamatan Dimembe.’
Dari sekian perguruan tinggi di Indonesia, STIP Manado salah satu di Sulut yang mendapatkan dana hibah.
“Sekali lagi dengan rasa syukur kami, bahwa perguruan tinggi yang ada di Sulut, kami satu-satunya perguruan tinggi yang mendapatkan dana hibah dari program GNRM, dan program ini sangat cocok dengan Desa Laikit karena desa tersebut sangat terdampak pandemi Covid-19 sehingga banyak pemuda-pemudi tidak melanjutkan pendidikannya,” tutur Martini.
Pada program GNRM, STIP Manado rencananya melibatkan pemuda-pemudi putus sekolah dan ibu rumah tangga.
“Kami akan melaksanakan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Laikit , dengan melibatkan pemuda-pemudi yang putus sekolah, ibu rumah tangga yang pernah ada usaha kecil namun terhenti akibat pandemi, itu yang akan kami libatkan. Adapun yang akan diberikan berupa sosialisasi, pelatihan mengenai produk olahan makanan, packing produk agar terlihat indah dan higienis sehingga dapat menghasilkan tambahan pendapatan keluarga di situasi Covid-19,” ucapnya.
Martini berharap, dengan adaya program pengabdian kepada masyarakat ini, bisa mengubah perilaku masyarakat setempat ditengah pandemi Cavid-19.
“Saya berharap dengan adanya program pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai sosialisasi hingga pelatihan, bisa mengubah perilaku hidup masyarakat setempat di tengah pandemi ini,” kata dia lagi. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post