Jakarta, Barta1.com – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menempatkan layanan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) sebagai fondasi utama keandalan pembangkit listrik di tengah era transisi energi yang makin menuntut efisiensi dan keberlanjutan. Layanan teknis mendalam ini kini menjadi komoditas global, dijalankan oleh Unit Bisnis Pemeliharaan (UBH) dan PLN IP Services.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan baru-baru dalam era transisi energi, keandalan pembangkit adalah hal fundamental. Menurutnya, MRO bukan sekadar perawatan rutin, tetapi mencakup inspeksi mendalam, rehabilitasi, hingga modifikasi teknologi agar pembangkit tetap efisien dan ramah lingkungan.
“Layanan MRO perusahaan kini dipercaya di tingkat internasional, menegaskan bahwa ini adalah bukti kompetensi anak bangsa, setiap proyek yang dikerjakan oleh tim mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan,” tegas dia.
Sebagai pusat keahlian pemeliharaan pembangkit dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, PLN IP menghadirkan layanan MRO yang dirancang untuk memastikan keandalan dan efisiensi aset energi pelanggan. Layanan ini dihadirkan melalui kombinasi kompetensi unggul, mulai dari SDM bersertifikat, peralatan berteknologi tinggi, hingga inovasi pemeliharaan terkini.
Layanan MRO yang ditawarkan mencakup berbagai aspek teknis kritis, seperti Overhaul Turbin & Generator, Low Speed Balancing, Rewinding & Reinsulation Rotor/Stator, hingga Remaining Life Assessment (RLA). Layanan ini dijalankan dengan prinsip 5 ON (On Quality, On Cost, On Time, On Scope, dan On Safety) untuk menjaga performa aset energi pelanggan secara optimal.
Skala operasional PLN IP di Indonesia menunjukkan vitalitas layanan MRO. Perusahaan ini mengelola kapasitas MRO hingga 22,8 GW, mencakup 9 area kerja dan telah menangani lebih dari 860 proyek sejak tahun 1996. Angka ini menegaskan kesiapan teknis perusahaan dalam menghadapi kompleksitas teknologi pembangkit baik di dalam maupun luar negeri.
Keberhasilan PLN Group menjaga infrastruktur energi juga tercermin dari capaian domestik, salah satunya adalah suksesnya pemberian tegangan pertama (energize) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV yang menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Flores dengan Gardu Induk (GI) 70 kV Labuan Bajo, yang menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan terpencil.
Dengan rekam jejak yang kuat, termasuk proyek-proyek internasional di Vietnam, Filipina, hingga Kuwait, Bernadus meyakini bahwa kepercayaan global terhadap MRO PLN IP memperkuat reputasi Indonesia sebagai pusat keahlian energi. Ia menyimpulkan bahwa melalui UBH dan PLN IP Services, perusahaan ini memimpin inovasi yang memperkuat fondasi energi nasional dan global. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post