Manado, Barta1.com – Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter (SR) mengejutkan masyarakat yang tinggal disejumlah daerah di Sulawesi Utara, Minggu (7/7/2019).
Apalagi saat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami di Kota Bitung dengan status siaga, lalu Minahasa Selatan (waspada), Minahasa Utara (waspada), dan Bolaang Mongondow Selatan (waspada).
Informasi dari Bitung, khususnya di Kelurahan Pateten 1, Lingkungan 2, warga memilih mengungsi ke lokasi yang aman. Mereka mengemas barang-barang penting berupa ijazah, sertifikat tanah dan pakaian seadanya untuk dibawa ke tempat pengungsian.
“Kami mengungsi ke daerah pegunungan seperti Winenet, Empang, Kakenturan dan Sari Kelapa,” ujar Noldy Kurama (29) yang dihubungi Barta1.com.
Ia menambahkan mereka akan mengungsi sampai kondisi aman dan BMKG menyatakan status peringatan dini dicabut. “Kami akan kembali ke rumah kalau sudah kondisi aman,” bebernya.
Wakil Walikota Bitung, Maurits Mantiri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Apalagi kata dia, bagi warga yang tinggal dekat pesisir pantai. “Karena ini sudah peringatan dini tsunami ke 2. Mohon kita semua tetap wapada, terutama yang berada di garis pantai tapi tidak perlu panik,” ujar Maurits melalui pesan singkat.
Sebelumnya, BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.0 di Sulawesi Utara berada di titik lokasi 0.54 LU, 126.19 BT sekitar 135 kilometer Barat Daya Ternate, Maluku Utara dengan kedalaman 36 kilometer. Dan gempa tersebut dirasakan disejumlah kabupaten/kota di Sulut.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post