Jakarta, Barta1.com – Tim Pengawalan Seleksi Calon Pimpinan KPK mengapresiasi hasil tes kompetesi Calon Pimpinan KPK pada Senin (22/7/2019) lalu. Berdasarkan data yang diperoleh, ada sebelas pegawai dan komisioner KPK yang lolos ke tahap selanjutnya.
“Sayangnya, kami masih melihat beberapa calon pimpinan yang menurut kami rekam jejaknya bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi. Dari hasil pemetaan kami, calon-calon tersebut pernah melanggar etik, memiliki masa lalu yang justru melemahkan KPK, dan ada penyelenggara negara yang tidak patuh melaporkan LHKPN,” ujar Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo, dalam siaran persnya.
Seluruh data hasil pemetaan, pihaknya menyampaikan kepada Panitia Seleksi Pimpinan KPK untuk menjadi pertimbangan selanjutnya. “Kami berharap, Panitia Seleksi tidak berkompromi sedikitpun terhadap calon-calon dengan rekam jejak yang jelas bertentangan dengan upaya pemberantasan korupsi,” katanya.
Ia menyebutkan, calon pimpinan KPK harus memiliki rekam jejak yang bersih supaya tidak punya utang masa lalu dan bisa menjalankan tugasnya tanpa beban apapun.
Wadah Pegawai KPK tidak pernah anti terhadap calon dari lembaga manapun. Hanya saja melihat rekam jejak dan peran para calon pimpinan dalam pemberantasan korupsi selama ini diharapkan isu penjatahan yang beredar selama ini hanya kabar tidak benar. Pasalnya, isu semacam ini menjadi pertaruhan besar untuk kredibilitas panitia seleksi.
“Maka, Pansel juga harus melakukan seluruh proses seleksi ini dengan transparan dan akuntabel. Tak hanya terkait dengan latar belakang instansi dan rekam jejak para calon yang lolos ke tahap selanjutnya. Tapi juga tentang jadwal seleksi pimpinan KPK yang hingga kini belum ada informasi yang pasti.
“Untuk membantu kerja Panitia Seleksi dalam memperoleh data, Wadah Pegawai mengajak masyarakat untuk melaporkan apapun yang terkait dengan calon pimpinan KPK. Ada dua jalur pengaduan yang bisa ditempuh oleh masyarakat yakni posko pengadulan milik Panitia Seleksi dan Koalisi Masyarakat Sipil yang membuka posko serupa,” ujar Yudi.
Masyarakat sangat wajib menggunakan kesempatan ini untuk berpartisipasi dalam proses seleksi pimpinan KPK. “Karena, proses seleksi ini bukan hanya soal KPK, pimpinan, dan pegawainya. Proses seleksi ini akan menjadi penentu masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor : Agustinus Hari


Discussion about this post