Palu, Barta1.com – Arus digitalisasi pendidikan kini bergulir makin deras di Sulawesi Tengah. Menjawab tantangan era modern tersebut, pada Rabu (15/07/2026), PT PLN (Persero) UP3 Palu melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) turun tangan langsung mempercepat transformasi teknologi di SMA Negeri 2 Palu, mengubah ruang kelas konvensional menjadi ekosistem belajar yang interaktif dan adaptif.
Langkah strategis PLN ini sejalan dengan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mencatat bahwa optimalisasi infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah merupakan kunci utama keberhasilan kurikulum modern.
Guna memangkas kesenjangan digital tersebut, PLN menyuntikkan bantuan perangkat keras meliputi 10 paket komputer/PC lengkap, 5 unit LCD proyektor, 5 layar proyektor, hingga 2 unit speaker aktif.
Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menegaskan peran BUMN kelistrikan kini tidak lagi terbatas pada urusan gardu dan kabel.
“PLN tidak hanya bertanggung jawab menyediakan listrik yang andal, tetapi juga berkomitmen memberi manfaat yang lebih luas. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin guru-guru terdorong untuk menciptakan metode ajar yang inovatif dan efektif, sehingga siswa-siswi di Sulawesi Tengah siap menjadi SDM yang unggul,” kata Ansar.
Lebih dari sekadar menyalurkan perangkat keras, PLN menyadari pembaruan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, bantuan fisik tersebut dirangkaikan dengan pelatihan intensif bertajuk “Kegiatan Program Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Digitalisasi Pendidikan” yang dipandu oleh pakar pendidikan, Syukri, S.Pd.
Suasana antusiasme mewarnai ruang guru SMAN 2 Palu tatkala para tenaga pendidik mempraktikkan langsung pembuatan media ajar interaktif. Pelatihan ini mendobrak kebiasaan lama, membekali guru dengan strategi mengajar efektif berbasis perangkat digital agar suasana belajar di kelas tidak lagi monoton dan satu arah.
Dukungan korporasi terhadap dunia pendidikan ini memantik apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Palu dan Sigi, Kristi Aria Pratama SH MSi yang hadir membuka acara, menilai langkah kolaboratif ini sebagai angin segar bagi kemajuan sekolah-sekolah di wilayahnya.
“Kami mengapresiasi PLN yang tanggap terhadap kebutuhan dunia pendidikan. Dukungan dari dunia usaha seperti PLN sangat kami butuhkan untuk mempercepat transformasi sekolah yang adaptif teknologi,” tutur Kristi.
Di tingkat regional, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menggarisbawahi bahwa inisiatif di Palu ini adalah cerminan dari prinsip Creating Shared Value (CSV).
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga memperkuat sinergi antara PLN dan dunia pendidikan untuk mencetak generasi unggul masa depan,” tutup Usman. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post