Bolsel, Barta1.com — Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) menjadi daerah ketiga di Sulawesi Utara, setelah Minahasa Utara dan Sangihe, yang dinyatakan nihil kasus positif Covid-19. Upaya pemerintah daerah melakukan penegakkan protokol kesehatan diyakini menjadi kesuksesan Bolsel menekan kurva kasus tersebut terus melandai.
Minggu (30/05/2021) pagi situs corona.sulutprov.go.id milik Pemprov Sulut menyatakan, sejak tahun lalu ada 82 kasus aktif Covid-19 di Bolsel. Angka kesembuhannya pun relatif tinggi, mencapai 79 kasus. Namun hari ini tidak ada lagi pertambahan kasus maupun pasien terkonfirmasi yang masih dirawat.
Salah satu upaya pemerintah daerah menekan laju pertambahan kasus adalah lewat pembatasan ketat di berbagai titik aktivitas yang memungkinkan terjadi kepadatan manusia. Salah satunya objek wisata.
Seperti halnya pada perayaan Idul Fitri Mei 2021 ini, otoritas berwenang melakukan pengecekkan di 19 destinasi wisata, memastikan agar tak ada kerumunan besar di sana.
“Biar objek wisata dibuka tapi kita ingin pastikan tidak terjadi tumpukan, pengunjung juga harus patih protokol kesehatan supaya tidak timbul klaster baru,” tegas Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Bolsel, Wahyudin Kadullah, baru-baru.
Kewajiban pengunjung di destinasi wisata adalah memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Hal mana menurut Wahyudin tidak ada dispensasi untuk protokol ini. Apalagi Prokes Covid-19 sudah mengacu pada payung hukum jelas.
“Jadi kami himbau pengelola objek wisata untuk mematuhi hal ini dan melarang adanya kerumunan yang signifikan dalam satu lokasi,” cetus dia. (*)
Editor: Ferdinand L. Putong


Discussion about this post