Manado, Barta1.com — Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus berkomitmen meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Salah satu upaya terbaru diwujudkan melalui inovasi pada mata kuliah Gambar Teknik 2 dengan menerapkan metode Case Method dan Project Based Learning (PBL).

Pembelajaran ini diterapkan pada mahasiswa semester 2 Program Studi Teknik Jalan Jembatan, yang diampu oleh dosen Steven Richard Kamurahan, ST., M.Ars. Menurutnya, pendekatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan kontekstual.

“Pendekatan melalui Case Method dan PBL memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dari situasi nyata,” ujarnya kepada Barta1.com, Rabu (18/03/2026).

Dalam proses perkuliahan, mahasiswa diberikan tugas proyek yang berfokus pada pengenalan berbagai jenis jembatan, mulai dari struktur baja, beton, hingga jembatan kabel. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mempelajari detail gambar kerja serta metode pelaksanaan konstruksi berdasarkan studi kasus nyata di lapangan.

Sebagai hasil akhir, mahasiswa dituntut menghasilkan miniatur gambar kerja sekaligus miniatur fisik jembatan sesuai dengan jenis struktur yang dipilih. Proyek ini dikerjakan secara individu maupun kelompok, sehingga tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga meningkatkan keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah.

Hasil karya tersebut nantinya menjadi bagian dari penilaian akhir semester yang mencerminkan capaian pembelajaran secara menyeluruh. Melalui metode ini, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang lebih siap dalam menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang perencanaan dan pelaksanaan konstruksi.

Selain itu, penerapan Case Method dan PBL juga diyakini mampu membantu mahasiswa yang sebelumnya belum terampil dalam menggambar menjadi lebih mahir dan percaya diri.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil Polimdo, Ir. Rio Pendekar Lonan, ST., MT. Ia berharap metode pembelajaran ini dapat membentuk mahasiswa yang berpikir kritis, solutif, dan siap menghadapi tantangan nyata di dunia konstruksi.
“Melalui pendekatan ini, mahasiswa dilatih memahami proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek jembatan secara aplikatif. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan diharapkan kompeten, kreatif, dan siap terjun ke dunia kerja,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post