Sangihe, Barta1.com – Bencana yang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe mengundang simpati semua kalangan. Sayangnya ada yang salah alamat memberikan bantuan.
Nader Baradja, mantan aktivis Ketua Karang Taruna Sangihe, menyayangkan sikap Dinas Sosial Sulut yang terkesan menyepelekan Pemkab Kepulauan Sangihe dalam menyalurkan bantuan bencana yang terjadi dibeberapa wilayah khususnya di Kecamatan Manganitu dan Kecamatan Tamako.
Menurutnya penyaluran bantuan yang dilakukan pegawai Dinsos Sulut di Kampung Lebo, tidak sesuai protab atau tanpa koordinasi dengan BPBD Kepuauan Sangihe membuat Asisten I Sulut, Edison Humiang dan Kepala BPBD Sulut nyaris dipermalukan di lokasi bencana.
“Bantuan yang disalurkan ke Kabupaten Sangihe sesuai protap harus lewat BPBD Sangihe. Ternyata bantuan Dinsos Sulut disalurkan oleh pegawai Dinsos Sulut terkesan menyepelekan pemerintah daerah dan disayangkan Asisten I Pak Edison Humiang dan Kepala BPBD Sulut nyaris dipermalukan di lokasi posko. Sebab bantuan langsung dibawa ke tempat yang namanya Pendarehokang anak Kampung Lebo yang tidak ada bencana,” ungkap Baradja, Minggu (5/1/2020).
Ia mengimbau agar bencana yang ada di Kepulauan Sangihe jangan dikaitkan dengan kepentingan politik apapun. “Perlu jadi perhatian jangan jadikan duka Lebo, Sesiwung dan Upel sebagai ajang kepentingan politik. Karena kalau cuma bantuan kebutuhan pokok, rakyat Sangihe sejak hari pertama sampai hari kedua berdatangan ke lokasi mengantar bantuan,” katanya lagi.
Dirinya mengaku salut kepada pihak instansi dan warga Sangihe yang begitu sigap dan tulus dalam menyalurkan bantuan di beberapa lokasi bencana.
“Terima kasih buat Kapolres Sangihe sampai tidur di lokasi bencana. Terima kasih kepada TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Organisasi Pemuda Gereja, Masjid, PCNU Sangihe, STICK Anak Rengas, Qzruh, ÇR Team, Gereja Lorong Tulumang Kolongan, masyarakat Petta, BRI, BNI Tahuna dan masih banyak yang belum sempat kami sebut. Terima kasih warga Sangihe, duka Lebo dan Upel adalah duka kita,” papar Ketua Karang Taruna 1997 dan Pemuda Pelopor Sulut 1998.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post