Minut, Barta1.com – Hembusan potensi ekonomi baru kini bertiup kencang dari Desa Tarabitan, Kabupaten Minahasa Utara. Pada Rabu (15/07/2026), PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) resmi menyulap desa tersebut menjadi pusat inovasi pangan lokal melalui program Electrifying Agriculture.
Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN menggelar pelatihan komprehensif terkait budidaya, pengolahan, hingga pemasaran spirulina bagi masyarakat setempat.
Program Electrifying Agriculture sendiri tercatat secara nasional telah berhasil meningkatkan produktivitas petani dan petambak hingga 300 persen karena efisiensi biaya operasional.
Di Desa Tarabitan, konsep ini diintegrasikan secara apik dengan potensi pesisir Minahasa Utara, menjadikan listrik sebagai tulang punggung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa paradigma program TJSL PLN saat ini telah bergeser.
Tak hanya memberi bantuan karitatif, juga berfokus pada pemberdayaan yang menciptakan Creating Shared Value (CSV). Menurut Usman, kehadiran listrik harus mampu menjadi motor penggerak sektor pertanian dan pangan yang lebih modern dan terukur.
“Budidaya spirulina ini merupakan salah satu contoh inovasi pangan lokal yang sangat potensial. Melalui program Electrifying Agriculture, PLN hadir memastikan keandalan pasokan listrik guna mendukung infrastruktur budidaya. Kami ingin teknologi kelistrikan ini benar-benar memberikan nilai tambah (value added) yang signifikan bagi produktivitas dan pendapatan masyarakat Desa Tarabitan,” ungkap Usman.
Lebih jauh dia menjelaskan, langkah strategis di pesisir Minahasa Utara ini sangat selaras dengan komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance) dari korporasi. PLN berkomitmen penuh untuk menghadirkan energi yang bersih, inklusif, dan yang terpenting, berdampak langsung pada penguatan fondasi ekonomi masyarakat desa.
Komitmen tersebut diamini oleh Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian. Ia menggarisbawahi PLN tidak akan melakukan pola hit and run dalam program ini. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar ekosistem usaha baru yang digerakkan energi listrik ini tidak layu sebelum berkembang.
“Kami tidak ingin program ini berhenti pada pelatihan saja. PLN berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok hingga mereka benar-benar mandiri secara ekonomi. Pemanfaatan energi listrik secara produktif dalam budidaya ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya ekosistem usaha baru yang berkelanjutan di desa ini,” jelas Revi.
Dampak nyata dari aliran listrik yang stabil ini langsung dirasakan oleh warga. Ketua Kelompok Spirulina Farm Desa Tarabitan dengan penuh haru mengungkapkan apresiasinya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN UID Suluttenggo. Dengan dukungan listrik PLN, proses budidaya kini menjadi lebih stabil dan terukur. Pengetahuan baru ini membuat kami sangat optimistis kelompok kami bisa tumbuh mandiri dan meningkatkan perekonomian keluarga,” tuturnya. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post