MANADO, BARTA1.COM – Dari 46 negara kepulauan di dunia yang akan menghadiri pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting) di Manado, sudah 20 negara yang tiba, Rabu (31/10/2018) malam.
Mereka pun dijamu dalam jamuan makan oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang ikut dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan.
Negara kepulauan yang tergabung dalam Archipelagic and Island States akan menggelar pertemuan mulai hari ini, Kamis (1/11/2018) hingga Jumat (2/11/2018) di Hotel Novotel Manado.
“Mereka akan membahas tentang sampah plastik laut, pengembangan ekonomi biru, adaptasi terhadap perubahan iklim. Lalu tata kelola pemerintahan yang baik, manajemen bencana, perikanan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Olly kepada wartawan, tadi malam.
Sekretaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen ikut menyampaikan iven AIS yang akan dilaksanakan di Sulut bakal dihadiri para pejabat negara termasuk senior official dan duta besar. “Mereka di sini akan melakukan diskusi dan deklarasi berkaitan dengan negara kepulauan,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, akan ada deklarasi bersama yang dilakukan terkait konservasi di negara-negara kepulauan. “Deklarasi nanti akan ditandai dengan replantasi coral dan penanaman mangrove. Ini sangat penting untuk membawa pesan moral bahwa konservasi harus dapat bagian prioritas dalam pelaksanaan pembangunan yang ada di Indonesia dan negara-negara yang akan hadir AIS ini,” katanya.
Selain itu, Sekprov mengatakan kegiatan AIS ini dapat juga dimanfaatkan untuk mempromosikan sektor pariwisata Sulut. “Nantinya selain melaksanakan pertemuan, panitia akan mengantarkan para menteri ke sejumlah destinasi pariwisata yang berkaitan dengan kepulauan dan pegunungan sehingga pemerintah dan masyarakat Sulut sudah siap untuk melaksanakan iven ini,” tuturnya.
Dalam jamuan makan malam tersebut disuguhkan juga penampilan tarian katrili untuk menghibur para tamu undangan.
Diketahui ada 20 perwakilan delegasi yang sudah hadir antara lain: Saint Kitts and Nevis, Fiji, Timor Leste, Singapura, Madagaskar, Inggris, Papua Nugini, Suriname, Seycheles, Kuba, Filipina, Guinea Bissau, Jamaika, Siprus, Cape Verde, Sao Tome and Principe, Srilanka, Jepang, Tonga, Malta.
Penulis : Agustinus Hari


Discussion about this post