• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Buruh Perempuan Perikanan di Bitung, Kerja Lebih dan Kurang Dihargai

by Meikel Eki Pontolondo
31 Maret 2026
in Edukasi
0
Buruh Perempuan Perikanan di Bitung, Kerja Lebih dan  Kurang Dihargai
0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Aktivis perempuan Sulawesi Utara (Sulut), Nurhasanah, menyampaikan pandangan kritis dari perspektif gender dalam diskusi publik yang digelar oleh SP3SU dan LBH Manado, Senin (30/03/2026), di Kantor LBH Manado. Ia menegaskan bahwa keterlibatan perempuan di sektor publik adalah bentuk aktualisasi diri tidak hanya untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut Nurhasanah, bekerja di ruang publik sejatinya memiliki tujuan yang sama, baik bagi laki-laki maupun perempuan, yaitu memperoleh penghasilan. Namun, ia mempertanyakan apakah posisi tawar keduanya benar-benar setara, meskipun sama-sama berstatus sebagai buruh.

Ia menekankan bahwa laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama-sama manusia yang memiliki kesadaran untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Persoalan muncul ketika peran di ruang publik tidak diposisikan secara setara, bahkan seringkali dibalut dengan kebanggaan semu yang justru melanggengkan ketidakadilan gender.

“Bangga dengan apresiasi ukuran hebat perempuan yg harus sukses di domestik dan di publik, laluapa lagi yang akan diperjuangkan?” tegasnya.

Nurhasanah juga menyoroti fenomena peran ganda perempuan. Di satu sisi, perempuan dituntut aktif di ruang publik, namun di sisi lain tetap dibebani tanggung jawab domestik. Sementara itu, laki-laki yang sukses di ruang publik jarang diarahkan untuk terlibat dalam ranah domestik, bahkan seringkali dianggap sebagai sosok yang hebat.

Dampak dari kondisi ini, lanjutnya, adalah rendahnya posisi tawar perempuan. Keterbatasan waktu dan peluang membuat perempuan kesulitan meningkatkan kapasitas diri, seperti mengasah keterampilan, belajar, atau mengakses informasi terkait hak-hak pekerja dan regulasi.

“Perempuan bekerja, lalu pulang masih harus memasak. Kapan mereka punya waktu untuk belajar dan berkembang?” ujarnya.

Ia juga mengangkat realitas pekerja perempuan di sektor perikanan di Kota Bitung, seperti di pabrik pengolahan ikan. Pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi justru tidak dihargai secara layak karena dianggap sebagai pekerjaan domestik yang identik dengan perempuan.

Selain itu, Nurhasanah menyoroti belum disahkannya Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT). Ia menilai ada kepentingan yang menghambat pengesahan regulasi tersebut, termasuk dari pihak-pihak yang memiliki kekuasaan.

Menurutnya, berbagai persoalan seperti upah rendah, jam kerja berlebihan, minimnya perlindungan, hingga potensi pelecehan masih menjadi realitas yang dihadapi pekerja perempuan. Ironisnya, banyak perempuan tidak melawan karena kurangnya pemahaman terhadap hak-hak mereka atau merasa cukup beruntung telah memiliki pekerjaan.

Namun, ia menegaskan bahwa perlawanan tetap mungkin terjadi ketika ada kesadaran. Contohnya telah ditunjukkan oleh beberapa perempuan yang mulai berani memperjuangkan haknya, meskipun tantangannya adalah bagaimana menularkan keberanian dan pengetahuan tersebut kepada yang lain.

Nurhasanah juga menekankan pentingnya peran laki-laki dalam menciptakan keadilan. Menurutnya, pekerjaan domestik seharusnya dapat dibagi secara adil antara pasangan.

“Tantangannya adalah bagaimana kita berani mengusik zona nyaman laki-laki patriarki,” ungkapnya.

Ia menilai, ketidakadilan yang terjadi tidak karena negara  belum mampu menghadirkan sistem perlindungan yang adil bagi pekerja, khususnya perempuan.

Sebagai penutup, Nurhasanah menekankan pentingnya kesadaran gender secara individu, baik bagi laki-laki maupun perempuan, serta tanggung jawab negara dan perusahaan dalam memenuhi hak asasi manusia dan memberikan perlindungan yang layak bagi pekerja perempuan.

“Kesadaran adalah kunci. Tanpa itu, perempuan akan terus berada dalam posisi yang dirugikan,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Aktivis Perempuan Sulut NurhasanahBuruh perempuan perikanan di BitungLBH Manado. Diskusi publik
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Menyerap Suara dari Kepulauan: Reses DPRD Sulut Bawa Harapan Baru bagi Warga Pesisir

Menyerap Suara dari Kepulauan: Reses DPRD Sulut Bawa Harapan Baru bagi Warga Pesisir

Discussion about this post

Berita Terkini

  • GERAK Ungkap Cacat dalam Juknis Penyaluran Bantuan Bencana Gunung Ruang 25 April 2026
  • Terumbu Karang: Penjaga Kehidupan Laut dan Kepentingan Dunia 25 April 2026
  • Tragedi Lalu Lintas di Manado: Bayi 5 Bulan dan Penumpang Tewas, Dua Pengemudi Jadi Tersangka 24 April 2026
  • Dikda Sulut Diminta Turun ke SMAN 8 Manado, Bentuk Satgas Anti Pungli Jelang Kelulusan Siswa 24 April 2026
  • Manado Jadi Pusat Diplomasi Kelautan, Duta Besar CTI-CFF Bahas Ekonomi Biru Berkelanjutan 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In