• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Contoh Scenario Film Cerita Untuk Anak

by Ady Putong
17 Oktober 2020
in Edukasi
0
0
SHARES
333
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Singkop dan Inyo tertawa. Tak berapa lama, tas mereka bawa sudah cukup terisi.

INYO:
So boleh jo stou kang?
(Barangkali sudah cukup ya?)

SINGKOP:
Oke. Nyabut jo dang!
(Oke. Mari pergi)

Inyo dan Singkop beranjak pergi dari kebun jangung itu sambil menyanyikan sebuah lagu dan sesekali berkelakar.

  1. EXT. BERANDA RUMAH KAKAS – SIANG
    Di beranda rumah Kakas. Bare dan Pingkan lagi menunggu Kakas berkemas. Tak berapa lama, Bang Garbo dengan motornya masuk dari arah pintu halaman. Setelah memarkir motornya, Bang Garbo mendekati Bare dan Pingkan.

BANG GARBO:
Kakas ada ya?

PINGKAN:
Ada bang. Lagi basadia.
(Ada bang. Lagi berkemas.)

BANG GARBO:
Emangnya ngoni mo pi mana?
(Emangnya kalian mau ke mana?)

BARE:
Mo ka gubuk baca bang.
Abang da perlu pa Kakas?
(Ke gubuk baca bang.
Abang ada perlu sama Kakas?)

BANG GARBO:
Iyo.
(Iya)

Pingkan masuk ke dalam rumah memanggil Kakas. Tak berapa lama Kakas dan Pingkan keluar.

KAKAS:
Bang Garbo. Ada perlu pa kita?
(Bang Garbo. Ada perlu sama saya?)

BANG GARBO:
Iyo. Ndak lama.
(Iya. Tidak lama.)

Bang Garbo mengajak Kakas agak menjauh sedikit dari beranda. Dari beranda, Pingkan dan Bare memperhatikan percakapan Bang Garbo dan Kakas tapi tak mendengar isi percakapan mereka. Tak berapa lama Bang Garbo berjalan ke motornya, lalu pergi dengan motornya. Sementara wajah Kakas tiba-tiba terlihat sedih. Sesaat kemudian Kakas berjalan mendekati kedua sahabatnya, lalu duduk di sebuah kursi dalam keadaan sedih dan lemas.

PINGKAN:
Ada apa Kas?

KAKAS:
Reumanen…

PINGKAN:
Kiapa Reumanen?
(Kenapa Reumanen?)

KAKAS:
Dia so meninggal
Dia so pigi kase tinggal pa torang.
(Dia meninggal.
Dia sudah pergi meninggalkan kita)

BARE:
Haa…

Mereka bertiga kemudian tertunduk dan tenggelam dalam kesedihan.

  1. EXT. GUBUK BACA TAK JAUH DARI AREA PERKEBUNAN— SORE
    Di belakang Gubuk Baca, Inyo dan Singkop sedang bersiap-siap membuat api untuk membakar jagung mudah. Namun karena kayu bakar yang tersedia hanya sedikit, Inyo meminta Singkop pergi mencari tambahan kayu bakar.

INYO:
Singkop, tu milu yang mo bakar banya,
mar ni kayu cuma sadiki, ngana pi cari
tambah dang. Nanti kita yang bekeng api.
(Singkop, jagung yang akan dibakar banyak,
tapi kayu ini tidak cukup, pergilah cari
tambahannya. Nanti aku yang nyalakan api.)

SINGKOP:
Oke.

Singkop beranjak pergi, sementara Inyo menata kayu bakar, kemudian menyalakan perapian. Tak berapa lama, perapian itu pun menyala. Inyo kemudian berjalan ke depan Gubuk Baca mengambil tas yang berisi jagung di atas sebuah bangku. Saat kembali ke belakang Gubuk Baca, Inyo melihat
api telah menjalar lewat rumput kering dan merayap ke gundukan rumput di dekat dinding Gubuk Baca. Inyo mendadak panik. Setelah melempar tas jagung ke tanah, Inyo berlari ke depan gubuk memanggil Singkop yang sedang mengambil tambahan kayu bakar tak jauh dari gubuk baca.

