• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Pentingnya Manajemen Kinerja Dalam Peningkatan Produktivitas Dan Motivasi Kerja Karyawan

by Meikel Eki Pontolondo
23 September 2025
in Edukasi
0
Pentingnya Manajemen Kinerja Dalam Peningkatan Produktivitas Dan Motivasi Kerja Karyawan
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inka Marry Steviarty Tumengkol

JurusanAdministrasi Bisnis, Politeknik Negeri Manado

Email : inkamarrysteviartytumengkol@gmail.com

Abstrak

Lingkungan bisnis yang dinamis, kompetitif, dan terdampak globalisasi menuntut organisasi memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkinerja tinggi. Produktivitas dan motivasi kerja karyawan menjadi indikator utama yang menentukan keberhasilan dan daya saing organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen kinerja dalam meningkatkan produktivitas dan motivasi kerja karyawan melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Manajemen kinerja dipahami sebagai proses sistematis yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, dan pengembangan kinerja karyawan secara terintegrasi dengan tujuan organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen kinerja yang efektif—melalui penetapan tujuan yang jelas, umpan balik konstruktif, sistem penghargaan yang adil, dan pengembangan kompetensi—mendorong motivasi dan produktivitas karyawan secara signifikan.

Temuan ini menegaskan bahwa manajemen kinerja bukan sekadar alat evaluasi administratif, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan komitmen, semangat, dan kinerja karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan manajemen SDM serta rekomendasi praktis bagi organisasi dalam merancang sistem manajemen kinerja yang efektif dan berkelanjutan.

Kata kunci: Manajemen kinerja, produktivitas kerja, motivasi kerja, SDM

Pendahuluan 
Perkembangan lingkungan bisnis dan organisasi yang semakin dinamis, kompetitif, serta dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan globalisasi menuntut setiap organisasi untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkinerja tinggi. SDM tidak lagi dipandang sekadar sebagai faktor produksi, melainkan sebagai aset strategis yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Dalam konteks ini, produktivitas dan motivasi kerja karyawan menjadi dua indikator utama yang sangat menentukan daya saing dan keberlanjutan organisasi.
Produktivitas kerja mencerminkan kemampuan karyawan dalam menghasilkan output secara optimal dengan pemanfaatan sumber daya yang efisien, sedangkan motivasi kerja berkaitan erat dengan dorongan internal maupun eksternal yang memengaruhi perilaku, komitmen, dan semangat karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Rendahnya produktivitas dan motivasi kerja karyawan sering kali berdampak pada menurunnya kualitas kinerja organisasi, tingginya tingkat absensi dan turnover, serta tidak tercapainya target organisasi secara optimal.

Salah satu faktor kunci yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan motivasi kerja karyawan adalah penerapan manajemen kinerja yang efektif. Manajemen kinerja merupakan suatu proses sistematis dan berkelanjutan yang meliputi perencanaan kinerja, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, serta pengembangan kinerja karyawan secara terintegrasi dengan tujuan strategis organisasi. Melalui manajemen kinerja yang baik, organisasi dapat memastikan bahwa setiap karyawan memahami peran, target, dan standar kinerja yang diharapkan, serta memperoleh umpan balik dan penghargaan yang adil atas pencapaiannya. Namun, dalam praktiknya, banyak organisasi yang belum menerapkan manajemen kinerja secara optimal. Penilaian kinerja sering kali masih bersifat administratif, subjektif, dan tidak berkelanjutan, sehingga kurang mampu mendorong peningkatan kinerja dan motivasi kerja karyawan. Ketidaksesuaian antara target kerja, sistem penilaian, dan sistem penghargaan juga berpotensi menimbulkan ketidakpuasan kerja, menurunnya semangat kerja, serta rendahnya komitmen karyawan terhadap organisasi.

Perubahan karakteristik tenaga kerja yang semakin beragam, meningkatnya tuntutan transparansi dan keadilan, serta kebutuhan akan pengembangan kompetensi berkelanjutan semakin menegaskan pentingnya manajemen kinerja yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembinaan dan pengembangan karyawan. Manajemen kinerja yang efektif diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, memberikan kejelasan arah kerja, meningkatkan rasa memiliki, serta mendorong karyawan untuk berkontribusi secara maksimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen kinerja memiliki peranan strategis dalam meningkatkan produktivitas dan motivasi kerja karyawan. Oleh karena itu, penelitian mengenai pentingnya manajemen kinerja dalam meningkatkan produktivitas dan motivasi kerja karyawan menjadi sangat relevan untuk dilakukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia, serta memberikan rekomendasi praktis bagi organisasi dalam merancang dan mengimplementasikan sistem manajemen kinerja yang efektif, adil, dan berkelanjutan.

