• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Perempuan Asal Talaud Ini Prihatin Anjloknya Harga Kopra

by Agustinus Hari
24 November 2018
in Daerah, News
0
Perempuan Asal Talaud Ini Prihatin Anjloknya Harga Kopra

Pelia Naung. (FOTO: ISTIMEWA)

209
SHARES
119
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TALAUD, BARTA1.COM – Anjloknya harga kopra menjadi perhatian semua pihak. Pelia Naung SPi, misalnya mempertanyakan peran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dalam menghadapi gejolak petani.

“Turunnya harga kopra membuat petani di Talaud kesulitan menjual kopra di pasaran. Kopra yang dulunya di jual Rp 9800 per kg, kini hanya seharga Rp 4300 per kg. Petani mengeluh, karena harga kopra tak kunjung naik,” ujarnya, Sabtu (24/11/2018).

Turunnya harga kopra, kata dia, sangat berpengaruh pada ekonomi petani. “Harga kopra sangat berpergaruh pada hasil panen. Bayar pekerja mahal, pengeluaran tak sebanding dengan pemasukan,” kata Pelia.

Caleg DPRD Talaud dari PAN ini melihat Pemkab Talaud tak memberi perhatian bagi petani yang sudah dalam kondisi sulit. “Petani kelapa menjerit dan terjepit dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena harga yang tidak stabil dan berdampak pula pada anak-anak petani yang sedang duduk di bangku SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi,” bebernya.

Warga Talaud mayoritas petani kopra dan hanya berharap pada hasil alam yaitu kelapa. Jadi banyak hal yang membuat para petani susah dengan anjloknya harga kelapa tersebut. “Saya berharap pemerintah melakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, demi kesejahteraan masayarajat ,” ujarnya.

Peliput : Meikel Eki Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Pelia NaungTALAUD
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
WKI GMIM Pniel Kairagi Kembali Juara Masamper, Ini Hasil Lengkapnya

WKI GMIM Pniel Kairagi Kembali Juara Masamper, Ini Hasil Lengkapnya

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026
  • Mencari Grand Master Masa Depan dari Sulawesi Utara 19 April 2026
  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In