Bolsel, Barta1.com – Seorang penambang asal Desa Adow, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dikabarkan hilang.
Oleh warga setempat melaporkan kepada Basarnas Manado. Melalui UPT Basarnas Manado di Kotamubagu yang dikomandoi Nuryadin Gumeleng langsung bergerak mencari korban bernama Hasan Wahiji (33).
“Petugas Basarnas bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, keluarga korban dan teman-teman korban,” kata Koordinator Pos Basarnas Manado di Kotamobagu, Nuryadin Gumeleng, Minggu (21/6/2020).
Disebutkan, korban ketika itu pulang dari lokasi tambang bersama teman-temannya. Baru setengah perjalanan korban meminta izin sebentar dari teman-temannya untuk ke sungai. Setelah ditunggu beberapa jam korban tidak kunjung datang. Mereka pun melakukan pencarian di sekitar sungai.
“Keluarga korban, masyarakat dan pemerintah setempat sudah melakukan pencarian selama selama tiga hari. Namun tidak membuahkan hasil dan tidak menemukan tanda-tanda korban, tim sar gabungan seperti, Basarnas, polisi, keluarga korban,” ujarnya.
Saat itu masyarakat dan pemerintah setempat, Koordinator Pos Kotamobagu langsung membagi beberapa tim dan memperluas pencarian dari lokasi kejadian, dengan dibentuk beberapa tim agar cepat menemukan korban.
Kepala Kantor Basarnas Manado, Sinaga mengimbau kepada tim yang ada di lapangan perhatikan keamanan dan jaga kekompakan selama pencarian. “Tidak kalah penting jaga kesehatan. Dikarenakan cuaca saat ini berubah-ubah, sehingga mudah sekali fisik drop,” tutur Sinaga.
Kepada masyarakat Sulut juga apabila melihat ada yang membahayakan jiwa manusia silahkan secepatnya dilaporkan kepada Basarnas. “Kami di Sulut ada beberapa pos, seperti di Amurang, Tahuna, Kotamubagu, Malalayang, Pelabuhan Munte dan induk kantor pusat-nya di Minahasa Utara. Banyak kasus yang membahayakan jiwa manusia pelaporan telambat. Beberapa hari kejadian baru dilaporkan,” pungkasnya.
Peliput : Agustinus Hari


Discussion about this post