Bitung, Barta1.com — SMP Negeri 6 Bitung menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, yang diikuti 202 siswa baru. Kamis, (16/7/2026).
Pembukaan MPLS diawali dengan prosesi pengalungan tanda peserta kepada seluruh siswa baru. Pada hari yang sama, sekolah juga melaksanakan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (Gamas), sehingga para orang tua turut mengantar putra-putrinya hingga ke gerbang sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap awal perjalanan pendidikan mereka.
Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam membentuk karakter, menanamkan disiplin, memperkenalkan lingkungan sekolah, sekaligus membiasakan budaya hidup bersih sejak hari pertama peserta didik memasuki dunia pendidikan di SMP Negeri 6 Bitung.
Kepala SMP Negeri 6 Bitung, Hanes J. Maindoka, S.Pd, mengatakan, MPLS bukan sekadar ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tapi juga menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, Melalui MPLS ini sekolah ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta menggali minat dan bakat siswa sejak dini.
“Harapan kami, seluruh peserta didik baru dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki budaya hidup bersih yang diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan MPLS, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat.
Sekolah juga mulai memetakan potensi peserta didik sejak hari pertama. Pada sesi penutupan MPLS, siswa diminta membawa perlengkapan sesuai bidang yang diminati, seperti karate atau bola voli, dengan tetap datang mengenakan seragam Pramuka sebelum berganti pakaian sesuai kegiatan.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam MPLS adalah pembiasaan budaya bersih. Setiap siswa diwajibkan membawa sedikitnya lima sampah saat pulang sekolah untuk dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan sehingga lingkungan sekolah tetap bersih, rapi, dan nyaman.

Program tersebut dinilai memberi dampak positif karena kondisi sekolah selalu terjaga kebersihannya, bahkan saat menerima kunjungan mendadak dari pihak luar.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat maupun orang tua siswa karena dinilai mencerminkan kedisiplinan dan kepedulian warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan.
Melalui rangkaian MPLS ini, sekolah berharap para siswa dapat mengedepankan pendidikan karakter, kedisiplinan, pengembangan potensi, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Para peserta didik juga diharapkan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal, serta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan bertanggung jawab. (Chris)


Discussion about this post