Kajian Teoritis
Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja merupakan suatu proses sistematis dan berkelanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja individu, tim, dan organisasi melalui penetapan tujuan, pengukuran, evaluasi, serta pengembangan kinerja secara terencana. Armstrong (2014) menyatakan bahwa manajemen kinerja adalah pendekatan strategis dan terpadu untuk mencapai keberhasilan organisasi dengan meningkatkan kinerja karyawan yang bekerja di dalamnya.
Sementara itu, Wibowo (2017) mendefinisikan manajemen kinerja sebagai proses komunikasi yang berkesinambungan antara atasan dan bawahan untuk menyepakati target kerja, memantau pencapaian, serta memberikan umpan balik guna perbaikan kinerja. Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen kinerja tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pengembangan sumber daya manusia.
Tujuan utama manajemen kinerja adalah untuk memastikan bahwa setiap karyawan bekerja secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan organisasi. Manajemen kinerja yang baik akan menciptakan kejelasan peran dan tanggung jawab, sehingga karyawan memahami kontribusinya terhadap keberhasilan organisasi.

Manajemen kinerja terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:
Perencanaan kinerja mencakup penetapan tujuan kerja, indikator kinerja, serta standar pencapaian yang disepakati antara atasan dan karyawan. Tujuan yang jelas dan terukur memberikan arah kerja yang pasti, sehingga karyawan memahami ekspektasi organisasi terhadap peran mereka.

Pelaksanaan kinerja merupakan tahap implementasi tugas dan tanggung jawab karyawan, sedangkan pemantauan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara rencana dan realisasi kerja. Dalam pendekatan kualitatif, proses ini sering kali dipahami sebagai bentuk pendampingan dan komunikasi berkelanjutan antara pimpinan dan karyawan.

Penilaian kinerja adalah proses evaluasi terhadap hasil kerja karyawan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Penilaian yang objektif dan transparan berperan penting dalam membangun kepercayaan dan persepsi keadilan di lingkungan kerja.
Umpan balik kinerja berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi karyawan. Melalui umpan balik yang konstruktif, karyawan dapat memahami kelebihan dan kekurangan kinerjanya serta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan karier.

Produktivitas

Produktivitas kerja diartikan sebagai kemampuan karyawan dalam menghasilkan output yang optimal dengan penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien. Produktivitas tidak hanya berkaitan dengan kuantitas hasil kerja, tetapi juga kualitas, ketepatan waktu, dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Beberapa faktor yang memengaruhi produktivitas kerja karyawan, antara lain kejelasan tujuan dan standar kerja, kompetensi dan keterampilan kerja, sistem manajemen dan kepemimpinan, lingkungan kerja dan budaya organisasi, motivasi dan kepuasan kerja.Manajemen kinerja berperan penting dalam mengintegrasikan faktor-faktor tersebut agar produktivitas karyawan dapat meningkat secara optimal.

Motivasi Kerja Karyawan

Motivasi kerja merupakan dorongan internal dan eksternal yang memengaruhi perilaku, arah, dan intensitas usaha karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Robbins dan Judge (2017) menyatakan bahwa motivasi menentukan seberapa besar usaha yang dikeluarkan seseorang untuk mencapai tujuan organisasi.
Sementara itu, Hasibuan mendefinisikan motivasi kerja sebagai pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala upaya untuk mencapai kepuasan. Dalam pendekatan kualitatif, motivasi kerja dipahami sebagai pengalaman subjektif karyawan yang terbentuk melalui interaksi antara kebutuhan individu, nilai personal, lingkungan kerja, dan kebijakan organisasi.

Dengan demikian, motivasi kerja karyawan dapat dipahami sebagai dorongan psikologis yang memengaruhi sikap, perilaku, dan semangat kerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Beberapa teori motivasi yang relevan dalam kajian ini meliputi:
Teori Kebutuhan Maslow
Menyatakan bahwa kebutuhan manusia tersusun secara hierarkis mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Manajemen kinerja yang memberikan pengakuan dan peluang pengembangan dapat memenuhi kebutuhan tingkat tinggi karyawan.
Teori Dua Faktor Herzberg
Herzberg membedakan faktor pemeliharaan dan faktor motivator. Pencapaian kinerja, pengakuan, dan tanggung jawab merupakan faktor motivator yang dapat ditingkatkan melalui sistem manajemen kinerja yang efektif.
Teori Harapan (Expectancy Theory) Vroom
Teori ini menekankan bahwa motivasi dipengaruhi oleh harapan individu bahwa usaha yang dilakukan akan menghasilkan kinerja dan imbalan yang diinginkan. Manajemen kinerja yang jelas dan adil memperkuat hubungan antara usaha, kinerja, dan penghargaan.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Studi pustaka merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengkaji, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian, seperti buku teks, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, laporan institusi, serta dokumen resmi lainnya.
Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam (in-depth understanding) mengenai konsep, peran, dan mekanisme manajemen kinerja dalam meningkatkan produktivitas dan motivasi kerja karyawan berdasarkan perspektif teoritis dan hasil kajian ilmiah yang telah ada.
Fokus penelitian ini adalah manajemen kinerja dan keterkaitannya dengan produktivitas kerja serta motivasi kerja karyawan. Objek penelitian bukan individu atau organisasi tertentu, melainkan konsep, teori, dan temuan ilmiah yang membahas: konsep dan komponen manajemen kinerja; produktivitas kerja karyawan; motivasi kerja karyawan; hubungan antara manajemen kinerja dengan produktivitas dan motivasi kerja karyawan.
Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka, meliputi: buku teks di bidang manajemen sumber daya manusia, manajemen kinerja, dan perilaku organisasi dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian.