INYO:
(Berteriak)
Singkop…Singkop. Tolong…

Singkop menoleh. Singkop melihat api mulai naik ke atap belakang Gubuk Baca, sementara asap tebal mulai mengepul. Singkop berlari cepat mendekati Inyo. Keduanya nampak sangat panik.

INYO:
Pergi minta pertolongan!

Singkop langsung berlari ke arah jalan sambil berteriak minta tolong.

SINGKOP:
Tolong… tolong… kebakaran.

Di tengah asap yang mulai merayap ke mana-mana, Inyo mulai berjuang menyelamatkan buku-buku dari dalam Gubuk Baca.

  1. EXT. PERKAMPUNGAN TAK JAUH DARI GUBUK BACA — SORE
    Di ujung jalan perkampungan, tampak Singkop teriak-teriak minta tolong.

SINGKOP:
Tolong… tolong… kebakaran.
Tolong… tolong… kebakaran.

Mendengar suara Singkop, orang-orang pun mulai berhamburan keluar dari rumah masing-masing, lalu berlari ke jalan menuju Gubuk Baca. Dari jauh, orang-orang melihat, api telah melalap Gubuk Baca itu.

  1. INT. RUANG KELUARGA RUMAH KAKAS – MALAM
    Di meja belajarnya, tampak Kakas sedang menulis sesuatu di selembar kertas. Suasana hatinya sangat sedih menghadapi dua kejadian memilukan sekaligus: Meninggalnya Reumanen dan Gubuk Baca yang terbakar. Sementara ia berusaha terus menulis, air matanya menetes di atas kertas. Sejenak ia berhenti menulis dan langsung menangis terseduh-seduh, sambil sesekali memukul-mukul menjanya, karena tak mampu menahan kesedihannya.

Setelah mampu menguasai kesedihannya, ia kembali menulis. Seusai menulis, ia melipat-lipat kertas itu hingga membentuk sebuah perahu kertas.

  1. EXT. SEKOLAH DASAR MODOINDING– SIANG
    Di sebuah tempat duduk di halaman Sekolah Dasar Modoinding. Tampak Pingkan, Bare, dan Singkop sedang bercakap-cakap. Wajah mereka terlihat khawatir.

PINGKAN:
Keadaan Inyo bagaimana Kop?

SINGKOP:
Dia mengalami luka bakar.
Kini dia dirawat di Rumah Sakit Kabupaten.

BARE:
Kasihan juga Inyo.
Mar kitaleh ndak bisa bayangkan,
bagaimana Kakas pe perasaan saat ini.
(Kasihan juga Inyo.
Tapi aku juga tak bisa membayangkan,
bagaimana perasaan Kakas saat ini.)

PINGKAN:
Kakas pasti sangat terpukul, Bare.

BARE:
Torang musti bekeng dia semangat ulang.
(Kita harus bikin dia bersemangat lagi.)

SINGKOP:
Tapi banyak buku ikut terbakar Bare.
Sementara, Reumanen yang banyak menyumbang
buku ke Gubuk Baca kita telah meninggal.

BARE:
Kita bertiga harus punya cara
agar mendapatkan buku bacaan lagi.

PINGKAN:
Bagaimana kalau kita minta bantuan
keluarga kita yang ada di luar daerah.
Mereka pasti punya banyak buku bacaan
atau majalah bekas.

BARE:
Itu ide bagus. Sepakat.

SINGKOP:
Sepakat!

Lonceng sekolah berbunyi petanda jam istirahat selesai. Para murid kembali ke kelas.

  1. EXT. GUBUK BACA YANG TELAH TERBAKAR— SIANG
    Kakas siang itu tampak sedang berjalan menuju Gubuk Baca yang telah terbakar. Kesedihan masih lekat di wajahnya. Sesampainya, ia melihat reruntuhan gubuk, abu bekas bakaran. Buku-buku yang masih terselamatkan di tumpuk di atas bangku-bangku, ditutupi ferlak. Sesaat ia memeriksa sisa-sisa buku yang terselamatkan. Hetinya kian sedih. Kakas kemudian duduk di sebuah bangku. Pandangannya jauh melayang ke hamparan kebun sayur.

