Minut, Barta1.com — Upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan ekowisata di Minahasa Utara kembali mendapatkan napas segar. PT Tirta Investama Aqua Airmadidi bersama LSM Manengkel Solidaritas meresmikan fasilitas camping ground serta infrastruktur pendukung baru di Taman Kehati Kaki Dian. Kawasan konservasi ini seluas 3,6 hektare yang menjadi rumah bagi lebih dari 108 jenis pohon dan beragam satwa endemik.

Fasilitas camping ground ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkemah yang aman, nyaman, sekaligus edukatif. Pengunjung kini dapat menikmati keindahan alam sembari beraktivitas di alam terbuka dengan fasilitas lengkap, mulai dari tenda berbagai ukuran, hammock, peralatan memasak, hingga penerangan malam hari.

Seluruh peralatan tersebut dapat disewa dengan harga terjangkau, dan yang menarik, 100 persen hasil penyewaan akan dikembalikan untuk pemeliharaan dan pengembangan kawasan Taman Kehati Kaki Dian.

Untuk mendukung kenyamanan dan keberlanjutan, PT Tirta Investama bersama Manengkel Solidaritas juga membangun Sistem Penampungan Air Hujan (PAH) sebagai sumber air bersih, serta memperbaiki fasilitas toilet dengan konsep ramah lingkungan. Pintu toilet yang rusak kini diganti dengan bahan bambu lokal. Langkah ini sederhana, namun bermakna dalam memperkuat komitmen terhadap konservasi dan penggunaan material alami.
Lebih dari sekadar tempat wisata, Taman Kehati Kaki Dian merupakan ruang belajar terbuka tentang keanekaragaman hayati. Bahkan survei biodiversitas tahun 2025 mencatat keberadaan 44 jenis burung, 90 jenis serangga, 10 mamalia, 10 reptil, 2 amfibi, dan 4 jenis siput yang hidup di kawasan ini. Kekayaan hayati tersebut menjadikan Kaki Dian sebagai salah satu destinasi edukasi lingkungan paling potensial di Minahasa Utara.
Kolaborasi antara PT Tirta Investama dan Manengkel Solidaritas menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil mampu menciptakan dampak berkelanjutan.
Fasilitas baru ini diharapkan dapat memperluas peluang ekowisata, membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, serta menarik lebih banyak pengunjung yang ingin belajar dan menikmati keindahan alam Minahasa Utara.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa konservasi dan pariwisata dapat berjalan beriringan. Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya indah, tetapi juga mendidik dan memberdayakan,” ujar perwakilan Manengkel Solidaritas kepada Barta1.com, Kamis, (13/11/2025).
PT Tirta Investama dan Manengkel Solidaritas mengajak masyarakat, pemerintah, serta komunitas pecinta alam untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan Taman Kehati Kaki Dian sebagai aset ekowisata berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post