Hasil dan Pembahasan
Hasil Penelitian

Penelitian Setiawan (2025) berjudul Studi Kasus Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan Bagian Administrasi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja dari faktor internal dan eksternal secara nyata berdampak positif pada ketepatan kerja, ketelitian, dan pelayanan yang merupakan indikator kinerja.
Penelitian Tuwindar (2024) berjudul Human Resources Development, Employee Productivity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Departemen HRD yang fokus pada pengembangan SDM, termasuk sistem manajemen kinerja yang berkelanjutan, terbukti meningkatkan produktivitas dan keterlibatan kerja karyawan.
Penelitian Zulfikar (2024) berjudul Pentingnya Manajemen Kinerja Dalam Meningkatkan Produktivitas dan Motivasi Karyawan. Pendekatan Kualitatif dengan studi kasus di dua organisasi berbeda. Implementasi manajemen kinerja yang efektif meliputi penetapan tujuan jelas, umpan balik terbuka, dan pengembangan karyawan, terbukti mampu meningkatkan motivasi, produktifitas kerja, dan keterlibatan karyawan secara signifikan di kedua perusahaan yang diteliti.
Utami, Manafe & Wulansari (2023) berjudul Peningkatan Kinerja Karyawan; Ditinjau dari Motivasi Kerja. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja yang kurang di organisasi menyebabkan rendahnya tanggung jawab dan produktivitas karyawan. Pemimpin perusahaan harus meningkatkan motivasi lewat dorongan internal dan eksternal agar kinerja meningkat.
Penelitian Setiawan (2020) berjudul A Qualitative Study of Employees’ Motivation Factors on Organization. Pendekatan kualitatif, wawancara mendalam. Faktor seperti gaji, peluang pertumbuhan, keseimbangan kerjahidup, serta reward/recognition ditemukan sangat mempengaruhi motivasi, yang secara tidak langsung meningkatkan kinerja dan kontribusi karyawan terhadap organisasi.

 

Pembahasan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kinerja memiliki peran krusial dalam meningkatkan produktivitas dan motivasi kerja karyawan. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menekankan pentingnya penerapan manajemen kinerja yang efektif untuk mendorong kinerja individu dan organisasi.

1. Pentingnya Manajemen Kinerja dalam Motivasi Kerja

Manajemen kinerja bukan sekadar proses evaluasi, tetapi merupakan sistem yang dirancang untuk menetapkan tujuan jelas, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta mendukung pengembangan karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan yang menerima manajemen kinerja yang efektif memiliki motivasi internal yang lebih tinggi, karena mereka memahami peran dan kontribusinya dalam organisasi.
Hal ini sejalan dengan penelitian Zulfikar (2024) yang menemukan bahwa pendekatan manajemen kinerja yang mencakup penetapan tujuan yang jelas, umpan balik terbuka, dan pengembangan karyawan secara signifikan meningkatkan motivasi, produktivitas, dan keterlibatan kerja. Dengan demikian, manajemen kinerja bukan hanya alat pengukuran, tetapi juga alat strategis untuk membangun motivasi karyawan.
Selain itu, penelitian Setiawan (2020, 2025) menunjukkan bahwa faktor-faktor internal (seperti keinginan untuk berkembang dan pencapaian pribadi) dan eksternal (seperti gaji, reward, pengakuan) sangat memengaruhi motivasi. Manajemen kinerja yang baik memadukan kedua faktor ini, misalnya dengan memberikan umpan balik positif, penghargaan atas pencapaian, dan peluang pengembangan, sehingga motivasi karyawan meningkat dan berdampak langsung pada kinerja mereka.

