Tolitoli, Barta1.com – Akses pendidikan yang memadai merupakan fondasi utama dalam mengentaskan ketertinggalan dan mencetak generasi emas Indonesia. Menyadari urgensi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tolitoli menggandeng Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN, serta Perwakilan Istri Pegawai Danantara turun langsung ke lapangan.
Sinergi lintas institusi ini mewujudkan kepedulian nyata melalui penyaluran bantuan perlengkapan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Tolitoli.
Kehadiran rombongan yang disambut dengan senyum antusias anak-anak ini membawa angin segar bagi efektivitas proses belajar mengajar di daerah tersebut. Secara konkret, paket bantuan logistik pendidikan yang disalurkan mencakup 67 paket buku tulis, 10 paket buku gambar, 5 paket pensil, 5 paket pulpen, 5 paket penghapus, hingga 2 unit papan tulis berukuran besar.
Seluruh bantuan ini dirancang secara spesifik untuk meringankan beban ekonomi keluarga penerima sekaligus memastikan kelancaran aktivitas akademis anak-anak di kelas maupun di rumah. Langkah kolaboratif ini membuktikan bahwa peran perusahaan milik negara dan afiliasinya kini kian inklusif dalam menyentuh akar permasalahan sosial.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menggarisbawahi komitmen perseroan tidak pernah terkungkung hanya pada penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan semata, melainkan juga proaktif dalam pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah kerjanya.
“Pendidikan adalah pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang unggul dan mandiri. Kehadiran PLN di tengah masyarakat harus membawa dampak yang holistik. Melalui sinergi erat bersama YBM, PIKK, dan Perwakilan Istri Pegawai Danantara ini, kami ingin memastikan anak-anak kita di Tolitoli memiliki fasilitas yang memadai untuk menuntut ilmu. Listrik yang andal harus berjalan beriringan dengan masa depan anak bangsa yang terang,” tegas Usman.
Di tingkat operasional, eksekusi program ini menjadi manifestasi dari pengelolaan dana umat yang transparan dan tepat sasaran. Dana bantuan yang disalurkan murni bersumber dari amanah para muzaki (pembayar zakat) dan donatur pegawai PLN yang dikelola secara profesional oleh YBM PLN guna disalurkan ke sektor-sektor krusial yang berdampak panjang bagi masyarakat, khususnya pada pilar pendidikan.
Menilik dampak langsung di lapangan, Manager PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, memaparkan program sosial berkelanjutan akan terus menjadi fokus jajarannya.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui langkah nyata yang menyentuh kebutuhan mendasar. Semoga bantuan ini mampu memantik semangat belajar anak-anak dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan di lingkungan mereka,” tutur Icuk.
Lebih dari sekadar intervensi fisik, Icuk memandang bantuan logistik pendidikan ini sebagai sebentuk motivasi moril bagi generasi muda Tolitoli agar tidak putus sekolah.
“Pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan. Kami berharap bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sarana belajar secara fisik, tetapi juga menjadi stimulan psikologis bagi anak-anak untuk berani bermimpi dan meraih cita-cita mereka,” tambahnya.
Nilai tambah dari aksi sosial kali ini terletak pada eratnya kolaborasi dengan Perwakilan Istri Pegawai Danantara dan PIKK PLN. Solidaritas para tokoh perempuan pendamping pegawai ini menjadi katalisator kuat dalam memperkokoh semangat gotong royong di akar rumput.
Sinergi positif ini disepakati oleh seluruh pihak sebagai langkah pembuka yang akan terus bergulir melalui ragam program kemaslahatan lintas sektor lainnya di masa mendatang. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post