FLASH BACK 3

  1. EXT. GUBUK BACA BARU AKAN DIBANGUN— SIANG
    Dengan berdiri di sebuah tangga, tampak Kakas sedang memasang atap daun rumbia di gubuk baca yang sedang ia bangun. Sesaat setelah ia turun, Kakas terpeleset dari tangga dan terjerembab ke tanah. Ia nampak kesakitan tapi tak mau menyerah. Kendati kakinya agak sakit ia kembali bangkit mengangkat tangga untuk dipindahkan ke sisi lain, lalu kembali bekerja.

FLASH BACK 4

  1. INT. RUANG KELUARGA RUMAH KAKAS – MALAM
    Nampak Kakas memecahkan tabungannya lalu menghitung isi tabungan itu.
    Ibu Sendi yang melihat Kakas memecahkan tabungan bertanya.

IBU SENDI:
For apa doi itu Kakas?
(Untuk apa uangmu itu Kakas?)

KAKAS:
Beso kita mo ka Manado.
Kita mo beli buku deng majalah bekas di Jalng Roda Ma
(Besok aku ke Manado.
Aku mau beli buku dan majalah bekas di Jalan Roda Bu.)

FLASH BACK 5

  1. EXT. GUBUK BACA TAK JAUH DARI AREA PERKEBUNAN— SORE
    (Idem SC 05)
    Om Dure, ayah Kakas dengan wajah yang agak marah.

OM DURE:
Ngana barenti job baca buku. Ngana pi balajar
Bekeng kobong. Fo apa ngana bekeng ini tampa babaca ini.
Itu samua ndak ada guna Kakas. Ngana pe bacaan ndak mo bekeng
sayor-sayor itu bartumbuh. Ngana musti balajar ba kobong,
babanting tulang ba pacol itu tanah,
baru itu sayor-sayor mo bartumbuh.
(Kamu berhentilah membaca buku. Kamu harus belajar
mengolah kebun. Untuk apa kamu bikin gubuk baca ini.
Itu semua tak ada gunanya Kakas. Bacaanmu tak membuat
sayur-sayur itu tumbuh. Kamu harus belajar berkebun,
membanting tulang mengolah tanah,
baru sayur-sayur itu tumbuh.)

FLASH BACK 6

  1. INT. RUANG KEPSEK SEKOLAH DASAR MODOINDING– SIANG
    (Idem SC 21)
    Kepala Sekolah sedang bicara dengan Kakas.

KEPALA SEKOLAH:
Bapak sebagai kepala sekolah ini, sangat
bangga dengan kamu. Anak sekecil kamu
sudah punya ide luar biasa membangun taman
baca untuk anak-anak di desa ini.
Terus semangat ya.

Kembali ke SC 33
Kakas kembali tersadar dari lamunannya. Setelah menatap bentangan kebun sayur yang luas. Ia kemudian berjalan menelusuri jalan kecil di area kebun sayur membawa semua perasaan silih berganti dalam hatinya.

  1. EXT. DI AREAL PERKEBUNAN SAYUR MODOINDING — SORE
    Hari sudah menjelang sore. Di areal perkebunan sayur yang luas dan menghijau itu tampak Kakas sedang berjalan sendiri sambil merenungi segala kejadian yang baru saja menimpanya. (VISUAL KAKAS SEDANG BERJALAN DI AREA KEBUN SAYAUR INI DIIRINGI SUARA HATINYA)

KAKAS: (SO)
Bagaimana kita boleh ba langkah.
Bagaimana kita boleh lari atau tarbang tinggi.
Samua jalang depe ujung dapa lia pe jaoh skali
Susah kita mo pigi, susah kita mo dapa.
(Bagaimana aku bisa melangkah.
Bagaimana aku bisa berlari atau terbang tinggi.
Semua jalan seakan ujung terjauh.
Sulit kutempu, sulit kuraih.)

