Manado, Barta1.com – Manajemen Persipura Jayapura terhitung, Rabu (6/1/2021) memutuskan menghentikan seluruh aktifitas tim Mutiara Hitam.
“Situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh ofisial,” ujar Ketua Umum, Benhur Tomi Mano, melalui media ofisial, Evert, Kamis (7/1/2021).
Ia menyebutkan, hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu 5 miliar. Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan Maret 2020 lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT. Freeport, Kuku Bima, dan Anggaran dari Manajemen. “Walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial,” katanya.
Manajemen sangat menyayangkan situasi ini. Padahal Persipura punya kesempatan untuk berlaga di AFC CUP 2021, namun tidak mungkin memaksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial.
“Kami juga kaget dengan kepastian Bank Papua yang tidak bersedia membayar sisa kontrak. Padahal kami dengar yang disampaikan oleh Komisaris Utama adalah akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura walaupun kompetisi tidak berjalan. Tapi ternyata tidak bisa dibayarkan,” kata Mano.
Pihaknya sebenarnya sudah beberapa kali meminta kejelasan dan kepastian dari Bank Papua, tetapi baru hari ini mereka nyatakan tidak membayar. “Seandainya sejak awal disampaikan mungkin kita akan mencari jalan lain sebagai solusi. Jadi selama ini kita digantung-gantung terus untuk sesuatu yang ternyata tidak jelas, kita di PHP berbulan-bulan,” ujarnya.
Dengan adanya surat Bank Papua berarti manajemen tidak lagi punya sumber dana untuk beraktifitas, dan kita semua tahu bagaimana menurunnya ekonomi selama pandemi Covid, sehingga kemampuan kita secara finansial juga menurun.
Apalagi ada kewajiban untuk tetap membayar gaji seluruh personil tim. Jadi setelah menerima surat dari Bank Papua tadi, kami langsung rapat manajemen dan diputuskan untuk hentikan seluruh aktifitas tim. Selama ini tim tetap berlatih secara virtual, tetapi sejak saat ini, semua kegiatan dihentikan, sampai kapan? Sampai kita dapat dukungan sponsor yang jelas dan pasti,” kata Mano yang juga Wali Kota Jayapura.
Manajemen Persipura menyampaikan berterimakasih kepada Bank Papua atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini, semoga ada kesempatan lagi untuk kerjasama nantinya. “Terima kasih juga kepada PT. Freeport Indonesia dan Kuku Bima, yang telah melunasi dan membayar seluruh nilai kontrak sesuai perjanjian kerjasama yang ditandatangani. Semoga kita tetap bisa bekerjasama lagi sebagai bentuk komitmen kita untuk membina anak-anak Papua melalui sepakbola, dan tetap bantu kami untuk mengangkat harkat dan martabat orang Papua,” bebernya.
Untuk semua pecinta Persipura Jayapura dimana saja berada, mohon dukungan doa agar manajemen dapat berusaha mendapatkan dukungan yang jelas dan pasti. “Kita tetap akan berusaha keras, semoga Tuhan Yesus kasih jalan terbaik buat kami,” pungkasnya.
Penulis : Agustinus Hari


Discussion about this post