Palu, Barta1.com – Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak bisa dilepaskan dari peran krusial tenaga pendidik sebagai ujung tombak. Menyadari hal tersebut, pada Rabu (15/07/2026), PT PLN (Persero) mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan pelatihan digitalisasi pendidikan bagi para guru di SMA Negeri 2 Palu, sebuah investasi jangka panjang demi mencetak generasi emas di Sulawesi Tengah.
Berdasarkan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru dalam memanfaatkan instrumen digital merupakan syarat mutlak untuk menghadirkan pembelajaran yang inklusif dan merata.
Merespons target global tersebut, PLN melalui program TJSL hadir menyuntikkan motivasi sekaligus fasilitas penunjang agar para pahlawan tanpa tanda jasa ini mampu beradaptasi dengan karakter siswa Generasi Z dan Alpha.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, memaparkan program ini adalah manifestasi dari komitmen perusahaan dalam membangun fondasi peradaban bangsa.
“Pendidikan merupakan pilar utama dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Melalui program TJSL, PLN ingin menghadirkan nilai tambah (shared value) bagi masyarakat dengan mendukung transformasi pendidikan yang modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkap Usman.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan penyerahan puluhan instrumen digital di Ruang Guru SMAN 2 Palu. Bantuan berupa paket komputer, proyektor, hingga perangkat audio tersebut diserahkan langsung oleh Manager PLN UP3 Palu, Ansar, yang turut didampingi Assistant Manager Keuangan dan Umum, Natallia Revianto.
Bagi pihak sekolah, kolaborasi ini bagaikan oase di tengah tingginya tuntutan mutu pendidikan. Kepala SMA Negeri 2 Palu, Drs. Eddy Siswanto, M.Si., menyatakan rasa syukurnya karena bantuan yang diberikan sangat presisi menjawab kebutuhan operasional harian para pendidik di lapangan.
“Bantuan perangkat digital dan pelatihan guru dari PLN UP3 Palu ini akan sangat membantu kami dalam mewujudkan pembelajaran yang modern dan interaktif. Kami berharap kolaborasi baik ini dapat terus berlanjut,” ungkap Eddy.
Acara inti kemudian difokuskan pada pengayaan soft skill para guru melalui pelatihan intensif pemanfaatan teknologi digital. Di bawah bimbingan narasumber, para guru diajak menyelami teknik pembuatan materi yang visual, dinamis, dan merangsang daya kritis siswa, menjauhkan mereka dari metode ceramah tradisional yang kerap membosankan.
Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus menjaga nyala api semangat belajar ini agar tidak padam. Sebagai perusahaan energi yang berorientasi pada keberlanjutan, PLN membuktikan bahwa energi yang mereka hasilkan bukan sekadar menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga menerangi masa depan pendidikan di Palu agar terus melaju dan berdaya saing di kancah nasional. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post