• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur

Tupalo: “Pusaran Kecil” Kelompok Perupa Gorontalo di Galeri Nasional

by Agustinus Hari
16 Agustus 2018
in Kultur, Seni
0
Tupalo: “Pusaran Kecil”  Kelompok Perupa Gorontalo di Galeri Nasional

Perupa Gorontalo mamajang karya mereka di Galeri Nasional Jakarta, 14-27 Agustus 2018. (FOTO: SYAM TERRAJANA)

0
SHARES
218
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, BARTA1.COM – 18 seniman dari komunitas Perupa Gorontalo, “mengeroyok” sebuah ruangan di Galeri Nasional Jakarta. Mereka mengisinya dengan karya. Medium dan langgamnya begitu beragam.

Komunitas yang berdiri sejak 2013 silam itu mendapat kehormatan untuk menggelar pameran bersama di gedung D, Galeri Nasional Jakarta, 14-27 Agustus 2018.Karya dikuratori oleh Sujud Dartanto dan Wayan Seriyoga Parta.

(baca juga: Dari Pertemuan Tentang Revitalisasi Berkesenian di Sulut)

Pameran idibuka oleh Rachmat Gobel, pengusaha dan tokoh nasional asal Gorontalo pada Selasa malam (14/8/2018), sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

“(Gorontalo) ternyata punya jagoan-jagoan. Saya baru tahu di Gorontalo ada perupa yang karyanya bagus-bagus. Tentu bukan hal mudah tampil di Galnas, “ kata mantan Menteri Perdagangan RI itu lewat rilis yang dikirim ke BARTA1.COM, Rabu (14/8/2018).

Karya yang dipamerkan. (FOTO: SYAM TERRAJANA)

Menurutnya, ini merupakan suatu kehormatan. Karya -karya perupa Gorontalo, bisa disandingkan dengan karya koleksi istana yang juga tengah dipamerkan di Galeri Nasional.

“Bagaimana bisa mengenal Gorontalo lewat karya para perupanya. Bagaimana kita bisa bangun gorontalo lewat seni,” tukasnya.

Sujud Dartanto, kurator dari Galeri Nasional menjelaskan, pameran ini mengangkat tema “Tupalo” yang berarti sumber mata air, yang dapat bermakna sumber kelahiran kebudayaan dan peradaban Gorontalo.

“Tupalo adalah sumber energi kreatif , khususnya seni rupa, sekaligus menandakan pusaran yang melahirkan kelompok Perupa Gorontalo,” ujar pria yang juga pengajar seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu.

(baca juga: Lukisan Pelukis Asal Tomohon Koleksi Presiden Soekarno Akan Dipamerkan)

Menurutnya, pameran ini menjadi penegasan keseriusan perupa Gorontalo, menapaki karir dan eksistensinya, memasuki kancah seni rupa nasional. Melalui presentasi karya-karya dalam pameran ini, ,para perupa menegaskan perihal “kelahiran” mereka sebagai insan kreatif dari daerah untuk menapaki medan sosial seni rupa nasional.

Menurutnya, pihak Galeri Nasional Indonesia mulai “melirik” pergerakan komunitas ini, dimulai dengan membawa program pameran keliling koleksi karya-karya seni rupa Indonesia ke Gorontalo tahun 2017.

Tidak berselang lama, Kelompok perupa Gorontalo memberanikan diri mengajukan usulan untuk menghadirkan karya-karya mereka di Galeri Nasional Jakarta tahun 2018.

Kelompok Perupa Gorontalo juga menjadi penanda geliat awal kebangkitan ekosistem seni-budaya di Gorontalo khususnya seni rupa. Dalam aktivitasnya, kelompok ini kerap berafiliasi dengan berbagai komunitas lain di luar seni rupa; sebut saja kelompok seni pertunjukan, komunitas literasi, organisasi jurnalis hingga aktivis lingkungan. Mereka bersama-sama bergerak, menggelar proyek-proyek seni budaya, menyoroti dan menyikapi kondisi sosial di sekitar.

Pergerakan tersebut, lakoni oleh perupa yang belajar secara mandiri (otodidak), pengajar seni rupa, serta lulusan pendidikan seni rupa. Wayan Seriyoga Parta, menambahkan, menimbang masih terbukanya potensi yang dari perupa Gorontalo yang belum terdeteksi, pihaknya memutuskan menggunakan sistem penjaringan secara terbuka (open call).

