Manado, Barta1.com – Hutan di kawasan Bolaang Mongondow Raya kian gersang dengan aksi penebangan pohon dimana-mana. Ironisnya, usut punya usut ada dugaan permainan Dinas Kehutanan (Dishut) Sulut dengan beberapa perusahaan lokal.
“Akibatnya terjadi banjir seperti beberapa waktu lalu. Siapa yang akan bertanggungjawab? Hingga saat ini pun, banyak permainan-permainan nakal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Bolmong,” ujar personil Komisi II DPRD Sulut, James Tuuk saat dengar pendapat dengan Dishut Sulut, belum lama ini.
Penebangan pohon masih terjadi dimana-mana. “Jika Dishut Sulut hanya seperti perusahaan sudah lama saya minta bubarkan. Dari sekian miliaran anggaran tidak ada yang saya dengar terkait keberhasilan program mereka, mau saling menunjukkan data, saya punya data,” ungkapnya.
Jika ada, coba tunjukkan prestasi apa yang Dishut Sulut buat dengan anggaran yang begitu banyak sampai-sampai menghabiskan puluhan miliaran. “Sekali lagi jika ada coba tunjukkan. Hutan mana yang mereka perhatikan,” ujar Tuuk.
Plt Kadishut Sulut, Rainier Nicko Dondokambey mengakui instansinya kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) guna pemantauan di lapangan. “Kiranya, apa yang telah disampaikan anggota DPRD Sulut dalam hal ini Komisi II bisa menjadi evaluasi dan perhatian kami kedepannya,” katanya.
Ketua Komisi II DPRD Sulut, Pricilia Cindy Wurangian angkat bicara. Menurutnya, Dinas Pertanian dan Peternakan dan Dinas Kehutan Sulut keluhannya di SDM. “Yang kami mau telusuri itu apa? Ketika mereka menjawab SDM kurang. Kiranya masukan dari anggota Komisi II DPRD Sulut bisa menjadi perhatian dan evaluasi pihak dinas yang diundang,” imbuhnya.
Peliput : Meikel Pontolondo

Discussion about this post