Tolitoli, Barta1.com – Puing-puing hitam dan aroma hangus masih menyelimuti kawasan Jalan Yos Sudarso KM 1, Kelurahan Panasakan, Kabupaten Tolitoli. Di lokasi yang baru saja dihantam musibah kebakaran tersebut, raut duka mendalam menyelimuti warga yang kehilangan tempat tinggal.
Namun, di tengah guncangan cobaan itu, bantuan kemanusiaan bergerak cepat hadir menyalakan kembali harapan bagi para korban terdampak. Aksi tanggap darurat tersebut digalang secara terpadu oleh PT PLN (Persero) melalui PLN Peduli, Yayasan Baitul Maal (YBM), hingga jajaran pegawai PLN UP3 Tolitoli.
Tanpa menunda waktu, tim gabungan ini turun langsung menyalurkan bantuan logistik mendesak, mulai dari paket sembako, perlengkapan harian, hingga bantuan dana tunai untuk memulihkan kebutuhan primer warga pascabencana.
Musibah kebakaran yang melalap sedikitnya sembilan unit rumah warga tersebut menuntut penanganan pascabencana yang cekatan. Kehadiran YBM PLN menjadi penopang utama aksi ini, di mana dana bantuan yang disalurkan merupakan hasil pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dipotong secara rutin sebesar 2,5 persen dari penghasilan bulanan para pegawai Muslim PLN, dipadukan dengan donasi sukarela jajaran pegawai UP3 Tolitoli.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan kepedulian ini merupakan cerminan dari nilai kemanusiaan yang terpatri di jajaran perseroan.
“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Panasakan. PLN berkomitmen penuh untuk tidak sekadar menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga hadir menjadi pilar pelindung dan penyokong sosial bagi masyarakat saat masa-masa sulit seperti ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan menjadi energi baik untuk warga agar segera bangkit kembali,” tegas Usman.
Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, menyampaikan konsolidasi internal PLN bergerak sangat presisi sesaat setelah sinyal darurat bencana diterima.
“Melalui kolaborasi antara PLN Peduli, YBM PLN, dan seluruh pegawai PLN UP3 Tolitoli, kami berharap bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan mendesak para korban. Ini adalah bentuk gotong royong kami untuk sesama,” ujar Icuk.
Icuk menambahkan aliran bantuan ini merupakan bentuk transparansi pengelolaan amanah para muzaki di lingkungan PLN yang dialokasikan khusus untuk program tanggap bencana dan pemberdayaan masyarakat.
“Semoga bantuan ini memicu semangat para korban pascakebakaran. Terima kasih kepada seluruh pegawai PLN yang telah menunjukkan solidaritas luar biasa melalui donasi yang diberikan,” lanjutnya.
Tidak hanya fokus pada misi kemanusiaan dan penyaluran bahan pokok, PLN UP3 Tolitoli juga menerjunkan tim teknis ke area kebakaran. Petugas di lapangan bergerak cepat mengamankan jaringan kelistrikan dengan melokalisasi aliran listrik di sekitar lokasi kejadian guna mencegah bahaya sekunder seperti korsleting susulan, sekaligus memetakan langkah percepatan pemulihan infrastruktur listrik pemukiman warga.
Respons sigap dan kehadiran fisik jajaran PLN di tengah lokasi bencana menuai apresiasi haru dari warga terdampak. Bagi warga Panasakan, uluran tangan yang datang sejak awal masa darurat tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik mendesak, tetapi juga menyuntikkan penguatan moral bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam merajut kembali kehidupan yang sempat terhenti. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post