Lukisan yang dipamerkan. (FOTO: SYAM TERRAJANA)

“Sistem penjaringan terbuka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya para perupa dapat mengajukan karya-karyanya kepada tim kurator untuk mengikuti proses seleksi kuratorial,” kata kurator yang juga tercatat sebagai pengajar di jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Desain, Universitas Negeri Gorontalo itu.

(baca juga: Tiga Lukisan Ekspresif Abstrak John Semuel Diborong Kolektor)

Berdasarkan dari pengajuan aplikasi karya yang telah masuk terpilihlah 18 perupa dengan karyanya menggunakan berbagai media. Mereka adalah Riden Baruadi, Iwan Yusuf, Syam Terrajana, Suleman Dangkua, Rizal Misilu, Moh. Hidayat Dangkua, Pipin Idris, Anang Suryana Musa, Moh. Azis Alkatiri, Farlan Adrian, Akbar Abdulah, Jemy Malewa, Riyo Koni, Mursidah Waty & Hasmah, Moh Rivai Katili, Iwan Sahel, Tri Nur Istiyani, Kelapa Batu & Hartdisk (Video Documentary Project).

Karya-karya yang terpilih juga menghadirkan beragam kecenderungan stilistik dan media, dari seni lukis, media digital, fotografi, mixed media dan juga video dokumentasi. Katanya, program ini terselenggara berkat dukungan dari pihak Galnas yang telah mendapat persetujuan oleh dewan kurator.

“Kami berharap ke depan ,juga terjalin jaringan para perupa di tingkat kawasan, seperti misalnya jaringan perupa kawasan Sulawesi, Kalimantan dan lainnya,” ujarnya. Jaringan perupa antar kawasan itu, menurutnya dapat meretas rasa kesenjangan antara perupa yang berada dalam ekosistem di daerah dengan medan seni rupa nasional.

Minim Dukungan

Sementara itu, meski dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo terbilang minim, namun itu tak membuat para perupa Gorontalo menyerah. “Layar sudah terkembang, dayung harus dikayuh, tak ada alasan untuk menyerah, demi nama baik Gorontalo,” kata ketua panitia penyelenggara pameran Tupalo, Awaluddin Ahmad, memberi perumpamaan.

Lukisan yang dipamerkan. (FOTO; SYAM TERRAJANA)

Dia mengungkapkan, sedianya rencana pameran di ibu kota itu memang akan disokong penuh oleh pemerintah daerah setempat, lewat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Gorontalo. Masa persiapannya juga tergolong cukup lama, memakan waktu hampir dua tahun.

Namun karena terjadi mutasi jabatan di lembaga itu. Rencana dukungan tersebut seolah buyar. Dikpora setempat hanya bisa memfasilitasi biaya transportasi dan akomodasi para perupa. Itupun tidak seluruh perupa yang bisa diberangkatkan.

“Kami pun patungan, jualan kaos dan sketsa, ada juga yang datang ke Jakarta, membiayai dirinya sendiri. Terimakasih buat para donatur dan para pihak dan tokoh Gorontalo yang memberikan sumbangsih baik materi maupun tenaga, segala bantuan sangat berarti bagi kemajuan seni rupa di Gorontalo,” tutupnya. (*)

Penulis: Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: Akbar AbdulahAnang Suryana MusaFarlan AdrianGaleri Nasional JakartagorontaloIwan SahelIwan YusufJemy MalewaKelapa Batu & HartdiskMoh Rivai KatiliMoh. Azis AlkatiriMoh. Hidayat DangkuaMursidah Waty & Hasmahperupa gorontaloPipin IdrisRiden BaruadiRiyo KoniRizal MisiluSuleman DangkuaSyam TerrajanaTri Nur Istiyani
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
PAW 4 Anggota DPRD Sitaro Berproses, Ini Penggantinya..

PAW 4 Anggota DPRD Sitaro Berproses, Ini Penggantinya..

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Pasca Kades Awit Selatan Ditetapkan Tersangka, Warga: Segera Dinonaktifkan 25 Mei 2026
  • Pegadaian Kanwil V Manado Hadirkan Program Gold Generation, 50 Siswa SMK Negeri 7 Manado terima Beasiswa Pendidikan 25 Mei 2026
  • Tertibkan Lapak, Perumda Pasar Bitung Gelar Patroli Rutin di Pasar Girian 25 Mei 2026
  • Michael Thungari Serahkan Hewan Kurban di Embuhanga 25 Mei 2026
  • Berkomitmen Terus Melaju ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026 24 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In