- IXT. SEKOLAH DASAR MODOINDING– SIANG
Murid-murid Sekolah Dasar Modoinding tampak mulai berdatangan pagi itu. Kakas, Bare dan Inyo juga terlihat sedang memasuki gerbang sekolah. Tak berapa lama, muncul Pingkan menyongsong mereka.
PINGKAN:
Kakas. Ngana Kepsek pangge menghadap
padepe ruangan.
(Kakas. Kamu dipanggil Kepala Sekolah
ke ruangannya.)
KAKAS:
Betul?
PINGKAN:
Iya.
Kakas langsung beranjak menuju ruangan Kepala Sekolah.
- INT. RUANG KEPSEK SEKOLAH DASAR MODOINDING– SIANG
Kepala Sekolah sedang menulis sesuatu di bukunya yang terletak di atas meja ketika Kakas masuk ke ruangannya.
KAKAS:
Selamat pagi Pak.
Kepala sekolah berhenti menulis, lalu menyambut Kakas.
KEPALA SEKOLAH:
Selamat pagi. Kakas duduklah.
Kakas duduk di kursi di depan meja Kepala Sekolah.
KEPALA SEKOLAH:
Bapak sudah bicara dengan Kepala Desa,
mengenai Gubuk Baca milik kamu.
KAKAS:
Maksudnya apa Pak?
KEPALA SEKOLAH:
Sekolah dan pemerintah desa, akan
membantu membangun Gubuk Baca milikmu.
Kalau kau setuju, selain memberikan tambahan
koleksi buku, kami akan mencoba memesan rumah
kayu Minahasa untuk mengganti gubuk yang kamu pakai.
KAKAS:
Saya sangat setuju Pak.
KEPALA SEKOLAH:
Baguslah. Berarti kami akan segera pesan
rumah kayu itu. Tidak lama pengerjaannya.
Nanti ada peresmiannya oleh Kepala Desa.
Jadi kamu siapkan beberapa atraksi seni
untuk peresmian itu.
KAKAS:
Iya Pak.
KEPALA SEKOLAH:
Bapak sebagai kepala sekolah ini, sangat
bangga dengan kamu. Anak sekecil kamu
sudah punya ide luar biasa membangun taman
baca untuk anak-anak di desa ini.
Terus semangat ya.
KAKAS:
Iya Pak.
KEPALA SEKOLAH:
Sudah. Kembali ke kelas.
Kakas beranjak meninggalkan ruang Kepala Sekolah.
- EXT. GUBUK BACA TAK JAUH DARI AREA PERKEBUNAN— SORE
Bare, Inyo, Pinkan, dan Singkop tampak lagi membaca sambil menanti kedatangan Kakas untuk membicarakan berbagai persiapan peresmian gubuk baca.
INYO:
Pe lama le ni Kakas.
(Aduh lama sekali si Kakas.)
PINGKAN:
Sabar jo kwa. Mo pi mana so ngana?
(Sabarlah. Emangnya kau mau kemana?)
INYO:
Mo pigi mandi kuala.
(Mau mandi di sungai.)
BARE:
Nanti jo kwa waktu laeng torang sama-sama.
(Nanti diwaktu lainlah kita sama-sama.)
Tak jauh, tampak Kakas sedang berjalan menuju gubuk baca.
SINGKOP:
Napa Kakas so kamari.
(Nah itu Kakas datang.)
Setelah sampai, Kakas langsung memimpin rapat sambil duduk dibangku.
KAKAS:
Teman-teman…
Kades dan Kepsek mengatakan, rencananya mungkin dua
mingggu depan, para pekerja akan datang memasang rumah
panggung di tempat ini. Jadi kita semua harus tingkatkan
latihan segala atraksi seni yang sudah kita persiapkan.
Saya minta semua teman-teman semangat.
INYO:
Jadi dorang so pasti mo bantu ini tampa?
(Jadi mereka sudah pasti membantu gubuk baca ini?)
KAKAS:
Kepsek deng Kades mana mo ba dusta.
(Kepsek dan Kades mana akan berdusta.)
Inyo tiba-tiba berdiri dan berteriak sambil berlari-lari gembira ke arah jalan kebun.
INYO:
Hore… hore… horeee…
Saking gembiranya, Inyo kemudian terpeleset dan terjerembab ke tanah.
Semua tertawa terpingkal-pingkal melihat Inyo.
- EXT. TEMPAT LATIHAN TARI —SORE
Di sebuah tempat latihan tari. Anak-anak desa Modoinding sedang latihan menari. Pingkan sebagai penanggung jawab atraksi tarian untuk persiapan peresmian Gubuk Baca juga tampak di sana. - EXT. TEMPAT LATIHAN KABASARAN—SORE
Di sebuah tempat latihan Kabasaran. Kakas, Inyo, Singkop, Bare dan beberapa anak lainnya sedang berlatih tarian kabasaran dengan serius. - EXT. DI AREAL PERKEBUNAN SAYUR MODOINDING — SORE
Langit senja telah menguning petanda sebentar gelap tiba. Di tengah alam perkebunan yang indah itu, tampak Kakas, Bare, Pingkan, Singkop, Inyo, dan beberapa anak lainnya, sambil memikul masing-masing seikat sayuran mereka berjalan di pematang kebun seperti berbaris menuju tepi jalan . Mereka nampak gembira dan menikmatinya. - INT. SEKOLAH DASAR MODOINDING– SIANG
Di ruang kelas VI, ibu guru wali kelas tampak sedang melatih murid-murid menyanyikan sebuah lagu berjudul: Desaku Yang Kucinta
Lirik Lagu Nasional Desaku Yang Kucinta
Ciptaan : L.manik
Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai
- EXT. KEBUN JANGUNG MILIK SINGKOP—SIANG
Area perkebunan jagung yang terhampar luas. Inyo dan Singkop tampak lagi asyik memetik jangung muda untuk dibawa ke Gubuk Baca siang itu. Mereka rencananya akan membakar jagung muda di sana, sambil membahas segala perkembangan persiapan peresmian Gubuk Baca bersama teman-teman mereka.
INYO:
Singkop, ngana pe papa ndak marah
kalau mo ambe banya?
(Singkop, ayahmu tidak akan marah
Kalau mengambil banyak?)
SINGKOP:
Doh, ini milu pe banya bagini
momarah apeleh, Tarapu joh!
(Wah, tanaman jagung sebanyak ini
Mana mungkin di marah. Hajar saja!)
INYO:
Soalnya Bare deng Kakas pang makang milu.
Sama deng kuda dong dua.
(Soalnya Bure dan Kakas pemakan jagung.
Seperti kuda mereka berdua.)

Discussion about this post