2. Manajemen Kinerja sebagai Penggerak Produktivitas Karyawan

Produktivitas kerja mencerminkan kemampuan karyawan dalam menghasilkan output optimal dengan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan yang mengikuti sistem manajemen kinerja yang jelas memiliki fokus kerja yang lebih tinggi, tingkat ketepatan dan ketelitian yang lebih baik, serta komitmen terhadap target organisasi.
Temuan ini konsisten dengan penelitian Tuwindar (2024), yang menekankan bahwa departemen HRD yang fokus pada pengembangan SDM melalui manajemen kinerja berkelanjutan dapat meningkatkan produktivitas dan keterlibatan kerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen kinerja bukan sekadar proses administratif, tetapi strategi utama dalam meningkatkan output organisasi secara keseluruhan.
Selain itu, Utami, Manafe, & Wulansari (2023) menekankan bahwa rendahnya motivasi akibat manajemen kinerja yang kurang optimal menyebabkan penurunan tanggung jawab dan produktivitas. Oleh karena itu, manajemen kinerja yang efektif menjadi instrumen untuk mendorong disiplin, tanggung jawab, dan konsistensi kerja, yang secara langsung meningkatkan produktivitas.

3.Sinergi antara Motivasi dan Manajemen Kinerja

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja dan manajemen kinerja saling terkait dan saling memperkuat. Motivasi karyawan yang tinggi membuat mereka lebih responsif terhadap sistem manajemen kinerja, sementara manajemen kinerja yang baik memfasilitasi motivasi melalui feedback, pengakuan, dan kesempatan pengembangan.
Hal ini sejalan dengan penelitian Setiawan (2020) yang menemukan bahwa kombinasi antara insentif, peluang pengembangan, dan reward berpengaruh terhadap motivasi karyawan, yang kemudian meningkatkan kinerja. Dengan kata lain, manajemen kinerja menjadi jembatan antara motivasi karyawan dan pencapaian produktivitas yang tinggi, sehingga organisasi dapat mencapai tujuan strategisnya secara lebih efektif.

Kesimpulan
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa manajemen kinerja adalah faktor strategis yang secara langsung dan tidak langsung meningkatkan produktivitas serta motivasi kerja karyawan. Penerapan manajemen kinerja yang efektif, yang mencakup penetapan tujuan, umpan balik, reward, dan pengembangan karyawan, mampu membentuk karyawan yang termotivasi, produktif, dan berkomitmen tinggi terhadap tujuan organisasi. Temuan ini konsisten dengan penelitian terdahulu dan menegaskan pentingnya integrasi manajemen kinerja dalam strategi pengelolaan SDM modern.

Daftar Pustaka
Armstrong, M. (2014). Armstrong’s Handbook of Performance Management: An Evidence-Based Guide to Delivering High Performance. London: Kogan Page.
Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (17th ed.). New Jersey: Pearson Education.
Setiawan, A. (2020). A qualitative study of employees’ motivation factors on organization. International Journal of Human Resource Studies, 10(4), 102–118.
Setiawan, A. (2025). Studi kasus motivasi kerja dan kinerja karyawan bagian administrasi. Jurnal Manajemen & Organisasi, 12(2), 45–58.
Tuwindar, B. (2024). Human resources development, employee productivity. Jakarta: Pustaka Humanika.
Utami, D., Manafe, R., & Wulansari, L. (2023). Peningkatan kinerja karyawan: Ditinjau dari motivasi kerja. Jurnal Psikologi Industri & Organisasi, 9(1), 33–47.

Wibowo. (2017). Manajemen Kinerja. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada
Zulfikar, C. (2024). Pentingnya manajemen kinerja dalam meningkatkan produktivitas dan motivasi karyawan: Studi kasus kualitatif di dua organisasi. Jurnal Ilmu Manajemen, 11(3), 78–92.

Barta1.Com
Tags: Inka Marry Steviarty Tumengkol JurusanAdministrasi BisnisPENTINGNYA MANAJEMEN KINERJA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN MOTIVASI KERJA KARYAWANpoliteknik negeri manado
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Tim pengabdian kepada masyarakat Polimdo bersama masyarakat dan pemerintah Uluindano: menyerahkan alat pengolahan sampah rumahan. (foto: istimewa)

Polimdo Berikan Edukasi dan Alat Pengelolaan Sampah bagi Masyarakat Uluindano Tomohon

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Wujudkan Satu Data, Bupati Talaud Buka Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 4 Juni 2026
  • Kerja Keras, Loyalitas, dan Integritas, Tiga Alasan Bupati Memilih Johanis Pilat Pimpin ASN Sangihe 3 Juni 2026
  • BPK RI Ungkap Temuan Belanja Internet dan TV Berlangganan Pemprov Sulut 3 Juni 2026
  • Sulut Raih WTP, Namun Ratusan Rekomendasi BPK Masih Menunggu Penyelesaian 2 Juni 2026
  • Dua Kali Raih WTP, Gubernur Yulius Klaim Kinerja Fiskal Sulut Makin Sehat 2 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In