  1. INT. RUANG DAPUR RUMAH KAKAS – SORE
    Di ruang dapur itu tampak Kakas sedang makan di meja makan. Tak berapa lama Ibu Sendi muncul dari pintu dapur. Ibu Sendi baru pulang dari kebun sambil membawa peralatan kebun dan seikat sayur untuk keperluan masak. Sambil melepaskan bawaannya di sebuah bangku Ibu Sendi bicara kepada Kakas.

IBU SENDI:
Ngana da pimana satu hari ini Kas?
Mama tahu ngana ada hadapi masalah.
Mar ngana jangang sampe kase tinggal tu skolah.
(Kamu ke mana saja seharian ini Kas?
Ibu tahu kau sedang menghadapi masalah.
Tapi kau jangan sampai meninggalkan sekolah.)

KAKAS:
Maafkan Kakas Ma. Kakas cuma pi
kase ilang Kakas pe galau ma.
(Maafkan Kakas Bu. Kakas hanya pergi
melepaskan semua yang Kakas pikirkan.)

IBU SENDI:
Tadi siang, ngana pe wali kelas ada datang ka rumah,
baku dapa deng mama. Ngana pe guru itu minta ngana
musti datang ka skolah eso.
(Tadi siang, Wali Kelasmu datang ke rumah,
menemui ibu. Gurumu itu meminta kau
harus datang ke sekolah esok.)

KAKAS:
Iyo ma, Kaka mo pi skolah beso.
(Iya bu, Kakas akan masuk sekolah esok.)

IBU SENDI:
Ngana musti blajar baku rako deng masalah.
Karena cuma deng baku mangada,
Ngana baru dapa depe jalang kaluar.
(Kau harus belajar menghadapi masalah.
Karena hanya dengan menghadapinya,
kau akan dapat jalan keluar.)

Kakas mengangguk mendengar wejangan ibunnya.

  1. INT. SEKOLAH DASAR MODOINDING– PAGI
    Bel sekolah sebagai tanda masuk telah berbunyi. Para siswa mulai memasuki kelas masing-masing. Namun ruang kelas VI masih kosong saat Kakas masuk ke kelas itu. Tak berapa lama setelah Kakas duduk di kursinya, ibu guru wali kelas menyusulnya masuk. Setelah meletakkan buku bahan mengajar di meja, ibu guru bicara kepada Kakas.

IBU GURU:
Kenapa tidak masuk sekolah kemarin Kakas.

KAKAS:
Maafkan Kakas bu Guru.

IBU GURU:
Ya sudah. Tapi lain kali tidak boleh begitu.
Sekolah punya aturan, agar siswa disiplin.
Kali ini ibu maafkan.

KAKAS:
Terima kasih bu.

IBU GURU:
Ibu paham apa yang kau alami.
Kehilangan Gubuk Baca yang kau bangun,
dan kehilangan seorang teman baik, bukan hal
yang mudah bagi siapa pun. Ibu mau tanya,
apa kau merasa ditinggalkan sendiri hari ini?
Tidak Kakas!

Barta1.Com
Page 5 of 6
Prev1...456Next
Tags: contoh skenario film anakcontoh skrenario filmfilm anakiverdixon tinungki
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Foto bersama saat pencanangan penanaman 1.000 pohon jagung (Foto Evan/Barta1)

Pencanangan Penanaman Jagung, ini Kata Camat Beo Selatan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Fasilitasi Perdamaian Dua Kelompok Pemuda di Kota Bitung 1 Mei 2026
  • Nobar “Pesta Babi” di Manado: Cermin Luka Papua, Alarm bagi Sulawesi Utara 1 Mei 2026
  • Polres Bitung Amankan Pelepasan Jamaah Haji dengan Pelayanan Terbaik 1 Mei 2026
  • May Day 2026, Hengky Honandar: Momentum Perkuat Dialog Tripartit dan Lindungi Hak Buruh 1 Mei 2026
  • Ajang Talenta SMP 2026, Ruang Pembinaan Prestasi dan Karakter Siswa Sangihe 30 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In