• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Manado Kota Terkotor dan Aksi Nyata Pegiat Lingkungan

by Agustinus Hari
28 Januari 2019
in Daerah
0
Manado Kota Terkotor dan Aksi Nyata Pegiat Lingkungan

Aksi pegiat lingkungan saat angkat sampah. (FOTO: MEIKEL/BARTA1)

166
SHARES
62
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MANADO, BARTA1.COM – Kota Manado didapuk sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Meski begitu para pegiat lingkungan di daerah ini tak henti terus melakukan aksi nyata mereka memerangi permasalahan buruk tersebut.

Didukung Telkomsel menggelar kegiatan lingkungan yang bertemakan Bhay Plastik, di God Bless Park, Sabtu (26/1/2019).

Kegiatan yang dilakukan berupa Plastalk, Trash Run, Plastic Reuse Worshop.

Diawali pembersihan di area God Bless Park sampai ke berbagai-berbagai perusahaan dan usaha-usaha sekitar.

Fausi, Staff Youth N Community Manado mengungkapkan kegiatan yang Telkomsel lakukan dalam rangka memeringati kampanye Bhay Sampah Plastik Nasional di Indonesia, khusus Manado peringatannya pada 26 Januari 2019 ini.

Tujuan dari kegiatan ini memberikan penyadaran kepada anak-anak muda, dengan mengurangi pengunaan sampah plastik.

“Kami melihat banyak sekali sampah-sampah dibeberapa tempat-tempat usaha yang ada di Manado yang berserakan. Mungkin masih ada yang membuang di sembarang tempat. Jika kita bergerak sendiri tanpa ada kerja sama dengan pemerintah, kita juga agak kewalahan,” ungkap Fausi.

Dia berharap Pemkot manado menyediakan tempat sampah dan buat program penyuluhan mengenai sampah ke setiap lingkungan yang ada di Manado dan bisa mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan. “Kami juga butuh ketegasan beserta tindakan bagi yang melakukan pencemaran lingkungan,” katanya.

“Dalam aksi ini kami menemukan banyak sampah berhamburan di halaman sekitar berbagai usaha yang ada. Seakan wilayah tersebut tidak ada perhatian,” tutur Fardy Fransisko Bongkang dari Seasoldier North Sulawesi Divisi Edukasi.

Pihaknya berharap Pemkot Manado bisa turun langsung, dan melihat situasi di lapangan bagaimana sampah-sampah dibeberapa ruko atau usaha yang ada di Manado.

“Termasuk turis-turis Tiongkok yang akan datang di sini harus diberi peringatan karena sampah yang kami angkat sebagian besar sampah dari Tiongkok. Seperti pembukus rokok dan snack bertuliskan bahasa Tiongkok yang kami dapati di lapangan,” ujarnya.

Marlon Kamangi, Direktur Bank Sampah CELLS Manado mengungkapkan jika kita tidak menangani permasalahan sampah, maka kita akan menghadapi bahaya yang sangat besar. “Diantaranya tempat pembuangan sampah (TPA). Jika TPA tidak sesuai maka akan tenjadi ledakan yang bisa memakan korban,” bebernya.

Contohnya di TPA Leuwigajah Bandung terjadi ledakan dan mengakibatkan sampah tersebut longsor berkisar 6,5 ke perumahan warga, sampah setinggi 20 meter dan luas mencapai 23,6. Keganasan dari ledakan yang mengakibatkan lonsor memakan korban sebanyak 100 jiwa dan 81 rumah tertimbun.

“Selain mengakibatkan ledakan sampah plastik juga bisa membayakan ikan yang kita konsumsi. Kita bisa lihat kejadian ikan paus mati di Wakatobi akibat sampah plastik di perutnya mencapai 5,9 kilo gram,” papar Marlon.

Untuk itu mari jadikan sampah plastik sebagai bahan yang bisa digunakan kembali. Bisa diolah serta menjadi nilai ekonomi. “Kami dari Bank sampah CELLS Manado membuka wadah jika ada yang mau menabung uang, hanya dengan membawa sampah plastik dan sampah rumah tangga kepada kami,” katanya.

Kalian bisa menjaga lingkungan dengan mengumpulkan sampah plastik serta menjadikan sampah menjadi nilai ekonomi.,”tandasnya.

Peliput : Meikel Eki Pontolondo

Barta1.Com
Tags: kota terkotormanadosampahseasoldier north sulawwesi
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Richo Hari Menyasar Pemilih Milenial

Richo Hari Menyasar Pemilih Milenial

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026
  • Jalan Berlubang di Sulut: Keluhan Warga Menggema, Respons Diharapkan Nyata 20 April 2026
  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In