• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Juni 15, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Filosofi 3 Rumah Adat yang Dipamerkan di HUT ke-56 Provinsi Sulut

by Agustinus Hari
18 September 2020
in Daerah, News
0
Filosofi 3 Rumah Adat yang Dipamerkan di HUT ke-56 Provinsi Sulut

Sekretaris DPRD Sulut, Glady Kawatu meninjau pembuatan rumah adat di Kantor DPRD Sulut. (foto: meikel/barta1)

0
SHARES
216
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulut ke 56 tahun pada 23 September 2020 nanti, terlihat ada tiga rumah adat yang dibangun di areal gedung milik rakyat tersebut. Sekretaris DPRD Sulut, Glady Kawatu memantau tahapan pembuatan ketiga rumah adat tersebut.

“Ada rumah adat Minahasa, Bolaang Mongondow dan Nusa Utara akan dipamerkan saat perayaan HUT Provinsi Sulut ke 56 tahun nanti. Ini merupakan hal yang perlu dibuat dan diperlihatkan bagi daerah luar. Paling penting memperkenalkan ciri khas ketiga budaya ini agar tidak hilang akan jati diri kita,” kata mantan pensiunan Dinas Kebudayaan Sulut, Safri Agamsi menjelaskan tujuan Sekretariat DPRD Sulut membuat tiga rumah adat tersebut, Kamis (17/9/2020).

Cerita singkat tentang filosofi tiga rumah adat yakni Wale, Baloy dan Bale yang disampaikan Safri Agamsi kepada Barta1.com di Kantor DPRD Sulut.

Menurutnya, rumah adat Minahasa yang disebut Wale. Ini hanya ditampilkan sebagian saja karena tidak sesuai dengan gedung yang ada. Namun rumah adat sudah berbentuk replika Minahasa.

“Pada dasarnya rumah adat Minahasa sama dengan Nusa Utara dan Bolaang Mongondow. Semua terbuat dari bambu akan bahan rumahnya. Ketika pergeseran penjajah Belanda dan Portugis masuk ke Minahasa tahun 1942 bersama-sama dengan kesultanan Ternate masuk daerah Minahasa. Dan mereka membawa berbagai perbekalan salah satunya seperti atap seng. Dan mereka mendirikan tempat-tempat berteduh sudah beratapkan seng. Sehingga para leluhur Minahasa pada jaman itu sudah terpengaruh. Karena banyak seng dibawa oleh penjajah Portugis. Di situlah rumah adat Minahasa berubah, yang dulunya memakai atap rumbia dan berupa menjadi atap seng,” katanya.

Rumah adat Wale saat ini bisa dilihat di daerah Tondano, dekat pasar yang disebut loji Minahasa. Filosofi rumah adat ini memiliki tangga kiri dan kanan untuk menuju pintu masuk.

Tidak secara langsung dibuat tangga dari depan. Menurut kepercayaan nenek moyang dulu, bahwa ketika mereka keluar malam, kemudian kembali ke rumah tidak diikuti langsung oleh mahkluk-mahkluk alus ke ruang tamu atau kamar. “Jadi mahluk halus ini melewati pintu masuk,” ujarnya.

Rumah adat Minahasa ini tingginya bisa mencapai 2 meter. Di bawah rumah itu digunakan untuk tempat mengingat macam hewan peliharaan seperti, sapi dan sapi.

Kemudian kenapa tidak ada dapurnya. “Dapurnya biasanya terpisah dari rumah adat, yang berguna menghindari sewaktu-waktu mereka memasak kemudian terjadi kebakaran. Agar badan rumahnya tidak terbakar. Biasanya bagian tengah ada loteng, di situ digunakan sebagai tempat penampungan hasil pertanian seperti padi dan jagung. Jika hidup berpindah-pindah sudah ada bekal yang sudah disiapkan,” kata Safri Agamsi lagi.

Sedangkan Bolaang Mongondow rumah adatnya disebut Baloy. Bentuknya sama dengan Minahasa, namun ada kerajaan di sana tidak terpengaruh dengan adanya budaya penjajah.

“Mereka tetap mengunakan atap rumbia dan bambu. Adapun mengunakan daun woka. Terus ikatan-ikatan rumah itu tidak mengunakan paku yang seperti saat ini. Namun tetap mengunakan tali ijuk,” ujarnya.

Nah, Nusa Utara rumah adatnya disebut Bale. Rumah adat Nusa Utara juga mengunakan tali Ijuk. Kenapa tidak sama dengan Baloy, untuk rumah adat Sangihe ada bedanya. Dimana rumah adatnya menghadap laut, jadi ada hempasan angin, ombak dan petir biasanya bisa ditepis oleh bambu runcing yang ditajamkan di atap rumah.

“Dan itu menjadi kepercayaan oleh leluhur Nusa Utara. Bale juga dibuat tinggi atau disebut panggung guna menghindari binatang buas. Dan Bale, ruangannya tidak ada kotak-kotak, dan hanya ada sampiran yang mengunakan kain panjang untuk membatasi ruangan,” ucap Safri.

Sebentar pada perayaan HUT Provinsi Sulut ke 56 tahun, pada 23 September 2020, tiga rumah adat akan diperlihatkan juga soal pakaian adat, peralatan adat dan makanan adat.

“Jika Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw serta tamu-tamu yang akan berkunjung ke tiga rumah adat ini. Akan kami jelaskan,” bebernya. Ketiga rumah adat berukuran 4×280 dengan tinggi 30 m dengan warna cat pernis.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: baleBaloyGlady KawatuHUT ke-56 Provonsi SulutSafri AgamsiWale
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Cerita Awal Lahirnya Gerakan Palang Merah

Cerita Awal Lahirnya Gerakan Palang Merah

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Michael Thungari Pastikan Seluruh Korban Gempa Sangihe Dapat Bantuan Darurat 15 Juni 2026
  • Penyempurnaan RTRW Sulut Dipercepat, DPRD dan Pemprov Matangkan Tindak Lanjut Evaluasi Kemendagri 15 Juni 2026
  • DPRD Soroti Finalisasi Perda RTRW Sulut 15 Juni 2026
  • Royke Roring Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi RT/RW Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sulut 15 Juni 2026
  • KMPA Tansa dan KPAB Nucifera Tebar Kepedulian 14 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In