Jakarta, Barta1.com — Menyikapi urgensi transisi energi dan target Net-Zero Emissions (NZE) 2060, PT PLN (Persero) menjalin kemitraan strategis dengan Indosat Ooredoo Hutchison melalui Indosat Business.
Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan Internet of Things (IoT) untuk modernisasi layanan energi PLN dan memperkuat ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai langkah nyata dekarbonisasi sektor transportasi.
Director & Chief Strategy & Execution Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menegaskan posisi Indosat dalam mendukung sektor strategis nasional.
“Kolaborasi strategis ini menegaskan positioning Indosat sebagai mitra transformasi digital bagi sektor-sektor strategis nasional. Kemitraan dengan PLN bukan hanya menghadirkan efisiensi operasional melalui data, AI, dan IoT, tetapi juga membuka jalan bagi terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang jauh lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan,” terang Zulfikar.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kerja sama ini merupakan bagian tak terpisahkan dari misi PLN untuk menyediakan energi yang bersih, modern, dan berkelanjutan. Pemanfaatan AI dan IoT akan meningkatkan efisiensi operasional SPKLU dan kualitas pelayanan digital kepada pelanggan.
“Ini adalah bagian dari komitmen PLN untuk menyediakan layanan energi bersih, modern, dan berkelanjutan,” kata Darmawan, menekankan orientasi jangka panjang perusahaan.
Kendaraan listrik adalah pilar penting dalam upaya pengurangan emisi karbon. Setiap unit KBLBB yang beroperasi menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil akan mengurangi emisi secara signifikan.
PLN, sebagai penyedia listrik, telah berkomitmen meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang saat ini telah mencapai sekitar 15% dari total kapasitas terpasang. Digitalisasi SPKLU melalui kolaborasi ini akan memastikan bahwa pengisian daya EV terintegrasi dengan jaringan yang semakin hijau, memaksimalkan dampak positif transisi energi.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bagaimana kolaborasi teknologi akan meningkatkan pengalaman pengguna. Dengan dukungan digital, layanan SPKLU akan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan pertumbuhan pengguna EV.
“Dengan dukungan teknologi digital dari Indosat Business, kami dapat meningkatkan kualitas layanan dan memastikan kesiapan kami dalam melayani pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di Indonesia,” jelas Adi.
Ruang lingkup MoU secara spesifik mencakup pemanfaatan teknologi data analytics, AI, dan IoT untuk memonitor, mengoptimalkan, dan merencanakan pengembangan SPKLU secara strategis.
Misalnya, AI dapat digunakan untuk memprediksi lokasi optimal penempatan SPKLU baru berdasarkan data kepadatan lalu lintas dan pola penggunaan kendaraan listrik, sementara IoT memastikan real-time monitoring kesehatan dan ketersediaan mesin pengisian.
Ahmad Zulfikar menambahkan kontribusi Indosat dalam bentuk digitalisasi ini adalah kunci untuk mendorong tercapainya target NZE. Ia melihat kemitraan ini sebagai upaya kolektif antar-sektor strategis.
“Ini adalah langkah nyata kami dalam mendukung agenda transisi energi Indonesia menuju Net-Zero Emissions (NZE) 2060,” terangnya.
Secara keseluruhan, kerja sama antara raksasa energi dan telekomunikasi ini bukan hanya sekadar integrasi layanan, tetapi juga merupakan transformasi fundamental dalam cara layanan energi disediakan di Indonesia.
Dengan memadukan sinergi teknologi dan pengalaman industri, PLN dan Indosat Business berharap dapat mempercepat hadirnya ekosistem EV yang terintegrasi, modern, dan siap menjadi motor utama dalam mewujudkan masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post