Pangkalpinang, Barta1.com– PT PLN (Persero) belum lama ini telah merampungkan pengoperasian kembali Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) dan Saluran Kabel Tanah Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kilovolt (kV) Sumatera–Bangka line kedua (Sirkit II). Langkah strategis ini memperkuat sistem kelistrikan di Kepulauan Bangka Belitung secara signifikan setelah jaringan tersebut mengalami kerusakan pada tahun 2023.
Pengoperasian kembali interkoneksi ini ditandai dengan pemberian tegangan (energize) pada Selasa (7/10), menyusul tuntasnya seluruh tahapan pemulihan mulai dari inspeksi teknis, uji keandalan, hingga sinkronisasi sistem. Kerusakan sebelumnya terjadi pada kabel phasa R di jarak 14,7 kilometer (km) dari arah landing point Tanjung Carat menuju Tanjung Muntok.
Dengan beroperasinya Sirkit II, kapasitas transfer daya dari sistem Sumatera ke sistem Bangka melonjak dari 60 megawatt (MW) menjadi 100 MW. Peningkatan kapasitas sebesar 40 MW atau sekitar 66% ini menjamin pasokan listrik yang lebih stabil dan andal bagi masyarakat dan sektor bisnis di Bangka Belitung.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menyambut baik peningkatan keandalan pasokan ini. Menurutnya, listrik yang kuat adalah katalis utama bagi pembangunan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan sigap PLN dalam memulihkan kabel laut ini. Dengan bertambahnya daya mampu listrik di Babel, kami optimistis iklim investasi akan semakin meningkat karena ketersediaan listrik yang andal adalah kunci utama bagi para investor,” tutur Hidayat.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan bahwa pemulihan ini adalah bagian dari komitmen keadilan energi nasional. Ia menekankan peran vital listrik sebagai penggerak ekonomi.
“Listrik yang andal bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi penggerak utama ekonomi bangsa. Kami ingin memastikan setiap daerah, termasuk wilayah kepulauan, merasakan manfaat langsung dari transformasi kelistrikan yang tengah kami jalankan,” ujarnya.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Ira Savitri, menambahkan bahwa daya tambahan ini akan menunjang perkembangan wilayah.
“Alhamdulillah, pasokan listrik dari Sumatera kini kembali stabil bahkan meningkat kapasitasnya. Dengan tambahan daya ini, kami semakin siap mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor industri, dan pelayanan publik,” pungkas Ira.
Proyek pemulihan ini meliputi SKLT sepanjang 36 km dan SKTT sepanjang 3,9 km. Pekerjaan ini berhasil diselesaikan dengan menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat. (**)
Editor:
Iverdixon Tinungki


Discussion about this post