• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Kecaman Untuk Perusakan Hutan Laru Talaud

by Ady Putong
6 Juni 2020
in Daerah, News
0
Pohon yang ditebang di hutan Laru (Foto Evan/Barta1).

Pohon yang ditebang di hutan Laru (Foto Evan/Barta1).

0
SHARES
391
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Talaud, Barta1.com — Sejumlah organisasi menyatakan sikap untuk menseriusi persoalan perusakan hutan Laru di Desa Kordakel, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat (05/06/2020). Mereka siap mengawal dan mendampingi masyarakat dalam persoalan ini. Bahkan mereka juga siap melaporkan oknum perusak hutan Laru sebagai sumber air masyarakat Desa Kordakel kepada pihak berwajib.

Ketua Yayasan Porodisa Lestari, Rein Ria menanggapi serius persoalan perusakan hutan Laru di Desa Kordakel, Kecamatan Kabarun, Kabupaten Kepulauan Talaud, “Ini merupakan masalah serius karena mengancam keberlangsungan hidup banyak orang,” ujar Ria.

Dirinya kembali menegaskan, Yayasan Porodisa Lestari siap mendampingi masyarakat desa kordakel mempertahankan hutan laru dan sumber air masyarakat kordakel dari ancaman kerusakan yang diakibatkan oleh perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Perusakan Hutan Laru Ancam Sumber Air Desa Kordakel Talaud

“Kami siap mendampingi masyarakat Kordakel dalam perjuangan untuk mempertahankan hutan laru yang memiki peranan sangat penting bagi mereka,” tegas Ria.

Dengan nada tinggi, Ria mengatakan, masyarakat adat Desa Kordakel, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud tak berdaya menggapai keadilan di Bumi Porodisa. “Masihkah kita layak untuk sebuah nilai kearifan lokal, sebagai masyarakat adat di mana hukum dan nilai adat meredup dan menyisakan airmata,” kata Ria sambil membacakan sajak yang ditulisnya untuk merespon persoalan hutan laru.

Ia menambahkan, aktifitas illegal loging mengancam sumber mata air masyarakat adat kordakel talaud, bahkan penebangan pohon endemik sulawesi yaitu Kayu Hitam (Diospyros Celebica) marak tanpa pengawasan dilokasi hutan adat Laru.

“Saya percaya bupati dan wakil bupati Kepulauan Talaud mempunyai komitmen tinggi pada sektor konservasi dan pengawetan. Jangan biarkan alam kita hancur,” tutur Ria.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Perbatasan, Ferry Tumbal mengeluarkan suara lantangnya sebagai bentuk keseriusan atas persoalan yang mengancam masyarakat Desa Kordakel.

“Saya selaku LSM Laskar Perbatasan Kabupaten Kabupaten Kepulauan Talaud sangat prihatin terhadap pengrusakan hutan yang ada di Desa Kordakel,” ungkap Tumbal. “Bagimana perhatian dan pengawasan pemerintah desa dan kecamatan serta dinas terkait lingkungan hidup dan kehutanan. Apakah oknum pelaku pengrusahkan punya ijin penebangan atau tidak,” tukas Tumbal.

Ia berharap kiranya dapat ditindak secara hukum, apalagi kalau hutan tersebut masih dalam kategori hutan lindung. “Perbuatan tersebut merusak tatanan lingkungan hidup, kiranya pemerintah setempat bahkan dinas terkait agar dapat memantau kejadian ini, jangan dibiarkan karena ini demi masyarakat banyak,” kunci Tumbal. (*)

Peliput: Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: hutan laruTALAUD
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Perwakilan Dit Intelkam Polda Sulut menyerahkan bantuan pada kelompok nelayan Kecamatan Wori

Misi Kemanusiaan Dit Intelkam Polda Sulut di Pesisir Minahasa Utara

Discussion about this post

Berita Terkini

  • AMDATARA Resmi Hadir di Sulut, Berikut Susunan Pengurusnya 25 Juni 2026
  • Plt Bupati dan Ketua TP-PKK Membaur di HUT ke-168 GMIST Imanuel Kelling Balehumara 25 Juni 2026
  • Bupati Michael Thungari Promosikan Potensi Sangihe di Penutupan PENAS XVII 25 Juni 2026
  • Listrik Tanpa Kedip Kawal Kunjungan Presiden di PENAS XVII Gorontalo 25 Juni 2026
  • Mengapa Sulawesi Utara Harus Berani Bersuara Stop Perkawinan Anak? 24 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In