Sangihe, Barta1.com – Data akumulatif terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah 6 orang. Dimana satu orang pasien (02), sudah dinyatakan sembuh dan 5 orang masih berstatus aktif sebagai pasien.
Kemarin, 10 Juni 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Sangihe mengumumkan lima hasil swab yang diterima dari Laboratorium PCR Manado, Sulawesi Utara, dimana terdapat 3 orang positif dan 2 orang negatif dihasil swab pertama itu.
Menanggapi kasus baru yang bermunculan, Kamis (11/6/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sangihe, melakukan rapid test disejumlah tempat keramaian. Di antaranya Pasar Towo’e Tahuna, sebanyak 39 orang dirapid, tidak ditemukan hasil reaktif.
Namun begitu, 27 orang yang dilakukan tes yang sama disalah satu kapal penumpang Tahuna-Manado, terdapat 6 orang hasil reaktif rapid tes, sebagaimana mereka merupakan rekan kerja dari pasien 04, 05 dan 06.
“Satgas perhubungan Laut melakukan pembicaraan dengan pihak kapal, dengan hasil kapal berangkat ke Manado malam ini, tanpa penumpang, seluruh ABK (reaktif dan non reaktif) akan isolasi di Manado. Kami akan koordinasi dengan gugus di Manado untuk tindak lanjutnya,” kata dr Jopy Thungari, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (11/6/2020).
Tentu menurut Thungari, pemberangkatan kapal tanpa penumpang dikarenakan ada enam orang Awak Buah Kapal (ABK) yang reaktif dari hasil rapid test yang dilaksanakan siang tadi.
“Alasan kapal tidak muat penumpang karena adanya 6 ABK yang rapid tes reaktif dan pihak perusahaan kapal mengembalikan uang tiket para penumpang,” Lanjut dia.
Berbagai elemen berharap wabah covid-19 dapat segera berakhir. Satu-satunya cara hingga saat ini adalah memutus mata rantai penyebarannya. Jaga jarak fisik, pakai masker, cuci tangan menggunakan sabun, atau jika tidak ada air bisa menggunakan hand sanitizer.
Tokoh muda Sangihe, yang hari ini juga duduk di kursi DPRD Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengajak masyarakat Sangihe untuk senantiasa memberikan dukungan kepada para pekerja kapal yang bekerja dengan penuh resiko dalam melayani masyarakat di pulau perbatasan.
“Artinya kita semua tahu sekarang kapal malam hanya kapal tersebut yang tetap melayani rute Manado-Tahuna, dan sebagian besar kebutuhan pokok dan logistik yang berasal dari Manado diangkut KM Barcelona. Mari saling support, mereka pasti juga kalo bisa di rumah saja, mereka juga ingin begitu. Tetapi karena resiko pekerjaan. Ayo! Beri mereka semangat,” ungkap Michael Thungari sambil mengingatkan untuk terus mematuhi protokol Covid saat memasuki masa new normal.
Peliput : Rendy Saselah

Discussion about this post