Jakarta, Barta1.com – Rapat koordinasi tingkat menteri memutuskan pembentukan pusat informasi terkait penanganan virus Corona. Para menteri yang datang sepakat memilih Situation Room di Kantor Staf Presiden (KSP), menjadi pusat pengolahan data dan informasinya. Hasilnya akan bisa diakses oleh masyarakat melalui media.
Pusat informasi ini bekerja mengumpulkan data terbaru dari berbagai Kementerian dan lembaga resmi. Setiap kementerian dan lembaga yang terkait akan menempatkan wakilnya untuk bersama mengolah data yang mereka miliki. “Pusat informasi ini merupakan data resmi pemerintah terkait penyebaran virus corona,” kata Kepala Staf Kepresidenan, Dr Moeldoko, Kamis (6/2/2020) di Bina Graha, Komplek Istana lewat rilis yang dikirim pada Barta1.com.
Rapat koordinasi itu dihadiri antara lain Menko Polhukam Prof. Mahfud MD, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menkominfo Johnny G Plate, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama, Menteri Sosial Juliari Batubara, serta beberapa lembaga lainnya.
Menteri Kommunikasi dan informasi, Johnny G Plate menyampaikan pentingnya informasi melalui satu pintu. “Di Indonesia saja, sudah ada 54 informasi sesat (hoax) terkait virus corona ini,” kata Johnny. Konten-konten tersebut menyebar luas di media sosial maupun pesan instan. Dampaknya akan menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Machfud MD menyampaikan pentingnya pusat informasi tersebut berada di KSP. Sebab penyebaran virus corona tidak hanya ditangani satu kementerian, tetapi mencakup semua kementerian yang ada. Selain terkait kesehatan, juga dampaknya pada perekonomian, pariwisata, keamanan, hingga lalu lintas manusia yang menjadi urusan Kementerian Perhubungan.
Pusat informasi terpadu di KSP ini secara bertahap sudah disiapkan. Rencananya, Jumat (7/2/2020), pusat informasi ini akan mulai beroperasi. Media massa sudah bisa mulai mengakses informasi yang ada. Sejalan dengan itu, masing-masing kementerian akan mulai mengirimkan datanya. Diperkirakan dalam waktu kurang dari sepekan, pusat informasi tersebut sudah tersambung dengan semua data masing-masing kementerian.
Editor: Agustinus Hari


Discussion about this post