• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Juli 29, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur

Kisah Pangeran Mindanao Jadi Raja di Kepulauan Sangihe

by Ady Putong
12 Desember 2018
in Kultur, Sejarah
0
Kisah Pangeran Mindanao Jadi Raja di Kepulauan Sangihe

Motif pakaian kebesaran Raja Sangihe dan para pembantu raja di masa lalu yang bercorak ala pakaian Kesultanan Mindanao.

1.1k
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gumansalangi adalah legenda, mitos, sekaligus sejarah. Ada banyak versi dalam sejarah dan sastra lisan orang-orang Sangihe yang mengungkap kisah hidup dan perjalanan sang pendiri kerajaan Salurang (Tampunganglawo) ini. Berikut salah satu versinya.

Ketika itu abad ke XII, Sultan Kotabato, Mindanao Selatan (Filipina) memerintahkan putra Mahkota Gumansalangi, berlayar ke arah timur (Nusantara) untuk mendirikan kerajaan di sana.

Maka berangkatlah Gumansalangi dan istrinya Ondaasa (Sangiangkonda) mengikuti titah ayahanda Sultan. Mereka berlayar dengan perahu Ular Sakti menuju arah Timur, kemudian berputar ke Selatan.


Dalam legenda orang-orang Sangihe, perahu Ular Sakti yang ditumpangi sang Putra Mahkota dan Permaisurinya itu disebut sebagai seekor ular besar bernama Dumalombang yang diciptakan secara ajaib dari sehelai saputangan atas kesaktian Gumansalangi.

Ular Sakti Dumalombang hingga kini dipercaya sebagian masyarakat Sangihe, masih hidup di gua Tanah Runtuh, di sebuah tanjung, di pulau Sangihe bagian Selatan.

Dalam pelayarannya, Gumansalangi – Ondaasa sempat singgah di Wiarulung (Pulau Balut), kemudian terus ke arah selatan sampai di Pulau Mandolokang (Tagulandang). Mereka tidak turun di Mandolokang, tapi langsung melewati Pulau Siau, terus ke pulau Tampunganglawo hingga tiba di Tabukan Selatan. Disebutkan, dalam perjalanan ini ikut pula saudara laki-laki dari Andoasa bernama Pangeran Bawangunglare.

Di Tabukan Selatan mereka turun mendarat di sebuah tempat yang disebut Pantai Saluhe. Sebagai seorang Kulano atau Raja, mereka disambut baik dan dielu-elukan penduduk setempat. Ini sebabnya tempat tersebut berubah nama menjadi Saluhang, yang berarti dielu-elukan dan dipelihara supaya ia bertumbuh dengan baik dan subur. Dan di kemudian waktu tempat itu berubah nama lagi menjadi Salurang hingga sekarang.

Setelah menetap sekian waktu, pada tahun 1300, Gumansalangi – Ondaasa mendirikan sebuah kerajaan baru di Salurang dan wilayahnya sampai di Marulang (Pulau Balut, Mindanao Selatan).

Beberapa waktu setelah Kerajaan Salurang berdiri, Pangeran Bawangunglare, adik dari Ondaasa kembali melanjutkan pengembaraannya. Ia berlayar ke arah Timur Laut dengan perahu Ular Sakti hingga sampai di kepulauan Talaud. Ia mendarat di Pulau Kabaruan. Di tempat dimana perahunya dilabuhkan, sejak itu tempat tersebut diberi nama Pangeran. Nama itu masih lekat di sana sampai sekarang.

Di tangan Raja Gumansalangi bersama istrinya, Salurang menjadi pusat pemerintahan, sementara keduanya memilih menetap di puncak Gunung Sahandarumang.

Karena kesaktian Gumansalangi – Ondaasa, setelah keduanya berdiam di Sahandarumang, puncak gunung itu selalu mengeluarkan bunyi guntur dan sinar cahaya kilat yang memancar. Ini sebabnya orang-orang Sangihe memberi gelar keduanya sebagai pasangan Medellu – Mekili yang artinya psangan Guntur – Kilat.

Foto perempuan Sangihe di masa lalu. 

Raja Gumansalangi dan Permaisuri Ondaasa mempunyai dua orang anak yaitu Melintang Nusa dan Meliku Nusa. Saat kedua anaknya menjadi dewasa, pemerintahan Kerajaan Salurang diserahkan kepada anaknya yang sulung yaitu Melintang Nusa pada Tahun 1350.

Anak mereka yang bungsu, Meliku Nusa pergi mengembara ke Selatan dan sampai di Bolaangmangondow, Sulawesi Utara. Ia menikah dengan Menongsangiang, Putri Bolaangmangondow dan menetap di sana sampai meninggal.

Sementara Raja Melintang Nusa pada masa pemerintahannya ia sering kali mengunjungi Mindanao Selatan, hingga akhirnya pada Tahun 1400 ia meninggal di Mindanao.

Pada tahun 1400 Kerajaan Salurang Tampunganglawo terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).

Nanti pada 1530 kedua Kerajaan ini kembali dapat dipersatukan oleh Raja Makaampo Wawengehe dengan wilayahnya mulai dari Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan kerajaan ini disebut Rimpulaeng dengan Pusat Pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir pada 1575, karena Makaampo terbunuh oleh Ambala, seorang Pahlawan dari Mantelagheng (Tamako) dan saat itu ia ditemani oleh Hengkeng U Naung Pahlawan dari Siau yang disuruh oleh Raja Siau bernama Pontowuisang (1575-1612).

Berakhirnya masa kejayaan Rimpulaeng, kemudian di Tampunganglawo timbul lagi tiga kerajaan yaitu: Kerajaan Malahasa berpusat di Tahuna (Bukide) dengan rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625). Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan rajanya Boo disebut juga Liung Tolosang (1600-1630). Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).

Pada masa pemerintahan raja-raja tersebut di atas, para penjajah sudah mulai masuk di daerah Sangihe dengan menyebarkan agama Kristen yaitu orang-orang Portugis dan Spanyol, serta pendeta-pendeta Belanda yang ikut bersama VOC. Pendatang asing ini masuk pertama kali di Siau pada Tahun 1604 kemudian di Pulau Sangihe pada Tahun 1616 dan di Pulau-Pulau Talaud pada Tahun 1689. (Disarikan dari berbagai sumber.)

Penulis: Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
Tags: gumansalangikerajaan salurangkotabatomakaampomeliku nusamindanao selatanondoasa
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Imingi Pinjamkan HP, Papa Embo Setubuhi Ponakan Sendiri

Imingi Pinjamkan HP, Papa Embo Setubuhi Ponakan Sendiri

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Royke Roring Soroti SILPA Sulut, Tahlis Buka Faktanya 29 Juli 2026
  • Ngobrol Politik di DPRD Sulut, Wartawan Soroti Kinerja Komisi I Minim 29 Juli 2026
  • Rokok Ilegal Beredar Bebas di Talaud, Kerugian Negara Diperkirakan Capai Ratusan Juta Per Hari 29 Juli 2026
  • Schramm Ingatkan Insan Pers Pegang Teguh Kaidah Jurnalistik 29 Juli 2026
  • Pemkab Sitaro Antisipasi Gangguan Internet Selang Dua Pekan 28 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In